Inspirasi Be Best Together

Muamalat Spirit, Energi Kebangkitan (The Celestial Management – Chapter 2)

Bila kini Spirit itu kian membara, sungguh tak laik dipadamkan. Kecuali, tangan-NYA yang menghendaki

Penobatan Muhammad SAW sebagai utusan Sang Maha pada senin 21 Ramadhan (10 Agustus 610 M) membuat perubahan mula Peradaban Ilahiyah kembali tertoreh. Perjuangannya tertulis sebagai sejarah nan indah hingga saat ini. Beliau menantang derasnya arus saat itu dimana arus Jahiliyah yang berkembang menjadi amanah untuk disejukkan dengan nilai-nilai Islami.

Dari negeri yang bercahaya Madinah, Islam menambah luas ke Persia Baru Sassanids di Timur laut dan Bizantium Romawi Timur di barat laut. Meski nampaknya kekuatannya tak sebanding dua negeri itu, namun gerak langkahnya tak mampu dibendung kekuatan mayoritas.

“…Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:249)

Kembali melihat sejarah, Mesir berhasil dibebaskan dari kangkangan Bizantium di tahun 642 M. Qadisiya dan Nehavend jadi saksi bisu lantaknya imperium Persia pada 637 M dan 642 M. Mesopotamia, Syria, Palestina dan Afrika Utara kini mengibarkan bendera kebebasan. Di tahun 711 M Spanyol berada dalam genggaman, lalu kemudian konstatinipel mengikuti di tahun 1453 M.

Bagaimana? betapa kerennya strategi bumi dan keputusan langit menghasilkan suatu kekuatan Spirit, energi yangmampu menggerakkan segala potensi diri untuk menghasilkan kinerja optimal.

Perguliran Waktu dan Mendobrak Kebekuan

“…kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)…” (Ali Imran:140)

Waktu terus bergulir lalu menghasilkan sejarah, perjuangan panjang senantiasa berganti menjadi pengiring kehidupan. Setelah masa keemasan berputar, seakan seperti roda berputar spirit mulai mengendur hingga kekuatan menjadi ketakutan.

Dunia yang mulai menjadi lekat melupakan Ukhrawi yang jadi tujuan. Spirit seolah tak ada diganti kamuflase eloknya kesuksesan kapitalisme dan sosialisme yang seakan menguasai dunia hingga seolah menjadi doktrin tersendiri.

Negeri dengan mayoritas Muslim sekalipun turut larut dalam gemerlap kapitalisme hingga sistem ribawi menjalar ke berbagai sektor seakan menjadi penyelamat dari keterpurukan bangsa. Sugesti bangsa besar dengan sistem seperti itu selayaknya diganti.

“  Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila…” (Al-Baqarah:275)

Beragam diskusi baik formal ataupun non-formal seakan menggambarkan ada sebagian manusia yang jengah dengan kondisi ini. Pada Rapat Kerja Nasional MUI (Majlis Ulama Indonesia) 17-20 Desember 1989 sudah diselipkan rekontruksi bangunan ekonomi ummat oleh Amin Aziz namun kurang mendapat perhatian.

Akhirnya pada Lokakarya MUI 18-20 Desember 1990 muncul untuk mengamanatkan pembentukan organisme syariah bebas bunga. Tantangan pun muncul dari Mensesneg Moerdiono dengan berbagai pertanyaan yang intinya perlukah hal itu dilakukan.

Masa awal pengenalan dikira MUI ingin membentuk Bank, namun sebenarnya MUI mengambil prakarsa untuk pembentukan sebuah Bank. Dengan spirit yang menyala dan pertolongan Allah semata pada 1 Mei 1992 menjadi sejarah bangsa Indonesia dengan berdirinya Bank nirlaba yakni Bank Muamalat.

Bank Muamalat Indonesia
Bank Muamalat Indonesia (dok. foto: muamalatbank)

Babad Alas, Spirit Mengalir

Memang bisa dikatakan Babad Alas, perjuangan pertama yakni membuka paradigma baru. Kapal Muamalat untuk meninggalkan dermaga ribawi awal dinahkodai Zainulbahar Noor. Spirit belajar dan bekerja merupakan hal yang dilakukan pada awal pengembangannya.

Kajian-kajian Islam yang kental jadi menu keseharian dalam kelompok-kelompok kecil, para kru dan direksi mengisi relung kalbu dengan ayat-ayatNya. Arthaloka seolah jadi rumah Arqam bin Abi Arqam jadi tempat penggemblengan para mujahid perintis perekonomian Islam di negeri ini.

Pada kepemimpinan periode berikutnya yakni hadir Nahkoda Zainul Arifin.Spirit yang terlihat dengan upaya konsolidasi yang kian matang dalam bingkai kehati0hatian menjalankan syariah Islam dalam bidang perbankan.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fushshilat:30)

Mendapat terjangan krisis moneter tahun 1997 kapal Muamalat memang dapat berlayar namun dengan bahan bakar yang terus menipis. Kondisi organisme Finansial perlu mendapat penangan dengan bijak dan tepat.

Pada Direksi angkatan ke-3 Muamalat kembali diuji. Jika fase pertama tentang pondasi yang kuat dan fase kedua tentang konsolidasi internal yang kuat. Dengan memanfaatkan potensi yang terpendam untuk melaju dengan cepat disinilah lahir kepeimpinan dari rahim sendiri organisme Muamalat sebagai laboratorium pembumian manajeman langit untuk emncapai kesuksesan. Beragam konkroversial dan tak populer menjadi warna di fase ini, dengan spirit pemberdayaan nyatalah lompatan besar itu terjadi. Keuntungan diraih dari laporan keuangan, penyebaran semakin pula luasnya.

“  Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar…” (Fushshilat:53)

Hadirnya Muamalat dengan perkembangannya ini membuat jadi inspirasi bagi kelahiran bank-bank Syariah baru.

“  Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah Berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.” (Yaasin:82)

Kejadian-Nya memang pasti terjadi, yang terpenting adalah bagaimana untuk sampai pda kejadian itu, disitulah adanya proses pengabdian dengan energi luar biasa jadi faktor pemicu dan pemercepat.

Imunitas dibutuhkan untuk menguatkan dari berbagai tantangan. Tantangan yang dihadapi senantiasa dihadapi dengan kesabaran.

Selain itu perlu adanya Loyalitas, loyalitas disini adalah pada karya yang dikerjakan di jalan Allah. Oleh karenanya Organisme Muamalat tak hanya jadi media untuk memperoleh sesuap nasi namun juga sarana pengejawantahan ritual ibadah.

Pengerahan seluruh potensi untuk memperoleh ikhwal Produktif pada hasilnya dengan kekuatan Allah. Spirit yang terus menyebar untuk menebarkan Kebaikan membersihkan dari ‘darah kotor’ ribawi.

Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Jumlah Halaman: 11 halaman, 41-52 (Chapter/Bab 2)

Resume By: Selamet Hariadi

Keajaiban di Tengah Krisis (The Celestial Management – Chapter 1)

Negeri ini Kaya Sumber Daya Alam, namun mengapa kekayaan ini masih belum dirasa sebagian masyarakat? Manusia-manusia Indonesia jika ada disebuah ajang Olimpiade hampir pada umumnya menjadi Pemenang, kenapa negeri ini masih tertinggal?

Perkembangan Indonesia memerlukan suatu sistem yang bisa membangun bukan menggerogoti, mensejahterakan bukan menghinakan. Adanya hal Korupsi mungkin adalah satu contoh utuk dibersihkan. Namun, ada hal lain yang bersifat keburukan lainnya yang perlu juga dibersihkan dari negeri yang menjunjung tinggi agama ini.

Mismanagement atau Misconduct?

Mungkin banyak orang yang beranggapan kegagalan negera yang menyeret ke jurang krisis adalah karena adanya Mismanagement dalam pemerintahan. Benarkah demikian?

Banyak juga yang mungkin menyalahkan rendahnya Sumber Daya Insani (SDI) Indonesia rendah bila dibanding negara lain. Apakah benar demikian?

Apakah kita masih ingat kasus kembar dempet kepala (kraniopagus) Laleh dan ladan Binjani di Rumah Sakit Singapura. Proses ini dibantu 28 dokter spesialis serta 100 paramedis guna melakukan upaya pemisahan dempet kepada ini. Dana yang keluar pun miliaran rupiah, namun ternyata gagal menyelawatkan jiwa mereka.

Jika kita melihat di sisi lain Operasi luar biasa di Jakarta 21 oktober 1987 Prof. dr. R.M Padmo Santjojo berhasil memisahkan dempet kepala Pristina Yuliana dan Pristina Yuliani. Prof. Padmo tak menggunakan alat canggih Jika dibanding dengan Singapura. Beliau malah mengeluarkan uang untuk biaya operasi yang dilakukannya senilai Rp 42 juta, coba bandingkan biaya miliaran dengan hanya puluhan juta ini.

Di sisi lain lagi kita mungkin sering mendengar berita anak-anak negeri berhasil menyandang gelar di berbagai kontes Olimpiade Internasional. Kita juga bisa melihat banyak manusia-manusia Indonesia yang karyanya dikagumi oleh negeri lain.

Nah, dari sini kita bisa mengambil pengamatan bahwa SDI negeri kita tak kalah jika dibanding negara lain. Lalu mengapa keterpurukan dialami negeri ini? Mungkin usaha Prof. Padmo bisa jadi sebuah cermin bagi kita. Negeri ini mungkin mengeluarkan dana anggaran yang tak tepat, misal jika dana talangan untuk Bank cukup besar dibanding kesehatan.

Akan mungkin jadi percuma jika kekayaan Sumber Daya kita dari kekayaan Alam hingga Manusia-nya kalau dikuasai pemerintahan yang ngawur. Jadi, sangat tak beralasan jika menyebut krisis terjadi karena Mismanagement, krisis juga bukan karena SDI kita yang tak kompeten namun karena SDI bukanlah orang yang militan mempersembahkan prestasi terbaik, melainkan orang-orang yang mngeruk keuntungan untuk pribadinya sedang kesulitan mungkin masih dirasa orang lain di negeri ini.

Banyak bank yang tiarap saat krisis dimulai agustus 1997, banyak kredit macet sehingga banyak bank bertumbangan akibat Negative Spread (selisih negatif antara bunga simpanan dengan bunga kredit). Di sisi lain Bank Mualamat yang menggunakan sistem Syariah cukup kuat pada masa itu. Namun pada masa redupnya semua industri, tahun 1998 Bank Mualamat mengalami kerugian Operasional  hingga Rp 105 Miliar dengan total modal yang disetor hanya Rp 138,4 miliar.

Perjuangan dan usaha yang dilakukan di semua lini dapat menjadikan laba. Perjuangan ini diikuti  sumbangan yang dilakukan kru Bank Mualamalat. Jika melihat bank konvensional lainnya banyak yang berguguran atau bertahan dengan dana rekap dari Pemerintah. Bank Muamalat bisa bertahan hingga bahkan mencetak laba.

Penyelamatan Muamalat tak hanya berhenti disitu, namun juga adanya gerakan melakukan Tahajjud bersama di kantor hampir setiap malam sabtu. Ada pula panjatan doa bersama “Allahumma Baarik Li Bank Mu’amalat… (Ya Allah, berkahilah Bank Muamalat…). Mungkin saja kompetensi atau kecakapan kerja yang dimiliki kru Muamalat di banding bank lain tak jauh berbeda atau di bawahnya. Namun dengan kegigihan bekerja dan berdoa bisa jadi aliran pertolongan Allah atas usaha yang mereka lakukan untuk menjadi lebih baik.

Bank Indonesia merupakan otoritas yang memainkan pedal dan rem dalam pekermbangan di Indonesia, namun laju yang disetel aman untuk menjaga stabilitas nasional. Ini bisa kita lihat bagaimana ekspansi Bank konvensional tak serta merta disetujui untuk menuju sistem Syariah.

Untuk menghemat anggaran daripada membuka cabang, pilihan tepat adalah membuka jaringan. Hal ini bisa dilihat dari Malaysia yang bila dielaborasi ternyata Maybank merupakan operator bank terbesar dalam hal jaringan Windows syariah dibanding bank Islam Malaysia berhad. Nah, oleh kerenanya sejalan dengan waktu Islamic Windows akhirnya daat lampu hijau pula dari Bank Indonesia.  Keajaiban di tengah krisis bisa jadi pelajaran bahwa peran perjuangan berbagai pihak dari kerja hingga doa bisa jadi sebuah pelajaran yang berharga untuk mengembang sistem yang baik dengan landasan tak meninggalkan komunikasi dengan Tuhan.

Judul Buku: The Celestial Management (Penulis: A. Riawan Amin)
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Jumlah Halaman: 26 (1 Chapter –  Bab 1)


Resume ditulis oleh Selamet Hariadi untuk Indonesia Membaca.

Berilmu, Perselisihan dan Kedengkian

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab** kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Qur’an Surat Ali Imran:19)

——————————————————————

**Ialah kitab- kitab yang diturunkan sebelum al-Quran.

Mungkin ini adalah sebuah teguran atau nasehat dari Allah. Kang Toha baru beberapa hari bergabung bersama komunitas Pencinta Al-Qur’an TIARA (Tiada Hari Tanpa Al-Qur’an). Komunitas yang awalnya tahu dari komunitas ODOJ (One Day One Juz) yang Kang Toha juga gabung disitu. Dari ODOJ ada info untuk gabung komunitas ODOA (One Day One Ayat) dan TIARA.

Komunitas TIARA adalah komunitas yang agendanya tilawah Qur’an 1 hari 1 halaman dan membaca artinya juga, akan lebih baik juga disertai tafsir Qur’an. Nah, Kang Toha serasa mendapat nasehat saat menemui ayat ke-19 dari Surat Ali Imran, yang artinya sebagaimana yang telah tertulis di atas. Ada hal menarik jika ditelaah dari arti ini, yakni sebenarnya orang yang telah diberi Kitab tidaklah berselisih, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu. Lho, kok dapat ilmu malah berselisih? Nah, jika dilanjut akan kita temui alasannya yakni karena kedengkian diantara mereka.

Dari kesimpulan disini sudah ada nasehat indah agar orang yang berilmu menghindari kedengkian agar tak berselisih. Kang Toha lalu mencari lebih dalam lewat software al-kalam yang merupakan Qur’an digital berisi Tafsir Ibnu katsir. Berikut penjelasannya:

Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Dan tiadalah berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian yang ada di antara mereka. Dan barangsiapa yang kafir kepada Ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat Hisab-Nya.

Innad d?na (sesungguhnya agama) yang diridai.

‘I?dall?hil isl?m (di sisi Allah hanyalah Islam), yakni Allah Menyatakan Kesaksian-Nya bahwasanya agama yang diridai di sisi-Nya hanyalah Islam. Para malaikat, nabi-nabi, dan kaum Mukminin juga menyatakan kesaksian yang sama. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan dua orang penduduk Syam yang meminta Nabi saw. agar menyatakan kesaksian yang paling agung yang ada dalam Kitabullah. Maka Allah Ta‘ala Menyebutkan kesaksian tersebut sehingga kedua orang itu pun memeluk Islam.

Wa makhtalafal ladz?na ?tul kit?ba (dan tiadalah berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab). Yakni tiadalah orang-orang yang diberi al-Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, berselisih tentang Islam dan Muhammad saw..

Ill? mim ba‘di m? j?-ahumul ‘ilmu (kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka), yakni keterangan yang termaktub dalam kitab mereka.

Baghyam bainahum (karena kedengkian yang ada di antara mereka), yakni lantaran perasaan hasud yang ada di antara mereka.

Wa may yakfur bi ?y?till?hi (dan barangsiapa yang kafir kepada Ayat-ayat Allah), yakni kepada Nabi Muhammad saw. dan al-Quran.

Fa innall?ha sar?‘ul his?b (maka sesungguhnya Allah sangat cepat Hisab-Nya), yakni teramat dahsyat Siksaan-Nya. Lalu Allah Ta‘ala Menjelaskan permusuhan mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) terhadap Nabi saw. berkenaan dengan agama Islam.

Ya Allah… Cerdaskanlah kami, jadikan kami berilmu dan bermanfaat, hindarkan-jauhkan hingga jangan terfikir oleh kami kedengkian dan hal dosa atau akan menyebabkan dosa lainnya…

ISRA’ MI’RAJ Nabi MUHAMMAD SAW dalam awal Surat Al-Isra’

Surat Al-Isra’ adalah Surat ke-17 dalam Al-Qur’an yang terdapat dalam permulaan Juz 15. Saya mengkaji ayat 1 di Surat ini bersama ust. Halimi Zuhdy yang akan bertepatan dengan gelaran peringatan Isra’ Mi’raj di bulan Rajab.

Surat Al-Is’ra dimulai dengan Pengangungan Allah, yakni “Subhana” namun tak disebutkan kata “Allah” setelah “Subhana” karena memang yang Maha Suci itu merupakan kepemilikan Allah yang menguasai segalanya.

Setelah itu dilanjut dengan “memperjalankan hamba-Nya”. Yakni yang dimaksud adalah Allah memperjalankan hambanya. Namun disini nama Nabi Muhammad SAW tidak ditulis, karena sudah jelas siapa lagi kalau bukan Nabi Muhammad yang diperjalankan Allah untuk Isra’ Mi’raj.

Masjidil Haram Kabah www.SelametHariadi.com
Masjidil Haram (photo by: Selamet Hariadi)

Surat Al-Isra’ turun disaat dimana Nabi Muhammad SAW sedang mengalami kesedihan, hingga dalam tahun tersebut disebut Tahun kesedihan. Mungkin karena inilah Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW untuk melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

Dari ini kita bisa mengambil hikmah saat mengalami kesedihan kita bisa melakukan perjalanan dari Masjid ke Masjid. Masjid disini bisa ditafsirkan tempat untuk melakukan elaborasi diri semakin dekat dengan Allah.

Perjalanan dari satu tempat ke tempat lain untuk memperkuat iman bisa jadi hal menguatkan diri agar terlepas dari kesedihan ataupun kegalauan.

 

KEINGINAN dan KEYAKINAN

Apakah Anda Punya Keinginan? Apakah Anda punya pula Keyakinan akan Doa terkabul?

Rasanya banyak banget yang ada di kepala, hati hingga ruh ini yang mau ditulis, mungkin juga anda ngerasa demikian… Tapi selalu saja jawabannya adalah perihal waktu, kurang semangat, takut deadlock, males, sibuk mengerjakan yang lebih penting, atau hal lainnya yang menjerami diri dengan kontemplasi kata.

Okay… saat ini aku pengen nulis tentang pengalaman yang aku dapet kemaren saat membelikan buku Merry Riana yang berjudul “A Gift From A Friend”. Sewaktu itu ada kata-kata yang membuatku berfikir, senyum hingga mendalami hidup, yakni kata dari sampul buku yang kira-kira bunyinya

 “Anda tak akan dapat yang anda inginkan, tetapi yang menjadi keyakinan Anda”.

 Kata itu diberi tanda kurung (yang berarti dikutip dari ) Oprah Winfrey.

Kata yang membuat berdesir adalah keinginan dan keyakinan. Sebenarnya apa bedanya? Bila kita bisa melihat sedikit lebih dalam, kata ingin dan yakin adalah kata yang sama namun berbeda maksudnya. Kata Yakin bisa sama dengan iman yakni keyakinan, sedang dalam Islam sendiri ada Rukun Iman yang harus diyakini mulai dari Iman kepada ALLOH.

Aku juga menemui kata keyakinan ini dalam tafsir awal surah al-Baqoroh yang dijelaskan oleh ustadz Halimi Zuhdy. Ternyata hidup memang merupakan puzzle yang akan saling menyambung nantinya. Penjelasan ustadz Halimi tentang awal-awal Surah al-Baqoroh dulu itu adalah bagaimana keyakinan akan hal ghoib, yakni bisa disamakan dengan keyakinan kita akan masa depan, mimpi, harapan, cita-cita atau do’a kita. Hal ini karena apa yang kita do’akan untuk masa depan kita adalah sesuatu yang ghoib atau banyak orang berkata masa depan adalah misteri karena kita belum tahu bagaimana nantinya, namun ikhwal tentang keyakinan adalah sebagai sebuah penguatan dalam diri akan do’a kita akan terwujud bahkan lebih indah nantinya. Oleh karenanya, ada yang member nama baik bagi anaknya karena memiliki keyakinan anaknya akan sesuai nama baiknya atau lebih baik.

Semoga bermanfa’at, Be Best Together selalu!

Selamet Hariadi.

Menyelamatkan Jiwa Melalui Media Sosial

Bagaimana Anda menggunakan media sosial? Tak jarang banyak jawaban umum yang menggunakan media sosial untuk melakukan sosialisasi diri, menambah pertemanan, mencari hal baru hingga ada pula yang menggunakannya sebagai salah satu media berjualan online. Hiruk pikuk media sosial kian berkembang yang membuat penggunaannya pun bermacam-macam dari berbagai karakter penggunanya pula.

Media Sosial untuk Kepedulian Sosial

Media sosial yang berkembang dan makin banyak penggunanya dapat digunakan sebagai bentuk untuk menggalang kepedulian sosial. Seperti yang dilakukan sahabat saya Bangkitlahia Wira Egara atau bisa juga dipanggil Ega yang menggunakan media sosial untuk menggalang kepedulian untuk keponakannya Muhammad Asyam Raihan Muyashar atau Asyam yang sekarang berusia jalan  2 tahun.

Titik Balik
Titik Balik

Kebanyakan dari kita akan merasa perlu punya peran akan hal yang kurang beruntung yang terjadi pada orang lain, pun begitu dengan sahabat saya Ega, ia menunjukkan rasa cintanya kepada Asyam dengan membuat grup di facebook  lebih dari 1 tahun yang lalu dan saat ini sudah memiliki 6.700 lebih anggota grup.

Bayi Asyam yang lahir secara cesar pada sabtu pagi 23 Juli 2011 ini mengalami kelainan pada Jantungnya yang terasa sakit dan berdebar, berat badannya susah naik, sebagian organ tubuhnya berwarna biru hingga merasa cepat lelah. Ayah bayi Asyam bekerja sebagai pegawai honorer sedang ibunya merupakan karyawan klinik. Setelah mengalami beberapa kali pemeriksaan didapat bahwa bayi Asyam mengalami penyakit jantung bawaan yang pada sekat bilik kanan dan kiri mengalami kebocoran sehingga terjadi darah bersih dan darah kotor bercampur.

Arsyam harus dioperasi. Tangisan kesakitan yang dirasakan bayi ini mungkin akan menyentuh rasa kepedulian kita semua, termasuk Ega sang Paman. Kejadian ini membuat Ega menemukan titik baliknya. Ia memutuskan tidak larut dalam kesedihan namun bangkit dan melakukan sesuatu.

Di dalam grup yang dibuat Ega ini mengabarkan perkembangan dari Asyam dan juga upaya yang  dilakukan untuk membantu bayi Asyam. Banyak doa ataupun support kepedulian dari berbagai pihak di media sosial terhadap bayi Asyam, jika di media sosial hanya dalam bentuk ketikan ucapan kepedulian namun selain hal itu mereka yang mengetahui hal ini juga ikut membantu dalam berbagai aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian sosial sebagai makhluk sosial. Acara penggalangan dana pun dibantu berbagai pihak untuk menggugah kepedulian khalayak ramai untuk ikut membantu meringankan beban keluarga segera melakukan operasi pada sang bayi.

Menggunakan Media sosial untuk menggalang kepedulian sosial memang hal yang baik, dengannya akan dapat menghimpun berbagai macam kalangan untuk lebih peka dan peduli pada orang lain. Seperti yang dilakukan Ega ini, berbagai macam pihak yang tersentuh hatinya turut membantu dalam melakukan penggalangan dana semampunya.

Titik Balik Menyelamatkan Jiwa Melalui Media Sosial
Titik Balik Menyelamatkan Jiwa Melalui Media Sosial

Acara car free day yang dikunjungi banyak orang untuk bersantai bersama keluarga dan sahabat pun menjadi tempat yang tepat melakukan aksi di dunia nyata untuk lebih melebarkan semangat kepedulian pada bayi Asyam. Anak-anak muda yang banyak membantu dalam kegiatan ini menyumbangkan berbagai macam aksi dari membuat wadah penggalangan dana, dance hingga menyumbang aksi band mereka lakukan. Hal ini membuat pengunjung acara selain menyumbang dananya juga dapat menikmati acara, konsep acara yang mampu menyentuh kepedulian masyarakat dengan berbalut acara yang juga menyenangkan bagi masyarakat bisa menjadi hal yang menarik.

Melihat hal ini tak dapat dipungkiri peran media sosial dalam menggalang kepedulian sosial kepada khalayak ramai cukup efektif menjaring banyak orang untuk terlibat, sehingga tak hanya kerabat atau sahabat dekat saja yang turut membantu namun banyak orang akan mendapat inspirasi untuk saling membantu karena kita hidup tak mungkin hanya sendiri namun perlu besosialisasi kepada yang lainnya.

Rasa iba dan kepedulian memang kadang bisa tumbuh dengan cara sendiri dalam diri seseorang yang melihat kesulitan orang lain, namun dengan melakukan secara bersama terkadang akan lebih memancing rasa kepedulian seseorang sehingga lebih keluar untuk membantu sesama. Untuk bayi Asyam kabar terakhirnya sudah dioperasi Rumah Sakit dan mulai stabil, kita doakan bersama semoga bayi nan mungil ini bisa sembuh.

Titik Balik Kehidupan
Titik Balik Kehidupan

Dari kisah ini, penulis mengambil pelajaran yang berharga bahwa kita tidak pernah tahu masa depan seperti apa tapi kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Ega dan gerakan pada media sosial menginspirasi saya untuk tidak menunggu hal kurang beruntung menimpa saya untuk peduli sesama. [SH]

Berkat Blog Gratis dapat Order Pertama dari Korea

Awalnya saya mengenal Bisnis Jualan Online ini sejak sekolah sebelum di Perguruan Tinggi, saya mengenal pertama kali Bisnis ini beserta dunia Internet yakni karena melihat sebuah informasi yang mengharuskan saya mengenal internet. Hal itu tak lain adalah perdagangan Valutas Asing atau valas. Saya mengenal hal ini dan sempat bertemu dengan seorang yang menjadi senior saya di dunia Valas. Lambat laun saya mulai meninggalkan hal ini dan berfokus pada kuliah yang jurusannya kebetulan teknik Informatika.

Pada perkuliahan ini saya juga mulai mengenal banyak bisnis online, namun yang cukup mengena karena sempat ikut seminar dari pagi sampai sore tentang Marketing produk via Online. Hal ini memang cukup menarik, tapi saya tak begitu meneruskannya.

Waktu bertambah akhirnya saya bersama teman saya mengelola Event Organizer untuk acara Training Internet Marketing selama 4 hari. Saya membantu promosi ke berbagai tempat, namun di hari-H saya tak bisa mengikuti full di dalam ruangan karena sebagai Panitia pun harus membayar meski tak penuh seperti peserta lain. Alhasil, saya coba pula mempraktekkan ilmu dari baca materi yang diberikan dulu waktu seminar ditambah cari informasi di internet dan juga bertanya serta sharing dengan peserta training karena saya menjaga di luar tempat acara.

Cara Jualan Online Memanfaatkan yang Gratis

Saya sebenarnya sempat bingung akan berjualan apa untuk mencoba ilmu ini, akhirnya ada teman menawari saya menjualkan Jas. Saya membuat email hingga blog gratisan sebagai tempat menaruh barang dagangan Jas ini. Sempat ada Orang yang beranggapan bahwa menjual Jas di dunia Online ini adalah hal yang tak biasa karena ukuran Jas tentunya berbeda dengan pakaian biasanya. Saya pun memakluminya, namun saya tetap menjual dagangan ini.

Dari email dan blog gratis sebagai tempat jualan Online tentunya ada banyak fasilitas gratis di Internet untuk mendukung jualan di dunia Online ini. Hal lain yang saya lakukan adalah menggunakan fasilitas data email yang berhubungan dengan perusahaan, Iklan gratis, Facebook, Social bookmark hingga berbagai hal lainnya yang sifatnya bisa menaruh promosi barang ini di berbagai tempat. Ini bisa juga menjadi Tips Jualan Online yang praktis karena banyak hal yang bisa dimanfaatkan secara Gratis di dunia maya ini.

Dari menaruh informasi tentang produk Jas ini di berbagai tempat saya mendapat banyak telepon dari berbagai daerah di Indonesia. Saya mendapat Order dari bank terkemuka di Indonesia, namun order ini ternyata bukan Jas Kerja melainkan seragam satpam. Rasanya senang mendapat telepon dan order, namun betapa sayangnya order ini terlewat karena temannya saya ini ternyata hanya bisa untuk Jas.

Lambat laun seiring berjalannya waktu meski ada saja yang mencari informasi tentang Jas, saya di lain hal disibukkan juga dengan kerja lainnya. Sekitar 1 bulan setelah membuat blog gratis pertama kalinya saya mendapat YM (Yahoo messanger) dari seseorang yang menanyakan tentang Jas. Cukup banyak yang ditanyakan hingga yang akan order ini mengungkapkan bahwa berada di Korea. Di akhir dialog itu saya telah berikan nomer rekening, betapa kagetnya saat ada yang benar terjadi transfer. Suatu hal yang sungguh menyenangkan karena ini order pertama kalinya.

Betapa hal yang menggetkan, ternyata blog gratis ini pecah telor (order pertama kali)nya dari Korea. Jas yang dipesannya pun tak tanggung-tanggung yakni Jas kualitas Premium. Setelah order ini, cukup banyak lagi order-order lain yang menyusul dari berbagai tempat di Indonesia. Saya pun jadi lebih semangat menga-update blog ini serta melakukan Marketing via Online.

Karena menumpang di Blog Gratis, ternyata ada resikonya yakni istilahnya diusir oleh sang pemilik tempat karena melanggar peraturan dalm Blog tersebut. Saya dan juga banyak rekan lainnya yang menggunakan blog gratis ini pun mulai berubah ke yang berbayar dengan shared hosting dan domain .com yang terlihat lebih resmi. Berjalan waktu saya juga mulai menjualkan banyak barang mulai dari kaos bola, Jaket, Seragam, Baju, Syal, Sarang Semut, Gula Merah, Mukena, Minuman Tradisonal, Herbal, Jilbab, Boneka, dan berbagai macam lainnya. Berkat Jualan Online ini pula saya membantu sebagian sahabat lainnya untuk mengenal Jualan Online, berbagai orang terinspirasi untuk melakukannya yang tentunya ada yang masih tetap melakukan ada pula yang masih sibuk dengan hal lainnya. Jualan via Online memang cukup penting untuk malatih cara berjualan dan juga mengenalkan produk lokal ke berbagai tempat dengan biaya yang lebih ditekan.

Pengertian, Cara dan Makna Membaca

Apa Pengertian Membaca? Sebagian kita mungkin memahaminya sebagai sebuah aktivitas yang didasarkan pada penglihatan dan suara. Kenapa hanya melihat bahkan mungkin menyuarakan? Cobalah kita diminta untuk membaca buku, puisi atau Quran. Maka kita akan melafalkan layaknya menyuarakan dari apa yang kita lihat.

Pengertian Cara Makna Membaca
Apa Pengertian, Cara dan Makna Membaca?

Saya sendiri baru mungkin sadar kembali pengertian membaca ini dari rutinitas mengaji di ustadz Halimi minggu/ahad pagi ini. Dari diskusi atau kajian pagi ini terasa pengertian membaca secara umum hanya pada konteks menyuarakan, seperti membaca alQuran yang mungkin masih ada yang hanya menyuarakan atau dalam pengertian melihat kata dalam al-Qur’an.

Pengertian membaca sebenarnya adalah lebih dari hanya sekedar menyuarakan, namun juga memahami. Oleh karenanya jika kita membaca al-Qur’an selayaknya kita memahami makna membaca al-Qur’an. Ini pula yang dimaksudkan dalam membaca hal lain seperti membaca keadaan.

Teknik Belajar Membaca

Teknik membaca sudah cukup berkembang saat ini, ada yang membaca cepat, membaca pikiran orang dari sikap yang ditunjukkan, hingga cara membaca Barcode. Belajar membaca adalah sebuah aktivitas belajar yang makna sebenarnya tak hanya melihat atau menyuarakan saja namun juga memahami dan mengerti.

Pengertian cara Teknik Membaca
Membaca Keadaan

Cara Membaca

Berdasar penjelasan di atas tadi ada banyak cara membaca yang memang berkembang. Yang hanya sekedar membaca buku sudah berkembang menjadi berbagai cara membaca. Dan ini menjadi sumber lapangan pekerjaan baru, seperti Cara Membaca Tab Gitar, Cara Membaca Al-Qur’an, Cara Membaca Wajah, Cara Membaca Karakter Seseorang, Cara Membaca Intensif dan Eksentif, Cara Membaca Wajah, Cara Membaca Skala, Cara Membaca USG, Membaca Tanda Tangan dan hal lainnya yang ternyata dikira sepele atau biasa saja ternyata butuh pembelajaran.

Membaca al-Qur’an

Kembali ke bahasan yang di atas tadi, yakni tentang membaca alquran yang dalam makna sebenarnya adalah memahami Quran dengan baik hingga penerapannya dalam kehidupan kita. Jadi jelas-lah bahwa membaca adalah hal yang tak hanya untuk melihat atau menyurakan namun juga pada pemahaman dari proses membaca tersebut sebagai makna yang sesungguhnya.

Setiap Huruf di Qur’an memiliki hak sesuai panjang dan pendeknya. Jadi maka layaklah ada anjuran membaca Qur’an secara tartil, jadi bahasa Qur’an memiliki panjang dan pendek yang sudah ditetapkan. Hal ini tentu berbeda dengan kita mengucapkan bahasa Indonesia, Inggris , bahkan bahasa Arab dalam pembicaraan. Maka bahasa Arab yang dalam percakapan itu diucapkan seperti di percakapan bahasa pada umumnya, yang mana hal ini berbeda dengan bacaan Qur’an. Oleh karenanya jika berdoa mengguakan bacaan Qur’an sebaiknya menggunakan pula kaidah tajwid yang mengatur panjang, pendek dan bagaimana membacanya.

Dari penjelasan membaca al-Qur’an ini dapat dipahami bahwa dalam membaca Qur’an ada makna memahaminya. Pun demikian dengan membaca fenomena di kehidupan ini juga ada makna memahaminya. Jadi pengertian membaca disini adalah juga sebuah pekerjaan yang tak hanya melihat lalu menyuarakan namun juga memahaminya.

Review 9 Summers 10 Autumns: Semangat Keluarga dan Kerja Keras

Bagi Pembaca Novel “9 Summers 10 Autumns” karya Iwan Setyawan tentunya akan menjadi hal yang diidamkan melihat gambarannya dalam Film. Rasanya begitulah yang saya rasakan, saya yang mulai jarang menonton Film di Bioskop (karena harga tiket mulai mahal… hehe…) akhirnya memutuskan untuk Menonton Film “9 Summers 10 Autumns” ini.

9 Summers 10 Autumns Movie Novel Film Trailer SelametHariadi.com
9 Summers 10 Autumns

Lihat Trailernya dulu…

Saya sebenarnya tak begitu Penasaran dengan Film “9 Summers 10 Autumns” ini, setelah melihat kembali cuplikan Iwan Setyawan di salah satu acara di Televisi yang menceritakan isi Novel yang inspirasinya dari kisah nyata beliau. Namun setelah melihat Trailer “9 Summers 10 Autumns” saya merasa Film ini cukup menarik, ada sisi lain yang perlu dirasakan melalui Film yang tak didapat saat membaca Novelnya atau mungkin mendengar Pemaparan semangatnya dari Penulisnya.

Alur cerita hampir sama seperti di Novel, saat Iwan Setyawan sebagai Tokoh Utama yang di Film diperankan Ihsan Tarore. Saya pun awalnya meraba dulu, siapa Ihsan Tarore? Akhirnya teringat saat namanya mulai melambung dulu saat ikut Ajang Pencarian bakat Menyanyi. Awalnya saya melihat talkshow di dalah satu TV yang menghadirkan Iwan Setyawan sebagai penulis Novel yang diangkat ke Film ini, Ihsan Tarore sebagai Tokoh Utama di Film, serta Isa sebagai Sutradara yang membesut Film ini. Cerita unik dan lucu ini cukup bisa membuat saya penasaran untuk menonton Film ini.

 

Teladan Kehangatan Keluarga

Tema Utama dari Film ini tak lepas dari semangat Keluarga yang di dalamnya tergambar cukup banyak hal indah yang bisa jadi pelajaran. Cerita keluarga ini mungkin tak jauh beda dengan apa yang kita alami; ada rasa kerasnya didikan ayah pada anak laki-lakinya, kerendahan hati Sang Ibu yang medorong anaknya untuk lebih baik, hingga interaksi antar saudara di keluarga.

Di dalam Film Iwan Setyawan atau dipanggil pula dengan sebutan Bayek merupakan anak alaki-laki di dalam keluarga. Kerasnya didikan Sang Ayah mungkin hampir sama pada sebagian kita, apalagi pada anak laki-laki. Ayah memang ingin Iwan anak laki-lakinya menjadi anak yang kuat layaknya laki-laki sebenarnya, ini bisa dibilang wajar karena Iawan sebagai anak laki-laki satu-satunya di dalam keluarga. Di Film ini kita akan melihat bagaimana pandangan yang wajar untuk anak laki-laki yang bermaiin hingga ketegasannya pun harus menunjukkan laki-laki, namun bis ajadi dipengaruhi lingkungan keluarga yang saudaranya perempuan maka Iwan di dalam Film terasa digambarkan sebagai anak yang duka membantu ibunya di dapur seperti saudara perempuannya. Sikap pemalu dan ketergantungan pada Ibu pun juga terlihat disini hingga banyak hal yang membuat Ayahnya pun malu. Namun langkah kerasnya Sang Ayah ternyata ada sisi manis yakni pengorbanannya untuk anaknya. Disini kita dapat belajar sekeras apapun orang tua itu punya rasa sayang yang teramat dalam untuk kebaikan dan kesenangan anaknya.

Semangat Keluarga juga masih sangat terasa meski Iwan jauh dari keluarganya, rasa sayang  serta pengorbanan orang tuanya perlu dibalas dengan kebaikan pada mereka yang melahirkan semangat kerja keras dalam diri Iwan untuk memperbaiki taraf hidup keluarganya yang miskin.

Sukses dari kerja Keras

Hal yang patut juga menjadi pelajaran penting dari setiap Film tentang Impian dan Kesuksesan adalah cara pencapaiannya. Film “9 Summers 10 Autumns” menggambarkan bagaimana Iwan Setyawan meraih Sukses hingga ke negeri orang berasal dari kerja kerasnya. Dimulai dari masa kecilnya yang lebih takut pada kemiskinan daripada pada hantu. Sebagai anak kecil baik jaman dulu maupun sekarang, senjata ampuh menakuti anak kecil adalah ketakutan pada hantu. Namun ternyata film ini menggambarkan bagaimana takutnya pada hantu ternyata mengalahkan ketakutan pada kemiskinan. Karena takut pada kemiskinan, Iwan yang masih kecil ini rela belajar di malam hari untuk mendapat ketenangan. Kerja kerasnya ini berimbas pada prestasinya di sekolah yang bisa mendapat predikat ranking 1. Ohya, di masa kecil Iwan ini ada hal unik saat Iwan mengikuti lomba menyanyi. Ternyata ada nama Krisdayanti yang juga ikut lomba menyanyi. Hingga saat besar kita mengenalnya sebagai penyanyi yang mumpuni itu.

Di masanya kuliah Iwan dapat lulus dengan predikat yang baik, hal ini tentu dengan kerja kerasnya pula dapat belajar. Hingga di masanya bekerja dari Jakarta bagaimana kerja kerasnya juga berbuah pekerjaan di New York hingga ia menjadi Direktur. Kerja Keras inilah yang patut menjadi pelajaran kita bersama, dari kerja keras ini munculah kerja cerdas iawan yang dikagumi atasannya. Ke New York pun sebenarnya bukan Impian yang dibangunnya sejak kecil, namun adalah gambaran bagaimana Tuhan membimbing mereka yang bekerja keras dengan hasil yang tak disangka-sangka.

Kisah ini juga dibumbui adegan yang selayaknya dilakukan sensor pada salah satu adegan. Namun secara umum Film “9 Summers 10 Autumns” selayaknya ditonton bagi semuanya terutama para generasi muda tanah air agar Bekerja Keras membangun kesuksesannya agar bermanfaat untuk banyak orang. Film ini juga bisa sebagai Nasehat untuk mereka yang Sukses di luar negeri dengan berbagai fasilitas, jabatan, kepercayaan hingga penghargaan untuk bisa kembali ke Negeri sendiri; berkarya untuk negeri dan yang penting menikmati kembali kehangatan berkumpul dengan Keluarga.
Sebuah Nasehat indah di Film tersebut “Kita tidak bisa memilih masa kecil kita, tapimasa depan itu, kita yang menentukannya”.  [SH]

Segera Selesaikan!

Pasti bisa, begitulah yang terfikir. Melihat pergerakan hidup yang kian hari bertambah serasa hidup di dunia sendiri. Dunia perjalanan yang belum bergerak dengan cepat, sedang melihat sahabat serta khalayak ramai bergerak dengan alunan kehidupan seirama menggetarkan nurani. Perjuangan itu butuh kerja keras, kerja dimana memanfaatkan waktu dengan baik.

Di saat malam terkadang kita akan belajar bagaimana makna hidup kita. Hidup dengan mimpi yang besar seharusnya langakah yang besar. Bagaimana melewati mimpi besar dengan langkah yang besar itu? Salah satunya adalah segera selesaikan amanah yang harus segera diselesaikan. Ada amanah yang ada durasi kontrak, ada pula amanah yang bila kita segera menyelesaikan-nya maka kita akan nyaman dan berganti amanah lain yang membawa kita pada percepatan pencapaian impian kita.

Segera rancang pekerjaanmu, ALLOH selalu membantumu saat usaha yang kau lakukan juga keras dan pada akhirnya selesaikan secepatnya! Pencapaian Impian besarmu menunggumu…
Ingat, ada seseorang yang hanya tidur 2 jam untuk mencapai mimpinya. Tetap Semangat, Antusias, Berbagi & dzikir dan Doa selalu. Be Best Together!

5 Kiat Mengatasi Cuaca yang Tak Menentu – Headline Kompasiana

Cuaca tak menentu membuat kita kelimpungan, terutama mereka yang sering bepergian dalam jarak terlebih yang jauh. Cuaca saat ini memang membuat keadaan tak menentu. Seperti antrian panjang truk dan mobil yang panjang mengular selama 4 hari ini di Pelabuhan Merak. Antrian yang panjang ini tak lain adalah karena cuaca yang membuat laut di perbatasan selat sunda ini gelombangnya meninggi sehingga kapal Feri yang akan berangkat pun menunggu komando dari petugas di Pelabuhan yang memantau pergerakan angin hingga cuaca yang aman untuk berlayar. Mungkin bagi sahabat Kompasiana yang melewati Pelabuhan merak akan menyaksikan suasana ini, Antrian panjang yang melelahkan bagi kebanyakan sopir.

Cuaca yang serupa juga menimpa Jakarta dan sebagaian besar wilayah Indonesia yang berada dalam iklim tropis dan dekat dengan garis khatulistiwa ini. Jakarta sebagai Ibukota negara juga perekonomian serta bisnis masyarakat Indonesia membuat banyak perusahaan yang berkantor pusat di daerah ini pun setiap datang hujan akan berfikir pada pekerjaan yang ahrus dimaksimalkan meski cuaca tak menentu saat ini. Pohon-pohon tumbang yang menimpa masyarakat pun menjadi tanda akan banyaknya pohon yang tak kuat akan cuaca ini. Karena cuaca yang tak menentu itulah kita perlu mengatasinya agar aktivitas kita dapat terselenggara dengan baik, berikut 5 kiat untuk mengatasi cuaca yang tak Menentu:

1. Perhatikan petunjuk cuaca

Petunjuk Cuaca saat ini mulai banyak, kalau dahulu hanya ada BMKG yang memberitakan cuaca yang akan terjadi besok, saat ini dengan adanya media sosial kita dapat memanfaatkannya untuk melihat lebih jauh cuaca yang akan kita hadapai saat kita akan melakukan aktivitas. Bisa dengan bertanya di facebook, twitter atau my.kompas tentang cuaca yang terjadi di daerah yang kita tuju.

2. Lihat prioritas agenda

Lihatlah priporitas agenda kita, apakah kita perlu hadir dalam acara yang akan kita tuju atau tidak. Kita perhatikan skala prioritasnya setelah melihat cuaca yang terjadi sepanjang jalan menuju arah tujuan kita. Cuaca yang tak menentu biasanya akan berubah.

3. Siapkan kendaraan

Perhatikan performa kendaraan kita (bila menggunakan kendaraan pribadi), bukan hanya ketika saat waktu mudik saja melainkan setiap waktu secara berkala agar ketika di jalan performa kendaraan kita mampu maksimal menghadapi cuaca yang ada di jalan.

4. Berhenti di pinggir jalan

Ada baiknya kita berhenti di pinggir jalan (bukan tengah jalan) bila kita merasa nganttuk atau mungkin cuaca mulai membuat laju kendaraan kita kurang nyaman. Lebih baik kita menunda sebentar perjalanan agar selamat sampai tujuan kita.

5. Lihat jalur alternatif

Melihat Jalur lain dalam perjlaanan biasanya adalah langkah aman untuk menghindari kemacetan. Namun juga dengan cuaca yang kurang menentu seperti sekarang memilih jalur alternatif sepertinya perlu agar perjalanan kita terlepas dari macet atau pun cuaca yang kadang bisa menghambat perjalanan. Memang kadang jalur alternatif ada yang pola jalannya sudah bagus atapun masih kurang bagus dari jalan utama, namun sebagai jalan alternatif bisa menjadi pilihan kita bila mengetahui kondisi cuaca di jalan alternatif lebih baik dari jalan utama.

_______

tulisan ini merupakan tulisan headline di Kompasiana

Saat Tertinggal

 

menghargai waktu-selamethariadi.com
Menghargai Waktu

Terkadang setiap orang tak merasa bahwa hidup harus bergerak, terkadang baru terasa saat melihat orang lain sudah beberapa langkah di depan. Saat kita menyadari hal itu, maka kita harus memiliki tenaga ekstra dengan berjuang lebih keras lagi agar bisa lebih baik dan tidak tertinggal hingga kalau bisa di depan orang lain.

Hidup kadang ada teguran seperti hal itu, kita terlalu santai menikmati hidup hingga kita lupa bahwa hidup kita hanya stagnan atau berhenti di tempat tanpa perkembangan yang berarti. Sedang orang lain yang dulunya biasa sudah meninggalkan kita. Maka, ada 2 hal yang harus dilakukan saat hal itu. Pertama adalah mempercepat langkah hidup kita agar sama atau bahkan lebih baik dari orang lain dan yang kedua adalah melalui jalan pintas, jalan pintas kehidupan tentunya harus baik yakni yang dilandasi ketaatan pada ALLAH.

Jalan Pintas juga ada 2, yakni jalan pintas saat ada tikungan. Jalan jenis ini adalah jalan umum saat kita lihat di game atau bahkan jalan pertandingan. Namun jika jalannya lurus bagaimana? Apakah ada jalan pintas? Jalan jenis kedua ini bisa digambarkan jika terjadi ketertinggalan di jalan dengan tipe yang lurus. Jalan pintas ketika jalan lurus adalah dengan kecepatan yang ditambah lewat lurus atau lewat atas atau bisa juga menembus tanah, nah jalan pintas jenis 1 dan 2 tentunya kita harus diijinkan oleh ALLAH Sang pemilik Jalan kehidupan kita.

Maka, jika mengalami ketertinggalan segeralah menyusul…