Hilangnya kalung Aisyah dan perintah awal Tayamum

Nabi Muhammad bersama Aisyah dan Ummu Salamah bersama pasukan dalam ekspedisi penaklukan Bani Al mustholiq. Mereka mwndiami dua tenda terpisah dari pasukan nabi.

Ada yang menarik dalam ekspedisi ini yakni kalung onix milik Aisyah. Bisa jadi kalung ini tidak berharga bagi orang lain namun sangat berharga bagi Aisyah, karena merupakan hadiah dari ibunya ketika dinikahi oleh nabi Muhammad. Ibunya sendiri yang mengalungkan di leher Aisyah. Jadi ini memiliki nilai sejarah yang sangat berarti bagi Aisyah. Jarang orang lain yang memberikan penghargaan yang sama seperti Aisyah menghargai kalung ini.

Itulah mengapa pada pemberhentian sebelum sejak terakhir dalam ekspedisi ini anggota pasukan nabi banyak yang menggerutu ketika rombongan harus memperpanjang pemberhentian perjalanan hingga semalaman. Sebuah waktu yang cukup lama mereka memperpanjang masa istirahat. tak lain karena di tempat itu kalung Aisyah hilang. Aisyah tidak mendapati kalung yang biasa dia pakai di lehernya. Yang menjadi masalah pemberhentian itu tidak memiliki sumber air. jadi sumber air di tempat pemberhentian itu sangat terbatas bahkan sudah habis. Terlebih botol-botol dan kantong-kantong air juga tidak menyisakan air yang cukup.

Sebagian sahabat mendatangi abu bakar ayah Aisyah dan mengadukan hal ini. abu bakar malu meski tetap tak bisa melakukan apa-apa. Aisyah menolak meninggalkan tempat itu tanpa kalungnya. sedangkan rasanya mustahil pasukan yang bergerak sedang Aisyah tidak ikut serta.

namun ada hal yang menarik siang satu hari. Setelah kehebohan pencarian dalam itu unta Aisyah bangkit dari posisi berlututnya semalaman. Kalung berharga itu ternyata menghentak di bawah perut sang unta. “Setidaknya kejadian ini memicu keberuntungan untuk pasukanmu” ucap Aisyah; nabi Muhammad tersenyum. Peristiwa hilangnya kalung Aisyah menjadi alasan turunnya hukum baru dalam hal bersuci bagi kaum muslim

Saat sebagian pasukan nabi mulai menggerutu dan gelisah oleh pasukan air yang tidak ada di tempat pemberhentian tersebut. Lisan nabi mengucapkan kata-kata yang membuat lega para sahabatnya

“Jika kamu tidak mendapatkan air bertanyamullah kamu dengan tanah yang baik sapulah yang muka kamu dan tanganmu.”

Inilah sebab turunnya ayat yang memerintahkan untuk bertayamum ketika tidak ada air. Tanpa wudhu kita tetap sah menjalankan namun dengan diganti tayamum. Itulah sekelumit cerita turunnya ayat mengenai tayamum, sebuah panduan beribadah yang mempermudah kita saat air yang tidak ada air. semoga bermanfaat.

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.