Larut dalam Ujian Tahfidz: Jatim Menghafal

Gelora menghafalkan al-Qur’an saat ini telah tersebar luas. Banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi penghafal al-Qur’an. Pada 25 Desember 2018, PPPA Daarul Qur’an Jawa Timur menggelar hajatan akbar Ujian Tahfidz Jatim Menghafal. Langkah ini adalah sebuah hal positif untuk membumikan al-Qur’an di seluruh kota sampai pelosok jatim. Continue reading Larut dalam Ujian Tahfidz: Jatim Menghafal

Praxis Game, Permainan Literasi Keuangan

Suka dengan game? Sudah Tahu Praxis Game? Ini bukan sembarang game atau permaian, karena berhubungan dengan keuangan. Uang yang digunakan layaknya uang permainan monopoli, jadi bukan uang sungguhan yang dikeluarkan Bank Indonesia. Saya dulu sewaktu akan membuat sebuah acara sempat mau menggunakan game ini sesuai rekomendasi tim, namun tak sempat kesampaian. Continue reading Praxis Game, Permainan Literasi Keuangan

Air Terjun Coban Rondo Malang, Indah dan Cantik

 

Pernah ke Air Terjun Coban Rondo Malang? Ehm.. bagi Anda yang berkunjung ke wisata Malang atau Batu, rasanya tempat ini merupakan Air terjun yang cukup popular sebagai destinasi wisata untuk dikunjungi. Letaknya pun bisa dibilang cukup strategis. Wilayahnya cukup besar dan sekarang cukup banyak perkembangan disana sini.

Continue reading Air Terjun Coban Rondo Malang, Indah dan Cantik

Dancok Cafe Malang, nama Café yang bikin Gatel Telinga?

Sebelum ke Dancok Cafe Malang, Suasana Kota batu pagi itu cukup sejuk. Jalanan belum begitu macet dipenuhi kendaraan. Saya bersama rekan Malang Citizen ada agenda jalan-jalan ke beberapa tempat di wilayang Batu dan Malang. Titik kumpul yang kami sepakati adalah Alun-Alun Kota Batu. Tempat yang cukup popular bagi wisatawan dan penduduk setempat.

Continue reading Dancok Cafe Malang, nama Café yang bikin Gatel Telinga?

Pinky Promise, Film Indonesia tentang Kanker

Pinky Promise, salah satu Film Indonesia Terbaru yang sarat akan pesan persahabatan dan kepedulian terhadap sesame manusia. Film ini merupakan salah satu film yang layak ditonton di tengah hiruk pikuk beredarnya film di bioskop tanah air. Seperti film yang hampir bersamaan dengan film ini adalah Film Wonderful Life. Bagaimana ulasan Pinky Promise? Berikut saya tulis sebagian hal yang saya dapat dari Film ini.

Continue reading Pinky Promise, Film Indonesia tentang Kanker

Mengambil Pelajaran dari Kematian

Kemarin diiringi hujan aku dan bersama rekan lainnya ta’ziyah ikut berbela sungkawa atas meninggalnya salah satu anggota keluarga (nenek) dari siswi yang aku jadi wali kelasnya atau bagiku sahabat belajarku. Ini untuk kesekian kalinya aku mendapatkan berita meninggalnya keluarga sahabat belajarku. Raut kesusahan, lelah, dan hal duka lainnya terpancar dari mereka meski kadang coba ditutupi.

Kematian… lalu?

Meninggal dunia, wafat, mati atau apapun istilahnya menjadi hal akhir hidup kita di dunia yang menggambarkan bagaimana bahwa hidup kita di dunia sementara. Kalau kita mendapat kabar meninggal seseorang, bagaimana kita menyikapinya? Apakah kita dapat mengambil pelajaran dari kejadian itu?

Selayaknya kita mengambil pelajaran dari Kematian. Berita yang aku terima beberapa waktu lalu bahwa ada siswi yang ditinggalkan neneknya tentu wajar jika tangisannya tersedu-sedu, bahwa ada yang terpancar dari sikap diamnya yang membuatku melakukan berbagai cari untuk menghiburnya.

Kemarin saya mintakan barokah Fatihah saat di kelas yang aku bimbing belajarnya, pelajaran buatku dan buat mereka di kelas itu adalah menjadi pelajaran jika keluarga kita yang meninggal. Berapa banyak kita mengecewakan keluarga? Apakah kita sudah banyak memberi senyum dan kebanggannya pada keluarga kita? apakah ada uang dari orang tua yang malah digunakan untuk berpacaran tak jelas?

Hidup bagaimanapun memang adalah sebuah hal yang tak ketahui kapan akhirnya. Hal wajar jika kita dekat dengan orang, lalu orang itu meninggal dan kita merasa terpukul dan tergambar dalam diri kita raut yang sediah dan tangisan. Lalu apakah kita juga sudah siap meninggalkan kebaikan dalam hidup kita?

Pelajaran, ya apakah kematian orang lain membuat kita memahami apakah makna sebenarnya dari hidup. Ingat… Hidup kita ini untuk apa…?

Buku: Jiwa-Jiwa Keikhlasan dan Perjuangan

Apabila ada orang yang telah kamu tolong, yang telah kamu beri jasa, yang telah kamu didik dan seterusnya. Kemudian orang itu tidak berterima kasih, tidak mengakui jasamu, malah bersikap kurang baik atau malah memihak orang lain yang memusuhimu… Ketahuilah, bahwa semua itu merupakan ujian bagimu sampai dimana keikhlasan, sampai dimana keimananmu untuk itu bersabarlah. Dan tingkatkanlah keikhlasanmu langsung kepada Allah.

Hal di atas merupakan salah satu pesan utama dalam buku ini. Awal buku ini dimulai dari pengantar penerbit yang menyampaikan alasan adanya buku ini yang merupakan kumpulan tulisan dari KH. Imam Zarkasyi. Alasannya penerbit menganggap bahwa manusia tidak akan dihidupkan di dunia kecuali untuk berjuang mengemban amanat sebagai khalifah fil-ardhi dan sebuah usaha tidak dikatan perjuangan tanpa didasari keikhlasan. Sehingga mutlak jiawa-jiwa keikhlasan dan perjuangan harus dimiliki oleh semua makhluk bernama manusia, terkhusus kita sebagai ummat Islam yang nota bene seorang santri.

Ilmu adalah barang yang tak tidak dapat dibeli, ia mahal. Dan ada juga yang lebih mahal dari pada ilmu yaitu Harga Diri atau kehormatan diri. Hal ini sangatlah penting dalam menjalani kehidupan. Hal lainnya mendidik berani adalah hal penting lainnya dalam mengisi mental manusia.

Dalam melakukan hal baik namun tak mendapat balasan yang diharapkan maka bersabarlah dan tingkatkanlah keikhlasan yakni ikhlash langsung kepada Allah. Pamrih semata-mata kepada Allah dengan berdoa boleh bahkan diperintahkan dan sudah merupakan ibadah. Sebenarnya tak perlu lagi ada keraguan tentang balasan yang baik ataupun yang buruk dari amal perbuatan seseorang. Itu jelas dalam Al-Qur’an “Maka alasan apa lagi yang menyebabkan engkau mendustakan adanya balasan?” kemudian di dalam Al-Qur’an diikuti dengan ayat “Bukankah Allah itu hakim yang seadil-adilnya?”. Semoga Allah menolong kita dan memberi petujuk kepada kita serta meridhoi alamal usaha kita…

Sholat itu nikmat dan ringan kalau sudah lama dibiasakan. Seapat mungkin supaya sepenuh waktu sholat itu penuh isi, paling tidak sebagian saja dulu dan seterusnya dilatih memenuhi isi itu sediki demi sedikit sampai penuh. Kita mungkin tak dapat mengukur kekuatan doa dengan apsti,s ebagaimana mengukur volume atau beratnya suatu benda. Tetapi kita dapat merasakan dan membuktikan pengaruh ghaib yang luar biasa dari doa tersebut.

Banyak pesan atau nasehat dalam buku ini mulai dari untuk diri, hidup kita bermasyarakat  hingga hubungan kita dengan keluarga yang jangan mengandalkan orang tua serta standar hidup. Hidup yang cukup bukan berarti harus mahal dan berlebihan. Buku ini dirasa cukup perlu dan penting di jaman sekarang dimana dibutuhkan ketinggian ikhlash dalam perjuang memperbaiki negeri.

———————–

Judul Buku: Jiwa-Jiwa Keikhlasan dan Perjuangan
Penulis: KH. Imam Zarkasyi
Penerbit: Darussalaam Pos
Halaman: 93

Sony Styawan… Maafkan kami…

Sony Styawan lahir di Malang 27 Oktober 1997.

Guyuran air dari langit mengiringi obrolan kami dengan orang tuanya. Remuk redam rasa harus menyampaikan berita ini, tapi apalah daya memang harus segera tersampaikan.

Sony Styawan TKJ5 SMK INDUSTRI ALKAAFFAH MALANG

Sejak masuk di kelas TKJ5 diamanahi sebagai wali kelas mereka, saya coba melakukan elaborasi pada semua murid. Tak terkecuali Sony Styawan yang mendapat banyak keluhan hingga berbagai macam pandangan tentangnya.

Salah satu cara melakukan elaborasi pada anak ini adalah melakukan diskusi psikologi dengan salah seorang sahabat yang juga pembicara psikologi serta Mahasiswi psikologi di Jogja. Karena ternyata sahabat saya ini lebih mendalami Psikologi klinis akhirnya diberi rujukan pada sahabat lain yang mendalami psikologi pendidikan.

Analisa tulisan juga dicoba untuk dilakukan, yang akhirnya pada semua siswa di TKJ5. Hal ini hanya untuk melihat apakah ada perhatian khusus pada karakter seseorang layaknya mengalami disleksia. Berbagai cara penanggulangan tindakan kelas memang kadang saya konsultasikan pada sahabat yang lebih memahami bidang psikologi, karena apa yang mereka dalami mungkin bisa jadi cara membuat murid yang saya ajar lebih nyaman secara psikologis dan penanggulangan ikhwal psikologinya juga bisa dilakukan. Ada ide juga mendatangkan yang ahli psikologi atau yang membawanya ke lembaga psikologi.

Usaha lain juga dilakukan sahabat-sahabat mereka dengan berbagai macam cara tentunya. Entah itu bisa diterimanya atau tidak. Namun tujuan sahabatnya sekelas tentu baik agar kekompakan dan solidnya bisa dijaga dan dikembangkan jadi terbaik dari waktu-waktu sebelumnya.

Melihat foto kelas, owh… ternyata tanpa Sony. Ah… apakah ini sebuah tanda dari masa lalu…

 TKJ5 SMK INDUSTRI ALKAAFFAH KEPANJEN MALANG INDONESIA

 

Sony… Maafkan kami…
Maafkan jika usaha kami padamu masih kurang
Maafkan jika sikap kami menyakitimu
Maafkan jika belum mampu memahamimu

Sony… Maafkan kami…
Kami berharap engkau bisa berubah
Berubah TERBAIK dari waktu-waktu sebelumnya
Sebelumnya lemah menjadi The Best Your Self

Sony… Maafkan kami…
Hidup ini mungkin Keras Son…
Namun, kau harus lebih keras pada kehidupan ini
Agar kehidupan tak keras padamu

Dalam elaborasi kebijaksanaan
Temui berbagai macam hal kebaikan
Dengan berbagai cara yang kau usahakan
Semoga kita tetap Be Best Together dalam pertemanan

Mungkin hanya soal cara pandang
Kadang orang menganggap kita rendah
Padahal kita tak seperti yang mereka pandang
Kau sebenarnya tinggi namun ingin terlihat rendah

Bagaimanapun dirimu, jadilah yang punya manfaat
Bukan hidup hanya untuk mengejar martabat
Semoga Tuhan Menganugerahkan banyak bakat
Untuk menunjukkan bahwa sebenarnya kau hebat

Hidup Sekali, hiduplah yang berarti…
Mungkin banyak orang salah arti
Akan sikap dan apa yang ada dalam hati
Tetap berjuang Son… berikan mereka Bukti

Jadilah Sony Styawan sesuai impianmu
Dengan berbagai kemampuan dan ilmu
Ingatlah… kami tetap sahabatmu
Kita keluarga dalam ikatan ilmu

Maafkan atas segala kata yang kurang berkenan
Maafkan atas segala sikap yang buat kurang nyaman
Maafkan atas segala fikiran yang kurang beraturan
Maafkan atas segala cara mendidik yang kurang dari kesempurnaan