20 April adalah waktu yang istimewa, konon katanya aku lahir di tanggal ini. Hal-hal spesial terjadi di tanggal ini, ucapan hingga hadiah. Pada tahun 2015 ini usiaku memasuki ke-27 tahun. Banyak hal yang sudah dicapai dan banyak hal pula yang perlu dicapai ke depannya.
Tanggal 19 April 2015 di waktu sore pulang dari agenda acara Gathering Nasional Online Marketer Group (OMG) Indonesia di Ubaya Training Center (UTC) Trawas-Mojokerto kondisi hujan, lalu aku yang naik sepeda motor bersama Endro menepi untuk berteduh karena jas hujan hilang. Cukup lama berteduh kami memutuskan untuk makan di dekat minimarket tempat kami berteduh.
Di sela-sela makan aku dapat telepon dari Khoirotul Imayah. Jarang memang dapat telepon dari sahabat belajarku karena mereka mungkin sibuk dengan belajar dan pekerjaan mereka. Obrolan kami juga pada tanggal 20 April. He… waktu dimana aku ulang tahun. Mungkin ini obrolan pertama tentang ulang tahun terdekat sebelum besok tanggal 20 April 2015.
Ternyata mereka yang di Jogjakarta (Khoirotul Imayah, Silfia Irdiana Rohma, Erwin Ardianto) memberikan hadiah yang istimewa bagiku, karena sepertinya baru kali ini ada kue ulang tahun bertuliskan namaku. Hehe… jadi teringat dulu hadiah ulang tahun bagiku seperti diajak ke alun-alun atau main di Gajayana Plaza adalah sesuatu yang bermakna, tahu kota Malang saja merupakan hal istimewa dulunya. He… mungkin juga istimewa bagi sebagian orang namun juga hal yang biasa bagi sebagian orang lainnya.
Terima Kasih Banyak semuanya… Kalian hebat, semoga kalian bisa sebaik-baiknya manusia yang Bermanfaat bagi manusia lainnya…
Berdekatan dengan tanggal 20 April 2015, adalah hal spesial pula yakni mendapat undangan untuk live Streaming pada acara KompasianaTV di KompasTV 24 April 2015. Ya, meski mungkin tak banyak pendapat yang disampaikan pada acara itu; paling tidak ada kesenangan hati melakukan hal itu. Kemarin tanggal 27 April 2015, sebuah obrolan dari salah seorang customer service Bank Mega-Kawi tentang ulang tahun juga membuat sesuatu yang menyenangkan. Ternyata banyak pula ucapan hingga doa via Handphone, email maupun di Social Media. Terima Kasih semuanya… Semoga doa-doa kebaikannya dikabulkan oleh Allah, kita semua juga bisa menjadi Manusia Terbaik daripada waktu-waktu kita sebelumnya…
Sampai usia ini banyak yang sudah dicapai, namun banyak pula yang perlu dicapai lagi. Dulu aku mempunyai mimpi yang banyak, saat ini sementara aku ingin yang lebih sederhana karena lebih pada kenyamanan hidup.
Usaha
Mempunyai Usaha yang dapat memabantu banyak orang dan kehidupan adalah impian yang saat ini ingin pencapaianya segera. Sebagian sahabatku yang dulu sama-sama berjuang, saat ini sudah mempunyai ciri khas usaha tersendiri mereka. Inilah yang ingin kucapai di usia 27 yakni mempunyai Usaha dengan tetap berpendapatan semakin meningkat. Dengan adanya Usaha, maka kebutuhan pada keluarga, ibadah hingga mensejahterakan yang lainnya mungkin dapat dilakukan. Sesungguhnya Usaha yang dilakukan adalah karena Allah, jadi apapun hal tentang itu karena Allah.
Menikah
Menikah adalah hal yang masuk dalam kebutuhan untuk segera dicapai. Melihat atau mendengar berita sahabat-sahabatku sudah menikah, kadang jadi perhatian diri untuk segera menikah pula. Memantaskan diri untuk Menikah adalah hal yang dilakukan. Ya, Menikah adalah kebutuhan.
Umroh Romadhon
Romadhon adalah bulan yang istimewa, impian Romadhon di Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi merupakan impian yang ingin dicapai tiap tahun. Umroh pula di bulan Romadhon merukan hal yang ingin dilakukan selain memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Haji
Haji tentu sesuatu yang seharusnya dicapai bagi setiap orang yang beragam Islam, pun begitu denganku. Usaha untuk pencapaian hal ini sejauh ini adalah dengan membuka tabungan haji. Besar harapan segera mendapat porsi haji dan bisa menunaikan ibadah haji.
Mobil
Mobil sebenarnya kebutuhan pula untuk memudahkan transportasi yang bisa mengangkut banyak orang. Pencapaian impian ini memang harus melihat diri, karena pendapatan selayaknya bisa menutupi kebutuhan operasional perawatan mobil tentunya.
Travelling
Travelling merupakan kebutuhan melihat keindahan ciptaan Allah di berbagai tempat. Raja Ampat, Karimun Jawa, Lombok, Sempu, Ijen, Manado, Palu, Danau Toba, Keindahan alam Banyuwangi, Panderman, Bandung, Jogja; merupakan sebagian tempat yang ingin kukunjungi untuk menikmati keindahan yang ada disana.
Itulah sebagian hal yang ingin kucapai di usia 27. Saya pernah bertanya kepada seseorang yang sudah melewati usia 27 tahun apa yang dilakukannya di usia tersebut namun belum mendapat jawaban yang jelas sampai tulisan ini ada.
Kalau Anda yang sudah melewati usia 27, akan melewati atau sedang di usia 27 apa yang HARUS DICAPAI atau DILAKUKAN ya??? Help me, please… 🙂
Mengajar ada banyak cara, banyak metode yang berkembang sebenarnya adalah metode yang dikembangkan dari pengalaman atau kreatifitas pada kondisi yang terjadi dalam belajar-mengajar. Salah satuny adalah Quantum Teaching, bukan Quantum Ikhlas, Quantum Learning atau Quantum of Solace. Hehe…
Quantum Teaching: Mengorkestrasi Kesuksesan Siswa
Quantum Teaching dikembangkan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelerated (Lazanov), Multiple Intelegent (Gardner), Neuro-Linguistic Program (Grinder dan Bandler), Experiental Learning (Hahn), Socratic Inquiry, Cooperatif Learning (Johnson dan Johnson) dan Element of Effective Instruction (Hunter). Quantum Teaching dimulai di SuperCamp yang digawangi oleh Bobbi DePorter.
Asas Utama Quantum Teaching
Sandaran Quantum Teaching adalah konsep “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. Mengajar adalah hal yang harus diraih dan diberikan oleh siswa bukan Departemen Pendidikan. Belajar dari segala definisinya adalah kegiatan full-contact.
Dengan kata lain, belajar melibatkan semua aspek kepribadian manusia (pikiran, perasaan dan bahasa tubuh) di samping pengetahuan, sikap dan keyakinan sebelumnya serta persepsi masa mendatang. Dengan demikian karena belajar berurusan dengan orang secara keseluruhan, hak untuk memudahkan belajar tersebut harus diberikan oleh pelajar dan diraih oleh guru. Jadi masuki dulu dunia mereka.
Prinsip-prinsip Quantum Teaching
Quantum Teaching memiliki lima prinsip atau kebenaran tetap, yakni:
Segalanya Berbicara
Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh Anda
Segalanya Bertujuan
Semua yang terjadi dalam penggubahan Anda mencapai tujuan
Pengalaman sebelum pemberian nama
Proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.
Akui setiap Usaha
Siswa patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.
Jika Layak Dipelajari, maka Layak Pula Dirayakan!
Perayaan ialah sarapan pelajar juara, perayaan memberi umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.
Hipnotis oleh sebagian orang masih dipandang sebagai sesuatu yang kurang baik, padahal hipnotis adalah sesuatu yang bisa dibuktikan secara ilmiah, bahkan logis. Saat ini kita lihat cukup banyak penerapan hipnotis dalam kehidupan misalnya untuk kesehatan fisik, psikologis dan hal-hal yang menyangkut patologi sosial.
Hipnotis dan Sejarahnya
Di Negara-negara maju hipnotis cukup berkembang pesat dan dimanfaatkan secara positif. Untuk itulah disana hidupnotis sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi ikhwal psikis dan fisik. Perkembangan hipnotis dimulai dari Hipnotis tradisional yang sudah mulai 4000 tahun Sebelum Masehi, hipnotis konvesional hingga hipnotis modern.
Sebenarnya belum ada yang tahu pasti kapan hipnotis asal mulanya berkembang karena hipnotis ada sebelum sejarah tercatat. Hipnotis tradisional sebenarnya perkembangan hipnotis pada pelaksanaan ritual jaman dulu. Sedang Hipnotis Konvensional dimulai James Braid, seorang dokter dari Inggris pada abad ke-19. Ia membuktikan hipnotis bersifat psikologis, ia juga dikenal sebagai bapak hipnotis. Hipotis pada era Modern mulai diyakini bahwa fenomone hipnotis diakibatkan dari kekuatan sugesti.
Pengertian Hipnotis
Hipnotis tak sama dengan tidur, jika orang tidur tak menyadari apa yang ada disekitarnya maka jika hipnotis meski tubuh beristirahat (seperti tidur) namun ia masih bisa mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya.
Hypno Teaching
Hipnosis bisa dimanfaatkan untuk optimalisasi proses belajar-mengajar. Heriyanto Nurcahyo secara harfiah mengatakan Hypnoteaching berasal dari kata hypnosis dan teaching. Kemudian bisa diartikan seni berkomunikasi dengan jalan memberikansugesti agar para siswa menjadi lebih cerdas.
Pada Prinsipnya hypnoteaching akan mengubah persepsi para siswa terhadap guru yang mengajar, yakni guru menjadi pelindung mereka. Suasana belajar yang menyenangkan akan memudahkan penyerapan dan pemahaman pelajaran. Guru juga dapat memperhatikan siswa, karena perhatian siswa dapat dianggap sebagai bentuk perhatian.
Selain menekankan pada perubahan persepsi hypnoteaching juga fokus pada kekuatan vibrasi, metafora dan edifikasi. Persepsi memiliki kekuatan dalam mempengaruhi fikiran siswa, kekuatan vibrasi merupakan sesuatu yang terpancar berdasrkan atas kekuatan fikiran yang dibangun, misal memperhatikan kebaikan siswa. Sedang kekuatan metafora adalah keinginan yang luar biasa untuk mencapai tujuan dan dapat diungkapkan orang lain. Dalam hypnoteaching, guru dianggap sebagai motivator, fasilitator dan koselor oleh siswa-siswanya.
Pembelajaran dalam metode konvensional cenderung mengganggap guru ialah orang yang paling benar, sehingga setiap siswa harus menerima semua ilmu darinya. Sedang dalam Hypnoteaching, seorang guru juga dituntut demikian akan tetapi lebih menekankan seorang guru memotivasi siswanya supaya berperan aktif atau siap menyampaikan hal-hal yang menurutnya salah atau kurang sependapat.
Dalam buku ini secara garis besar memuat sejarah hingga perkembangan Hypno, untuk hypnoteaching sendiri dalam buku ini memang dibahas namun belum begitu mendetail sehingga memang perlu eksplorasi lebih dalam untuk penerapannya.
Hal yang mungkin bisa jadi perdebatan adalah adanya penerapan hypnoteaching yang membuat suyet nyenyak dan tertidur, karena tak semua pembelajaran bisa diterapkan hal ini. Namun untuk penjelasan tentang Pacing hingga Leading yang umumnya ada dalam ilmu hipnosis memang perlu diterapkan dalam penerapan Hypnoteaching.
_
Judul Buku: Hypno Teaching, Memaksimalkan Hasil Proses Belajar-Mengajar dengan Hipnoterapi
Penulis: Ibnu Hajar, M.Pd
Penerbit: Diva Press
Halaman: 148