SYARAT DAN CARA MENDIRIKAN/MEMBUAT CV

Saya hampir sering menjumpai pertanyaan bagaimana Syarat dan Cara Mendirikan/Membuat Badan Usaha CV? Pertanyaan itu sering muncul di banyak komunitas pelaku usaha, pun demikian yang saya ikuti seperti komunitas internet marketing, Tangan di Atas hingga di sosial media seperti twitter pun saya mendapat hal demikian. Itulah mengapa tulisan ini terwujud dari berbagai sumber. Usaha yang saya kelola juga kadang sering terkendala pada hal ini untuk tender-tender besar.

CV adalah nama kepanjangan dari Comanditaire Venootschap. CV merupakan bentuk usaha yang hampir sama dengan PT (Perseroan Terbatas), namun yang membedakan Badan Usaha CV modal awal-nya tidak ada minimum sedang untuk PT adalah 50 juta (akan berbeda jika ada perubahan peraturan).

Ada 2 cara Mendirikan/Membuat CV Usaha, yakni:

Continue reading SYARAT DAN CARA MENDIRIKAN/MEMBUAT CV

MENGATASI FLASHDISK minta FORMAT

Flashdisk tiba-tiba minta Format, Mungkin beberapa dari kita pernah mengalami hal ini. Flashdisk Minta Format, saya pun mengalami hal demikian, ceritanya kemarin saya colokin flashdisk untuk transfer data di komputer teman yang pakai Sistem Operasi (Operating System) Linux. Sesampainya di rumah, yakni pas malam saya coba transfer data dari flashdisk tadi unutk dibuka di laptop. Kebetulan isinya lagu edCoustic yang ingin didengarkan.

Continue reading MENGATASI FLASHDISK minta FORMAT

Bersih Dusun Baba’an Desa Ngasem Ngajum-Malang, Menyatu dengan Tradisi dan Kebudayaan

Bersih Dusun Baba’an Desa Ngasem Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang-Jawa Timur merupakan wadah Menyatu dengan Tradisi dan Kebudayaan. Di tengah gemerlap modernitas, Desa Ngasem di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, menyimpan sebuah tradisi yang kaya akan nilai-nilai budaya dan spiritual. Bersih Dusun Baba’an, sebuah acara tahunan yang selalu dinantikan, menjadi ajang berkumpulnya warga dan para pecinta budaya untuk merayakan kekayaan warisan leluhur. Pada 9-10 Juni 2024, acara ini kembali dihelat dengan berbagai rangkaian kegiatan yang penuh makna. Continue reading Bersih Dusun Baba’an Desa Ngasem Ngajum-Malang, Menyatu dengan Tradisi dan Kebudayaan

Belajar Menjadi Orang Tua yang Baik di Yayasan Darun Najah Ngebruk

Menjadi Orang Tua yang Baik keinginan setiap orang tua dan juga mungkin anak-anak. Orang tua yang baik akan tentunya menyenangkan sang anak. Pada 5 Juni 2024, Yayasan Darun Najah Ngebruk di Sumberpucung-Malang menyelenggarakan sebuah talkshow inspiratif bertajuk “Menjadi Orang Tua yang Menyenangkan dan Komunikatif”. Acara ini merupakan hasil kerjasama dengan Smartfren Community, menghadirkan berbagai pembicara yang kompeten di bidang parenting. Dari suasana yang santai hingga tips praktis yang disampaikan, acara ini berhasil menarik perhatian banyak peserta, termasuk orang tua wali dan guru TPQ Darun Najah serta perwakilan dari delapan TPQ lainnya.

Mengawali dengan Keceriaan: Kak Ale dan Boneka Cici

Pagi itu, suasana di aula Yayasan Darun Najah sudah terasa meriah. Acara dibuka dengan penampilan Santri TPQ Darun Najah Ngebruk yang juga ada tes dari peserta kegiatan. Lalu ada sambutan dari pihak Yayasan Darun Najah Ngebruk dilanjutkan pengenalan produk smartfren dan pengenalan smartfren community. Lalu, Kak Ale bersama Boneka Cici tampil memeriahkan acara dengan gaya yang menghibur.

Penampilan mereka berhasil membuat semua peserta, baik anak-anak maupun dewasa, tertawa riang. Boneka Cici, dengan tingkah lucunya, menjadi magnet yang mengundang perhatian dan mencairkan suasana. Dalam sesi ini, Kak Ale juga menyelipkan pesan-pesan moral yang disampaikan dengan cara yang ringan dan mudah dicerna oleh semua kalangan.

Dalam sesi bersama Kak Ale dan Boneka Cici, Ada Kak Aisy Wisjaya mengambil alih panggung dengan kegiatan icebreaking yang menarik. Kak Aisy dikenal dengan caranya yang seru serta inovatif, mengajak peserta melakukan berbagai permainan interaktif. Tujuannya jelas yakni membangun suasana yang lebih akrab dan nyaman, serta memperkuat ikatan antara orang tua dan anak. Icebreaking ini bukan hanya membuat peserta lebih rileks, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan yang sangat penting dalam hubungan keluarga.

Tips Menjadi Orang Tua Bahagia dari Bunda Vivian Wahab

Bunda Vivian Wahab, seorang blogger parenting yang juga ahli parenting, menjadi pembicara utama yang ditunggu-tunggu. Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, Bunda Vivi membagikan berbagai tips untuk menjadi orang tua yang bahagia, menyenangkan, dan komunikatif.

Beliau menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam keluarga, bagaimana mendengarkan anak dengan empati, serta cara-cara kreatif untuk mengatasi konflik tanpa menimbulkan stres berlebih. Peserta sangat antusias, banyak yang mencatat poin-poin penting yang disampaikan, serta mengajukan pertanyaan yang relevan di sesi tanya jawab. Bahkan ada orang tua wali yang berkaca-kaca menyampaikan rasa terima kasihnya pada guru yang membimbing anaknya. Belajar Menjadi Orang Tua yang Baik memang butuh perjuangan bersama.

Acara talkshow ini berlangsung dengan sangat lancar. Aula Yayasan Darun Najah yang nyaman mendukung suasana santai yang diinginkan oleh panitia. Semua peserta mendapatkan kartu perdana Smartfren sebagai bentuk apresiasi dari Smartfren Community. Kehadiran para orang tua, wali murid, dan guru dari TPQ Darun Najah serta perwakilan TPQ lainnya menunjukkan betapa pentingnya acara ini bagi komunitas pendidikan di wilayah Ngebruk dan sekitarnya.

TPQ Darun Najah dikenal sebagai salah satu TPQ pilihan di wilayah Ngebruk. Dedikasi para pengajar dan pengurus dalam memberikan pendidikan agama yang berkualitas telah membuat TPQ ini menjadi favorit. Acara seperti talkshow ini menunjukkan komitmen TPQ Darun Najah dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi para orang tua dan guru. Kolaborasi dengan Smartfren Community juga memperlihatkan bagaimana sinergi dengan berbagai pihak dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Talkshow “Menjadi Orang Tua yang Menyenangkan dan Komunikatif” di Yayasan Darun Najah Ngebruk sukses memberikan banyak manfaat bagi para peserta. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara inspiratif seperti Kak Ale bersama Boneka Cici, Kak Aisy Wisjaya, dan Bunda Vivian Wahab, acara ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga ilmu praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam Menjadi Orang Tua yang Baik. Suasana yang santai dan interaktif membuat acara ini semakin berkesan. Dengan adanya dukungan dari Smartfren Community, diharapkan kegiatan-kegiatan positif seperti ini akan terus berlanjut, membawa kebaikan bagi seluruh keluarga dan masyarakat di wilayah Ngebruk, Malang dan sekitarnya.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Strategi Pengelolaan Media Sosial Efektif Dibahas di UIN Malang dan juga Teknik Wawancara Kerja yang Baik dan Benar, Bekal Ke Dunia Kerja di SMK Prajnaparamita.

Belajar dari Bu Hayatun, Pengalaman Menjadi Eksportir Jajanan Lokal

Belajar dari Bu Hayatun, Pengalaman Menjadi Eksportir Jajanan Lokal. Seorang Ibu Rumah Tangga bisa tembus pasar Ekspor? Nah, Bu Hayatun Namanya. Beliau Berbagi pengalaman menjadi Eksportir Jajanan atau Camilan lokal yakni Sumpia. Istilahnya dari Lokal go Global.

Bolang (Blogger Kompasiana Malang) memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan pengalaman berharga beliau. Dalam tajuk Bolang Ngumpul kali ini para Bolanger belajar tentang bagaimana gigihnya seorang ibu rumah tangga membangun merek, cita rasa hingga bisa diminati banyak orang bahkan hingga ke negeri Jiran.

Pengalaman Menjadi Eksportir Bu Hayatun Hataraya Food Makaya Sumpia Brownies Story Usaha Jajanan Camilan Malang selamethariadi 1

Awalnya dari Memulai Usaha

Pagi yang indah di dalah satu daerah di kota Malang para Bolanger berkumpul Bersama Bu Hayatun. Beliau memiliki usaha Hataraya Food. Kami disambut ramah dan nyaman di lingkungan asri tempat kami berdiskusi dan ngobrol seputar usaha yang dirintisnya ini hingga besar.

Cerita Bu Hayatun dari sekitar 6 tahun yang lalu dia berhenti dari pekerjaannya. Yakni pengawas koperasi. Memang bagi seseorang berhenti dari sebuah pekerjaan dan hijrah ke pekerjaan lainnya sebuah tantangan tersendiri.

Bu Hayatun sempat stress sekitar 4 bulan selepas memutuskan berhenti dari Pengawas Koperasi. Saat ada yang mengajak pelatihan yang diadakan Dinas Koperasi, beliau coba mengikutinya hingga disarankan membuat usaha. Selepas itu, saat bulan puasa beliau main ke rumah temannya dan melihat sumpia goreng. Beliau dikasih lalu diberikan anaknya dan katanya enak.

Selepas itu beliau melakukan inovasi Sumpia dan menemukan 5 rasa yang sekarang ada. Sebagai informasi, Bu Hayatun ini sebenarnya tak terlalu suka pedas sedang inovasi camilan yang dibuatnya adalah pedas. Kok bisa? Ya, karena ada anak-nya yang menjadi penguji rasa.

 

Suka Berjejaring atau Komunitas

Bu Hayatun memang suka berjejaring atau berkomunitas. Beliau memang seperti seorang marketer banget kalau bertemu orang. Pengalaman ekspornya dimulai dari ikut sebuah komunitas Ekspor dari salah satu perbankan. Selepas pelatihan sekitar satu tahun ada peluang untuk ekspor.

Peluang ini tentu dimanfaatkan Bu Hayatun. Beliau mengemas camilannya dengan baik, mengikuti jenjang seleksi yang ketat dari pembeli luar negeri hingga akhirnya produknya bisa diekspor dan diterima pasar luar negeri. Tepatnya di Malaysia.

Kenapa Malaysia? Hal ini karena pasar Malaysia masih mirip dengan Indonesia yakni Masyarakat yang suka dengan camilan yang pedas. Inilah yang menjadi inovasi dimana awalnya bu Hayatun memiliki ide untuk membuat camilan Sumpia yang pedas.

Di Indonesia juga produk beliau di terima di banyak tempat mulai dari minimarket nasional, tempat oleh-oleh hingga banyak reseller produknya. Hal ini tentang dari hasil kerja keras beliau meyakinkan orang akan produknya. Tak banyak gembar gembor namun langsung ke sasaran pengambil kebijakan.

Per bulan 500 hingga 700 pack produk beliau terjual. Ini tentu menjadi kebanggan tersendiri, terlebih beliau memulainya dari industri rumahan. Beliau pun memberdayakan pekerja untuk melakukan produksi produk-produknya.

Pengalaman Menjadi Eksportir Bu Hayatun Hataraya Food Makaya Sumpia Brownies Story Usaha Jajanan Camilan Malang selamethariadi 1

Inovasi… inovasi… inovasi terus…

Inovasi terus dilakukan Bu Hayatun. Permintaan yang besar membuatnya terus melakukan inovasi dalam pembuatan produknya agar bisa melayani pasar yang begitu tinggi. Sebagai usaha mikro, tentang adanya investor yang bersahabat menjadi harapannya. Bisa mulai per project atau jangka Panjang.

Beliau pernah melakukan pameran Internasional di pulau dewata. Nah dari sana beliau mendapat tantangan untuk melakukan inovasi. Inovasi sumpia rasa kopi, karena  request dari pameran internasional di nusa dua bali. Dari Pabrik kopi bhinneka. Idealisme Bu Hayatun pada cita rasa membuatnya bisa menyuplai camilan dengan rasa kopi ini.

Produk Sumpia dari Hartaraya Food ini bisa tahan lama karena murni semuanya dalam pembuatannya, Tanpa pemanis buatan, tanpa pengawet. Kadar minyak hanya sekitar 5% yang menjadikan penyebab produk camilan ini bisa tahan lama. Lombok atau cabai menjadi bahan penting pada camilan Sumpia pedas ini, 1 kg Lombok pun bisa jadi hanya 1,8ons untuk menambah rasa nikmat camilan ini beda dari yang lain.

Hataraya sebagai nama usaha berasal dari nama Hayatun dan Renata (anaknya). Sedangnya nama Makaya merupakan singkatkan dari Mak Hay (nama panggilan Bu Hayatun). Jargon, slogan atau tagline pun sudah dibuat Bu Hayatun untuk produknya.

Makaya: krauk-krauk hu.. hah

Brownies story: ada cerita di setiap gigitannya

Hataraya: memberi makna dalam setiap rasa

 

Pengalaman Pengalaman Menjadi Eksportir Bu Hayatun memberikan kesan pada kita semua untuk bangkit dan selalu berinovasi lebih baik dalam hidup. Terima kasih Hataraya Food, semoga semakin besar, berkah dan bermanfaat untuk khalayak ramai…

Remember The Titans, Cerita Inspiratif Perbedaan Bukan Halangan

Remember The Titans, Perbedaan Bukan Halangan. Satu lagi cerita bagaimana perbedaan warna kulit bukanlah hal yang menghalangi untuk bersatu. Ini cerita tentang tim futbol “The Titans”. Dimana pelatih kulit hitam menjadi pelatih di sekolah ini. Sebelumnya sudah ada pelatih kulit putih yang melatih. Namun karena keputusan Dewan sekolah tentang penyatuan sekolah, alhasil ada pelatih kulit hitam yang melatih klub ini.

Remember The Titans, Cerita Inspiratif Perbedaan Bukan Halangan
Remember The Titans | dok.ew

Cerita ini merupakan cerita dimana saat itu kondisi orang kulit putih dan hitam sedang berkemelut. Mereka saling mendukung ras dari kulit mereka masing-asing. Pelatih kulit hitam ini memiliki cara berbeda dalam melatih. Klub Futbol dikumpulkan dalam sebuah training camp bersama.

Awalnya terjadi perbedaan diantara mereka. Namun persatuan dimulai saat sang pelatih meminta mereka berlari mulai jam 3 pagi. Disini mereka dipertemukan dengan sebuah makam karena korban perbedaan. Ini jadi pelajaran bagi anggota tim futbol ini. Ohya, sang pelatih ini meminta mereka juga tidur dengan bukan sewarna kulit dengan mereka. Jadi kulit putih tidur dengan kulit hitam. Dan mereka diminta mengenal teman sekaman mereka, jika tidak ada hukuman dengan tambahan latihan bagi mereka.

Selepas Camp ada yang berubah dari mereka. Tim ini jadi lebih memahami satu sama lain. Ini pun mengagetkan keluarga mereka. Di sekolah oleh sebagian siswa lain pun juga masih belum sepemikiran dengan mereka. Sempat ada perkelahian atau pengeroyokan orang kulit hitam. Untunglah ada sahabat kulit putih yang setim-nya yang menyelamatkannya.

Pertandingan demi pertandingan dilalui tim ini. Menarik sekali menikmati pertandingan mereka. Juga hubungan komunikasi antar pelatih. Dimana pelatih kepala kulit hitam dan sang asistennya yang kulit putih.

Tim ini berhasil jadi juara negara bagian dan runner up tingkat nasional. Ada salah satu anggota timnya juga kecelakaan juga dilatih oleh sang sisten kulit putih, alhasil bisa juara olimpiade disabilitas. Cerita yang menarik untuk memahami bahwa kita bukan focus pada perbedaan saat bersosialisasi dengan orang lain.

Remember The Titans, Cerita Menarik dan Inspiratif tentang Perbedaan bukan Halangan menjadi lebih baik.

Cerita Freedom Writers, Memahami Ras Lain dari Ras Kita

Freedom Writers, Pentingnya memahami Ras Lain. Freedom Writers, sebuah cerita tentang bagaimana memahami ras yang berbeda dengan ras kita. Cerita yang diawal oleh seorang yang perdana menjadi guru  yang bernama Erin Gruwell. Persiapan dilakukannya untuk hari pertamanya menjadi guru. Ruang 203 merupakan ruangan kelasnya mengajar. Continue reading Cerita Freedom Writers, Memahami Ras Lain dari Ras Kita

Temple Grandin, Berbeda bukan Artinya Tidak Mampu

Ini cerita tentang Prof. Temple Grandin. Berbeda bukan Artinya Tidak Mampu. Dia dikenal berbeda sejak kecil karena autis-nya. Dia pun berpindah sekolah, di sekolah barunya yang berasrama awalnya orang tuanya menolak untuk masukkan Temple Grandin ke sekolah ini. Namun ada salah seorang guru yang meyakinkannya. Alhasil Temple Grandin bersekolah di sekolah ini. Continue reading Temple Grandin, Berbeda bukan Artinya Tidak Mampu