Berilmu, Perselisihan dan Kedengkian

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab** kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Qur’an Surat Ali Imran:19)

——————————————————————

**Ialah kitab- kitab yang diturunkan sebelum al-Quran.

Mungkin ini adalah sebuah teguran atau nasehat dari Allah. Kang Toha baru beberapa hari bergabung bersama komunitas Pencinta Al-Qur’an TIARA (Tiada Hari Tanpa Al-Qur’an). Komunitas yang awalnya tahu dari komunitas ODOJ (One Day One Juz) yang Kang Toha juga gabung disitu. Dari ODOJ ada info untuk gabung komunitas ODOA (One Day One Ayat) dan TIARA.

Komunitas TIARA adalah komunitas yang agendanya tilawah Qur’an 1 hari 1 halaman dan membaca artinya juga, akan lebih baik juga disertai tafsir Qur’an. Nah, Kang Toha serasa mendapat nasehat saat menemui ayat ke-19 dari Surat Ali Imran, yang artinya sebagaimana yang telah tertulis di atas. Ada hal menarik jika ditelaah dari arti ini, yakni sebenarnya orang yang telah diberi Kitab tidaklah berselisih, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu. Lho, kok dapat ilmu malah berselisih? Nah, jika dilanjut akan kita temui alasannya yakni karena kedengkian diantara mereka.

Dari kesimpulan disini sudah ada nasehat indah agar orang yang berilmu menghindari kedengkian agar tak berselisih. Kang Toha lalu mencari lebih dalam lewat software al-kalam yang merupakan Qur’an digital berisi Tafsir Ibnu katsir. Berikut penjelasannya:

Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Dan tiadalah berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian yang ada di antara mereka. Dan barangsiapa yang kafir kepada Ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat Hisab-Nya.

Innad d?na (sesungguhnya agama) yang diridai.

‘I?dall?hil isl?m (di sisi Allah hanyalah Islam), yakni Allah Menyatakan Kesaksian-Nya bahwasanya agama yang diridai di sisi-Nya hanyalah Islam. Para malaikat, nabi-nabi, dan kaum Mukminin juga menyatakan kesaksian yang sama. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan dua orang penduduk Syam yang meminta Nabi saw. agar menyatakan kesaksian yang paling agung yang ada dalam Kitabullah. Maka Allah Ta‘ala Menyebutkan kesaksian tersebut sehingga kedua orang itu pun memeluk Islam.

Wa makhtalafal ladz?na ?tul kit?ba (dan tiadalah berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab). Yakni tiadalah orang-orang yang diberi al-Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, berselisih tentang Islam dan Muhammad saw..

Ill? mim ba‘di m? j?-ahumul ‘ilmu (kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka), yakni keterangan yang termaktub dalam kitab mereka.

Baghyam bainahum (karena kedengkian yang ada di antara mereka), yakni lantaran perasaan hasud yang ada di antara mereka.

Wa may yakfur bi ?y?till?hi (dan barangsiapa yang kafir kepada Ayat-ayat Allah), yakni kepada Nabi Muhammad saw. dan al-Quran.

Fa innall?ha sar?‘ul his?b (maka sesungguhnya Allah sangat cepat Hisab-Nya), yakni teramat dahsyat Siksaan-Nya. Lalu Allah Ta‘ala Menjelaskan permusuhan mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) terhadap Nabi saw. berkenaan dengan agama Islam.

Ya Allah… Cerdaskanlah kami, jadikan kami berilmu dan bermanfaat, hindarkan-jauhkan hingga jangan terfikir oleh kami kedengkian dan hal dosa atau akan menyebabkan dosa lainnya…

Surau Unik di KLIA

KLIA atau dikenal juga KLIA Airport meski kepanjangannya sudah termasuk kata Airport yakni Kuala Lumpur International Airport (KLIA) adalah Bandara di Kuala Lumpur-Malaysia yang saya singgahi beberapa waktu yang lalu. Selain KLIA ada juga bandara LCCT, ada transportasi khusus bandara yang menghubungkan KLIA-LCCT ini.

Saya datang ke KLIA bersama beberapa orang yang lainnya, karena sesuatu hal kami tak bersama agen travel kami saat tiba di Kuala Lumpur. Nah, hampir sekitar 6 jam kami di bandara ini bingung entah mau kemana Hotel atau tempat transit kami.

Nah, selama di KLIA ini kami sempatkan berjalan-jalan namun tak semua tempat di KLIA disinggahi. Sebenarnya ada semacam hutan di dalam KLIA, namun saya tak sempatkan masuk ke dalam karena kami datang ke negeri jiran ini bersama jadi selayaknya tak terpisah sebelum ketemu siapa yang menjemput kami.

Sebenarnya kami akan berangkat dengan rekan lainnya, namun karena jam keberangkatan pesawat yang tak cukup untuk menunggu rekan kami yang dalam penerbangan dari Surabaya ke Jakarta dengan selisih waktu yang cukup sempit jika harus berpindah dari terminal domestik ke terminal internasional di bandara Soekarno Hatta, jadi tinggalah kami 5 orang (termasuk saya) yang berangkat duluan.

Ada sebagian dari rombongan saya yang datang duluan di Kuala Lumpur ini juga sempat berbincang atau mendengar orang Malaysia berbincang dengan bahasa yang mirip seperti Upin Ipin. Memang tak salah, karena logatnya memang hampir sama. Memang begitulah bahasa yang beragam di dunia ini, berbeda dengan beragam gaya bicaranya.

Menunggu cukup lama kami sempatkan pula untuk sholat, karena ikhwal bahasa pula saya belum begitu paham kalau bahasa untuk Musholla atau tempat sholat disini adalah Surau. Setelah berjalan-jalan akhirnya kami bisa temukan Surau untuk sholat.

Nah, yang membuat saya kagum Surau di KLIA ini arah Kiblatnya ditentukan oleh Majlis Mufti Negeri Selangor  yang mengurusinya. Jadi arah kiblatnya mungkin sudah dihitung sedemikian rupa oleh Majlis yang membidangi ini. Hal ini terlihat dari tulisan yang ada di Surau ini.

KLIA Airport Transit LCCT Express Map Kuala Lumpur Malaysia

Jika semua Surau, Musholla atau masjid seperti ini semua mungkin akan baik adanya. Penetapan yang dilakukan oleh Majlis tertentu yang memiliki kapabilitas untuk melakukan itu akan membantu ummat Islam dalam beribadah dengan keyakinan lurus dengan Ka’bah, karena sudah melalui perhitungan tim khusus yang melakukan itu.

SelametHariadi.com search terms:

  • ada surau dalam klia?

KEINGINAN dan KEYAKINAN

Apakah Anda Punya Keinginan? Apakah Anda punya pula Keyakinan akan Doa terkabul?

Rasanya banyak banget yang ada di kepala, hati hingga ruh ini yang mau ditulis, mungkin juga anda ngerasa demikian… Tapi selalu saja jawabannya adalah perihal waktu, kurang semangat, takut deadlock, males, sibuk mengerjakan yang lebih penting, atau hal lainnya yang menjerami diri dengan kontemplasi kata.

Okay… saat ini aku pengen nulis tentang pengalaman yang aku dapet kemaren saat membelikan buku Merry Riana yang berjudul “A Gift From A Friend”. Sewaktu itu ada kata-kata yang membuatku berfikir, senyum hingga mendalami hidup, yakni kata dari sampul buku yang kira-kira bunyinya

 “Anda tak akan dapat yang anda inginkan, tetapi yang menjadi keyakinan Anda”.

 Kata itu diberi tanda kurung (yang berarti dikutip dari ) Oprah Winfrey.

Kata yang membuat berdesir adalah keinginan dan keyakinan. Sebenarnya apa bedanya? Bila kita bisa melihat sedikit lebih dalam, kata ingin dan yakin adalah kata yang sama namun berbeda maksudnya. Kata Yakin bisa sama dengan iman yakni keyakinan, sedang dalam Islam sendiri ada Rukun Iman yang harus diyakini mulai dari Iman kepada ALLOH.

Aku juga menemui kata keyakinan ini dalam tafsir awal surah al-Baqoroh yang dijelaskan oleh ustadz Halimi Zuhdy. Ternyata hidup memang merupakan puzzle yang akan saling menyambung nantinya. Penjelasan ustadz Halimi tentang awal-awal Surah al-Baqoroh dulu itu adalah bagaimana keyakinan akan hal ghoib, yakni bisa disamakan dengan keyakinan kita akan masa depan, mimpi, harapan, cita-cita atau do’a kita. Hal ini karena apa yang kita do’akan untuk masa depan kita adalah sesuatu yang ghoib atau banyak orang berkata masa depan adalah misteri karena kita belum tahu bagaimana nantinya, namun ikhwal tentang keyakinan adalah sebagai sebuah penguatan dalam diri akan do’a kita akan terwujud bahkan lebih indah nantinya. Oleh karenanya, ada yang member nama baik bagi anaknya karena memiliki keyakinan anaknya akan sesuai nama baiknya atau lebih baik.

Semoga bermanfa’at, Be Best Together selalu!

Selamet Hariadi.

Menyelamatkan Jiwa Melalui Media Sosial

Bagaimana Anda menggunakan media sosial? Tak jarang banyak jawaban umum yang menggunakan media sosial untuk melakukan sosialisasi diri, menambah pertemanan, mencari hal baru hingga ada pula yang menggunakannya sebagai salah satu media berjualan online. Hiruk pikuk media sosial kian berkembang yang membuat penggunaannya pun bermacam-macam dari berbagai karakter penggunanya pula.

Media Sosial untuk Kepedulian Sosial

Media sosial yang berkembang dan makin banyak penggunanya dapat digunakan sebagai bentuk untuk menggalang kepedulian sosial. Seperti yang dilakukan sahabat saya Bangkitlahia Wira Egara atau bisa juga dipanggil Ega yang menggunakan media sosial untuk menggalang kepedulian untuk keponakannya Muhammad Asyam Raihan Muyashar atau Asyam yang sekarang berusia jalan  2 tahun.

Titik Balik
Titik Balik

Kebanyakan dari kita akan merasa perlu punya peran akan hal yang kurang beruntung yang terjadi pada orang lain, pun begitu dengan sahabat saya Ega, ia menunjukkan rasa cintanya kepada Asyam dengan membuat grup di facebook  lebih dari 1 tahun yang lalu dan saat ini sudah memiliki 6.700 lebih anggota grup.

Bayi Asyam yang lahir secara cesar pada sabtu pagi 23 Juli 2011 ini mengalami kelainan pada Jantungnya yang terasa sakit dan berdebar, berat badannya susah naik, sebagian organ tubuhnya berwarna biru hingga merasa cepat lelah. Ayah bayi Asyam bekerja sebagai pegawai honorer sedang ibunya merupakan karyawan klinik. Setelah mengalami beberapa kali pemeriksaan didapat bahwa bayi Asyam mengalami penyakit jantung bawaan yang pada sekat bilik kanan dan kiri mengalami kebocoran sehingga terjadi darah bersih dan darah kotor bercampur.

Arsyam harus dioperasi. Tangisan kesakitan yang dirasakan bayi ini mungkin akan menyentuh rasa kepedulian kita semua, termasuk Ega sang Paman. Kejadian ini membuat Ega menemukan titik baliknya. Ia memutuskan tidak larut dalam kesedihan namun bangkit dan melakukan sesuatu.

Di dalam grup yang dibuat Ega ini mengabarkan perkembangan dari Asyam dan juga upaya yang  dilakukan untuk membantu bayi Asyam. Banyak doa ataupun support kepedulian dari berbagai pihak di media sosial terhadap bayi Asyam, jika di media sosial hanya dalam bentuk ketikan ucapan kepedulian namun selain hal itu mereka yang mengetahui hal ini juga ikut membantu dalam berbagai aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian sosial sebagai makhluk sosial. Acara penggalangan dana pun dibantu berbagai pihak untuk menggugah kepedulian khalayak ramai untuk ikut membantu meringankan beban keluarga segera melakukan operasi pada sang bayi.

Menggunakan Media sosial untuk menggalang kepedulian sosial memang hal yang baik, dengannya akan dapat menghimpun berbagai macam kalangan untuk lebih peka dan peduli pada orang lain. Seperti yang dilakukan Ega ini, berbagai macam pihak yang tersentuh hatinya turut membantu dalam melakukan penggalangan dana semampunya.

Titik Balik Menyelamatkan Jiwa Melalui Media Sosial
Titik Balik Menyelamatkan Jiwa Melalui Media Sosial

Acara car free day yang dikunjungi banyak orang untuk bersantai bersama keluarga dan sahabat pun menjadi tempat yang tepat melakukan aksi di dunia nyata untuk lebih melebarkan semangat kepedulian pada bayi Asyam. Anak-anak muda yang banyak membantu dalam kegiatan ini menyumbangkan berbagai macam aksi dari membuat wadah penggalangan dana, dance hingga menyumbang aksi band mereka lakukan. Hal ini membuat pengunjung acara selain menyumbang dananya juga dapat menikmati acara, konsep acara yang mampu menyentuh kepedulian masyarakat dengan berbalut acara yang juga menyenangkan bagi masyarakat bisa menjadi hal yang menarik.

Melihat hal ini tak dapat dipungkiri peran media sosial dalam menggalang kepedulian sosial kepada khalayak ramai cukup efektif menjaring banyak orang untuk terlibat, sehingga tak hanya kerabat atau sahabat dekat saja yang turut membantu namun banyak orang akan mendapat inspirasi untuk saling membantu karena kita hidup tak mungkin hanya sendiri namun perlu besosialisasi kepada yang lainnya.

Rasa iba dan kepedulian memang kadang bisa tumbuh dengan cara sendiri dalam diri seseorang yang melihat kesulitan orang lain, namun dengan melakukan secara bersama terkadang akan lebih memancing rasa kepedulian seseorang sehingga lebih keluar untuk membantu sesama. Untuk bayi Asyam kabar terakhirnya sudah dioperasi Rumah Sakit dan mulai stabil, kita doakan bersama semoga bayi nan mungil ini bisa sembuh.

Titik Balik Kehidupan
Titik Balik Kehidupan

Dari kisah ini, penulis mengambil pelajaran yang berharga bahwa kita tidak pernah tahu masa depan seperti apa tapi kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Ega dan gerakan pada media sosial menginspirasi saya untuk tidak menunggu hal kurang beruntung menimpa saya untuk peduli sesama. [SH]

SelametHariadi.com search terms:

  • motivasi mario teguh tentang pantaskan diri dengan pribadi baik dan sekeles dirimu
  • peraturan pembawaan barang di uin malang

Berkat Blog Gratis dapat Order Pertama dari Korea

Awalnya saya mengenal Bisnis Jualan Online ini sejak sekolah sebelum di Perguruan Tinggi, saya mengenal pertama kali Bisnis ini beserta dunia Internet yakni karena melihat sebuah informasi yang mengharuskan saya mengenal internet. Hal itu tak lain adalah perdagangan Valutas Asing atau valas. Saya mengenal hal ini dan sempat bertemu dengan seorang yang menjadi senior saya di dunia Valas. Lambat laun saya mulai meninggalkan hal ini dan berfokus pada kuliah yang jurusannya kebetulan teknik Informatika.

Pada perkuliahan ini saya juga mulai mengenal banyak bisnis online, namun yang cukup mengena karena sempat ikut seminar dari pagi sampai sore tentang Marketing produk via Online. Hal ini memang cukup menarik, tapi saya tak begitu meneruskannya.

Waktu bertambah akhirnya saya bersama teman saya mengelola Event Organizer untuk acara Training Internet Marketing selama 4 hari. Saya membantu promosi ke berbagai tempat, namun di hari-H saya tak bisa mengikuti full di dalam ruangan karena sebagai Panitia pun harus membayar meski tak penuh seperti peserta lain. Alhasil, saya coba pula mempraktekkan ilmu dari baca materi yang diberikan dulu waktu seminar ditambah cari informasi di internet dan juga bertanya serta sharing dengan peserta training karena saya menjaga di luar tempat acara.

Cara Jualan Online Memanfaatkan yang Gratis

Saya sebenarnya sempat bingung akan berjualan apa untuk mencoba ilmu ini, akhirnya ada teman menawari saya menjualkan Jas. Saya membuat email hingga blog gratisan sebagai tempat menaruh barang dagangan Jas ini. Sempat ada Orang yang beranggapan bahwa menjual Jas di dunia Online ini adalah hal yang tak biasa karena ukuran Jas tentunya berbeda dengan pakaian biasanya. Saya pun memakluminya, namun saya tetap menjual dagangan ini.

Dari email dan blog gratis sebagai tempat jualan Online tentunya ada banyak fasilitas gratis di Internet untuk mendukung jualan di dunia Online ini. Hal lain yang saya lakukan adalah menggunakan fasilitas data email yang berhubungan dengan perusahaan, Iklan gratis, Facebook, Social bookmark hingga berbagai hal lainnya yang sifatnya bisa menaruh promosi barang ini di berbagai tempat. Ini bisa juga menjadi Tips Jualan Online yang praktis karena banyak hal yang bisa dimanfaatkan secara Gratis di dunia maya ini.

Dari menaruh informasi tentang produk Jas ini di berbagai tempat saya mendapat banyak telepon dari berbagai daerah di Indonesia. Saya mendapat Order dari bank terkemuka di Indonesia, namun order ini ternyata bukan Jas Kerja melainkan seragam satpam. Rasanya senang mendapat telepon dan order, namun betapa sayangnya order ini terlewat karena temannya saya ini ternyata hanya bisa untuk Jas.

Lambat laun seiring berjalannya waktu meski ada saja yang mencari informasi tentang Jas, saya di lain hal disibukkan juga dengan kerja lainnya. Sekitar 1 bulan setelah membuat blog gratis pertama kalinya saya mendapat YM (Yahoo messanger) dari seseorang yang menanyakan tentang Jas. Cukup banyak yang ditanyakan hingga yang akan order ini mengungkapkan bahwa berada di Korea. Di akhir dialog itu saya telah berikan nomer rekening, betapa kagetnya saat ada yang benar terjadi transfer. Suatu hal yang sungguh menyenangkan karena ini order pertama kalinya.

Betapa hal yang menggetkan, ternyata blog gratis ini pecah telor (order pertama kali)nya dari Korea. Jas yang dipesannya pun tak tanggung-tanggung yakni Jas kualitas Premium. Setelah order ini, cukup banyak lagi order-order lain yang menyusul dari berbagai tempat di Indonesia. Saya pun jadi lebih semangat menga-update blog ini serta melakukan Marketing via Online.

Karena menumpang di Blog Gratis, ternyata ada resikonya yakni istilahnya diusir oleh sang pemilik tempat karena melanggar peraturan dalm Blog tersebut. Saya dan juga banyak rekan lainnya yang menggunakan blog gratis ini pun mulai berubah ke yang berbayar dengan shared hosting dan domain .com yang terlihat lebih resmi. Berjalan waktu saya juga mulai menjualkan banyak barang mulai dari kaos bola, Jaket, Seragam, Baju, Syal, Sarang Semut, Gula Merah, Mukena, Minuman Tradisonal, Herbal, Jilbab, Boneka, dan berbagai macam lainnya. Berkat Jualan Online ini pula saya membantu sebagian sahabat lainnya untuk mengenal Jualan Online, berbagai orang terinspirasi untuk melakukannya yang tentunya ada yang masih tetap melakukan ada pula yang masih sibuk dengan hal lainnya. Jualan via Online memang cukup penting untuk malatih cara berjualan dan juga mengenalkan produk lokal ke berbagai tempat dengan biaya yang lebih ditekan.

SelametHariadi.com search terms:

  • tempat menaro barang dagangan di situs online secara gratid
  • tips jualan online korea

berSalaman Seusai Sholat = Memperkuat Network Hati ???

Tak Seperti biasanya seusai sholat dhuhur cuaca mendung dan kemudian turunlah hujan secara perlahan membasahi panasnya bumi yang mulai tua ini…

Kang Toha yang setelah sholat Dhuhur berniat mengistirahatkan Raganya sejenak di rumah seakan menahan langkahnya untuk itu. Senyum manis mengembang di bibirnya. “Alloh, ada apa ini… niat hamba yang tadi sepertinya Kau tahan. Semoga dengan tinggalnya hamba di Masjid saat ini mempunyai manfaat sesuai rangkaian kehidupan yang Kau bimbing untuk hamba” gumamnya dalam hati.

Kang Toha sambil terus berdzikir menghadap ke luar menyaksikan hujan yang menghilangkan dahaga bumi. Tak lama kemudian sahabatnya bernama Furqan menyapanya.. “Assalaamu’alaikum Kang, kelihatannya sumringah ni..”Sapa Furqan.

“Wa’alaikumussalaam… Allahu Robbul Izzati.. Alhamdulillah sumringah meski agak tertahan bathin karena gak sesuai rencana… hehe..” Jawab Kang Toha.

Lalu mereka mengobrol dengan menyambung bagai air yang mengalir di gurun begitu saja…

Selang beberapa menit, pembicaraan mereka tiba pada masalah psikologi dalam beragama.

“Kang, ente ini khan orang teknik tapi pengetahuan ente tentang psikologi dan tasawuf cukup mendalam… ni saya mau tanya aja bila menurut ente yang ilmu sosialnya agak baik, bagaimana memandang bersalaman seusai sholat? Wong salaman aja kok gak boleh kata temen-temen. Tapi ada Kyai juga Salaman seusai sholat Jama’ah.” Kata Furqan.

“Masalah itu ya… Saya pernah dapat riwayah kalau jaman Nabi & sahabat dulu, mereka bila bertemu bersalaman dan saling berpelukan. Dari segi kajian psikologi yang pernah dibahas, hal itu sebagai alat memperkuat keakraban antar Ummat Islam. Sehingga bila hati, fikir serta diri ini telah akrab suatu hal indah dalam “ukhuwah” akan sangat terasa sekali.. bukan begitu..??? “ Kata Kang Toha.

“hmm… ya Kang, saya pernah tahu ada riwayah seperti itu, serta saya dulu pernah dapat penjelasannya juga.. trus Kang?” Sambung Furqan.

“Bersalaman seusai sholat Jama’ah sebenarnya hampir seperti masalah Qunut, Raka’at Sholat Terawih.. dan lainnya yang menjdi masalah furu’ atau cabang memahami agama.

Memang benar kalau dalam seni berhubungan dengan orang lain, bersalaman adalah awal untuk mennyambung serta menghangatkan hati kita dengan hati orang lain. Kalau pas tidak seusai sholat sih belum ada yang banyak mendikte untuk menentang, tapi kalau pas bahasannya setelah sholat Bersalamannya, banyak tanggapan serta pemikiran tentang ini… ada yang keras menentang hingga ‘nedo nrimo’ atau bisa diartikan emang gue pikirin masalah itu..hehe… <sambil tertawa kecil>

Kalau dalam riwayah saja bersalaman saat ketemu sebagai hal yang dilakukan, alangkah indahnya jika kita melakuknnya setelah Sholat Jama’ah. Bila kita biasanya agak canggung bila bertemu dengan saudara kita sesama Muslim karena mungkin jabatan, wibawa, atau sikapnya yang tertutup.. maka bersalaman setelah sholat bila dipandang dari segi lain akan memperkuat jalinan hati kita dalam indahnya ukhuwah. Menjabat erat dengan menatap matanya sambil berucap “barokalloh”… waw betapa indahnya itu..

Mungkin segala rasa yang canggung itu akan sirna karena tradisi seperti itu… hak sesama Muslim yang pada saat bertemu dianjurkan bersalaman itu akan terpenuhi disini.. “ Terang Kang Toha

“ya.. ya.. Kang… bener juga ya…

Memahami agama ini secara konstruk kaku kadang memang kurang bisa bersatu dengan masyarakat dengan kultur seperti sekrang yang lebih tenggah rasa” Sambung Furqan

“Fur, Saya juga masih fakir ilmu, saya kadang belum terstruktur dalam beragama… jawaban saya bukannya maksud condong pada satu pendapat bersalaman setelah Sholat, tapi kita coba lihat dari segi manfa’at serta kajian psikologi karakter-nya” Tambah Kang Toha.

“oyi thok wis Kang… emang harus banyak pendapat yang kita pelajari, bukan hanya manut dari 1 pendapat. Kalo sudah tahu kenapa mereka melakukan, maka rasa benci atau dengki itu akan sirna.  Hmm… emang seharusnya kita mencontoh ummat Islam terdahulu dalam toleransinya dalam perbedaan yang ‘kuat dalam prinsip, elegan dalam prakteknya’, sama-sama belajar kalau gitu..” Jawab Furqan.

“Ya.. tu khan.. ente sudah pinter juga gitu… udah agak terang, kemarin habis beli novel “Sepertiga Malam” belum saya baca… saya pulang duluan ya… semoga pertemuan kali ini barokah dan ada manfa’atnya..” Kata Kang Toha.

“ya semoga Kang… saya masih disini… mau ngaji dulu, lalu ada agenda beli buku bulanan…” Jawab Furqan.

Mereka bersalaman dengan erat dan dengan tatapan yang menyejukkan…

“Barokalloh… Wassalaamu’alaikuum Warohmatullah…” Sambung Kang Toha

“Wa’alaikumusslaam Warohmah…” Jawab Furqan.

Detik hujan mulai menahan langkahnya untuk membuka jalan Kang Toha untuk Pulang… Furqan asyik dengan Syaamil Qur’an-nya…

SelametHariadi.com search terms:

  • selame esgi salaman khan

Pahamilah jangan minta dipahami …

Pahamilah jangan minta dipahami …, entah darimana kata-kata itu… di sore ini seakan muncul kembali di fikiran seorang manusia yang masih lemah ini. Memang tadi telah muncul di sekelumit otak ini waktu menulis mengisi ‘apa yang kau fikirkan di salah satu situs’. Ya, seakan sambil mendengarkan instrumen yang sudah kurindukan dari dulu ini, fikiran tentang “Barseso” kembali muncul. Bayangan akan cerita saudara “Ali” muncul, lalu bagimana “Sholahuddin al-ayubi” seperti diceritakan salah satu penulis yang bukunya belum sempat kubaca habis.

Mengalirkan fikiran menjadi manusia yang positif bagi orang lain itu mungkin tak semudah membalikkan telapak tangan. Kadang terbersit, bagaimana seorang motivator atau trainer atau murabbi misalnya menyemangati diri mereka… apakah mereka sujud dikeheningan malam, mengeluhkan semua masalahnya pada sang istri, terdiam sejenak di tepian kota, melihat video atau suara-suara tentang motivasi.

Tulisan kali ini memang tanpa arah, karena ada tekanan mental entah dari mana datangnya untuk segera menulis apa saja… ketika mendengar suara ibu rasanya aku ingin segera mencari uang sebanyak-banyaknya untuk segera memuliakan orang tua. Ingin segera mendapat buayak harta yang ingin kuberi pada mereka. Aku rasa aku gagal jadi lebih baik hari ini, mungkin ayah akan kecewa, ibu akan menangis tentang sikapku kali ini…

Entah kenapa fikir ini selalu mengingatkan kalau sekarang kau adalah seorang pemimpin, pemimpin di salah satu komunitas non profit. Ya, sindiran dari * memang benar jadi * tapi gak dibayar, mungkin itu sekilasnya. Lalu apa yang harus dilakukan? Tak dapat menolak memang, tak dapat berpaling ketika batu di depan itu harus disingkirkan.

Mendesah lemas itu yang kadang dilalukan … tapi itu tak mengurangi apa yang ada dalam bebanmu sobat.. apa yang kau rasa tak dirasanya.. maka, cara paling baik adalah merasakannya.. maksudnya? Ya merasakan sendiri. Kadang teringat tentang teori fasilitator atau manusia yang baik adalah tak membagikan kotoran pada manusia yang lain, tapi membagikan makanan yang enak pada mereka.

Wah apa lagi yang ingin ditulis…

Semoga ustadzku dapat bangga mempunyai santri yang masih ingin berusaha merubah nasibnya dan keluarganya…

Satu kalimat penutup tulisan yang kurang masuk nominee baik ini adalah

“melihat daun yang jatuh di genteng orang lain akan lebih mudah, tapi melihat daun yang jatuh di  rumah sendiri kan lebih sulit…” Biarkan mereka menunjukkan narsisme mereka dengan cara mereka, aku… hmm… biarkan memperbaiki yang masih rapuh ini, tunggulah beberapa saat lagi akan kuruntuhkan ego mereka…

Pentingnya Membantu Sesama

Apakah Penting Membantu Sesama? Terkadang mungkin dari kita berfikir kenapa harus menolong sesama? Apakah ada keuntungan dari membantu sesama? Atau mungkin banyak pertanyaan lain yang membuat kita cenderung kurang memperhatikan sesama. Sahabat, menolong atau saling membantu antar ummat manusia adalah kebutuhan bagi setiap dari kita. Kenapa kebutuhan? ya, hal ini karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial. Makhluk yang selayaknya bisa saling bersosialisasi dengan makhluk lainnya entah itu manusia atau lingkungan kita. Atas dasar inilah membantu sesama adalah kebutuhan yang dimiliki oleh semua orang. Lihatlah bagaimana kita tak bisa makan bila tak mengandalkan orang lain yang mengolah makanan, atau mungkin contoh untuk tumbuhan yang tak bisa hidup tanpa bergantungnya kepada udara,air,tanah atau hal lainnya. Hidup ini adalah hidup yang saling membutuhkan dengan yang lain.

PENGGALANGAN DANA ONLINE dengan Marimembantu.org LEMBAGA ZAKAT DOMPET DHUAFA selamethariadi.com buku MAKELAR REZEKI
Buku Makelar Rezeki (Dok. Pribadi)

Sahabat, jika kita bersama membaca buku “Makelar Rezeki” karya pak Jamil Azzaini sang Inspirator SuksesMulia kita akan mendapatkan pencerahan akan pentingnya menjadi penyalur bagi kesenangan orang lain. Seperti dalam buku tersebut dikutip dibagian pembukaan Buku yakni dengan Sabda Nabi Muhammad SAW“Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat orang lain”. Dari untaian kata indah yang disabdakan Nabi Muhamamad SAW ini kita dapat berlajar bahwa untuk menjadi manusia yang sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Pak Jamil pernah bercerita pengalamannya saat di seminar Makelar rezeki bahwa bagaimana membantu orang lain itu menyenangkan hati. Seperti yang dilakukan beliau saat di sebuah Minimarket beliau melihat ada anak kecil ingin membeli buku namun karena uangnya tak cukup dan ingin mengumpulkan uang lagi sang anak kecil ini meminta kepada kasir minimarket tersebut untuk tak menjual buku yang dingini anak ini, namun sang kasir memberikan penjelasan bahwa hal itu tak bisa karena buku yang ada harus dipajang. Anak kecil ini pun terlihat sedih. Pak Jamil Azzaini melihat hal demikian lalu berucap pada Kasir minimarket bahwa yang membayar buku yang dinginkan anak tersebut adalah Pak Jamil. Bagaimana respon anak kecil tersebut? Anak kecil tersebut sangat senang sekali dan menceritakan kepada pak Jamil bahwa ia telah punya buku edisi pertama namun belum mampu membaca lanjutannya di edisi kedua, anak itu senang sekali, berterima kasih lalu pergi dengan kesenangannya. Melihat keceriaan anak kecil ini Hati Pak Jamil pun nyaman dan bahagia. Apa hal dapat kita ambil disini? Ternyata dengan membantu sesama maka akan membuat kita juga nyaman dan senang melihat orang lain yang dibantu merasa senang atau bergembira yang menyamankan hatinya. Oleh karenanya banyak Penggalangan Dana Online yang banyak dilakukan seperti Sedekah Rombongan.

SelametHariadi.com search terms:

  • pentingnya menolong sesama
  • saling membantu sesama
  • pengertian senang membantu
  • pentingnya membantu sesama
  • pentingnya sesama
  • teks cerita tentang sigap membantu bersama
  • membantu sesama
  • BACAAN SIGAP MEMBANTU SESAMA
  • sigap membantu sesama
  • cerita sigap membantu sesama
  • teks cerita sigap membantu sesama
  • teks membantu sesama
  • definisi sigap membantu sesama
  • pentingnya menolnf
  • menolong sesama

Setiap Gerak Sendi adalah LILLAHI

Setiap Gerak Sendi adalah LILLAHI
masih teringat di otak Tony malam itu, saat melihat tulisan itu di kolom agenda harian Kang Toha. “Sebuah kata yang indah ya…” gumam Tony dalam hati. Setelah berdoa, bersiaplah Tony menuju indahnya pulau kapuk. Pikirannya menjauh, merayap menuju aliran mimpi indahnya hingga lelah bercampur tidur malam itu.

******

Dering alaram di Handphone (HP) berbunyi memecah kenikmatan hening di dini hari jam 3 Pagi, Tony segera berbegas mematikan alarm dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu kemudian melanjutkan aktivitas sholat malamnya. Di akhir sholat-nya, dia mengambil buku agendanya. Menulis agenda yang akan diselesaikan hari itu.

“Ah… apa ya…” gumamnya sambil berfikir, lalu melanjutkan tulisannya.

“ohya, Setiap Gerak Sendi adalah LILLAHI… dzikir yang banyak tiap waktu nih” sambungnya lalu melanjutkan dengan dzikir.

******

Pagi ini diliputi mendung, meski mentari sebenarnya sudah menyapa. Tony seperti biasanya ke warung Pak Amin untuk ngopi di pagi hari sambil meng-update berita dari koran. Di tengah asyiknya membaca, Sahabatnya Aziz menyapanya dan mulailah percakapan pagi hari…

“Ziz, lagi dzikir gak kamu?” sapa Tony sambil senyum

“he… udah tadi Shubuh bro… knapa ni?” sambung Aziz

“owh, gak apa-apa… Kemarin aku dapat kata mutiara bagus lho dari Kang Toha” kata Tony

“Wah… apa tuh, kayaknya bagus nih buat pagi-pagi gini biar greng menghadapi hari” jawab Aziz dengan muka penasarannya

Setiap Gerak Sendi adalah LILLAHI, keren gak?” tanya Tony

“keren-keren… maknanya bagus tu sebenarnya ya… buat kita kudu inget kalau setiap gerak sekecil apapaun hingga sendi kita itu berdzikir kepada ALLOH” jawab Aziz dengan serius

“Owh, iya bener-bener… setiap gerak hingga sendi kita adalah untuk ALLOH. jadi emang kita perlu Selalu inget sama yang Nyiptain kita ini ya…” sambung Tony sambil melihat jam di HP-nya.

“Wah… Ziz aku pulang dulu ya, ada jadwal ngirim 200 jas kerja hari ini ke Timika. Kapan-kapan kita bahas lagi ni” kata Tony sambil menyerahkan uang ke Pak Amin yang juga memperhatkan percapakapan mereka

“Oke, ati-ati bro semoga tambah terus orderannya biar cepet ke stadion-nya Inter Milan” kata Aziz yang tahu kalau Tony suka dengan klub Inter Milan

Waktu pagi itu berjalan dengan tenangnya, diiringi pemandangan sibuk pagi hari di berbagai tempat ditambah kesibukan Tony pula.

_____________

Semoga Bermanfaat.

Setiap Gerak Sendi adalah LILLAHI