MEMANTASKAN DIRI untuk DOA yang dipinta

Suatu hari Allan memandangi mimpinya nan indah bila tercapai.  Seakan dunia bisa ditangannya dengan Ridho Sang Penguasa Alam. Menjadi manusia dengan kesenangan yang memadai dengan mimpi yang tercapai lalu bermimpi lagi mencapai mimpi selanjutnya. Indahnya…

Dia juga bisa dikatakan sering meng-afirmasi apa yang diimpikan-harapan atau doa itu dengan berbagai caranya. Meski kadang ada yang kurang mendukung karena mimpinya terlihat jarang ada yang memilih untuk mencapainya. Sedetik itu juga, Allan menguatkan dirinya bahwa bila manusia tak mampu membantunya mencapai itu maka ALLOH-lah yang pasti akan membantunya, saat tangan-tangan manusia ini tak mampu membantu maka pastilah Tangan yang Luar Biasa dari ALLOH yang membantunya.

Entah kenapa, doa yang terbaik yang dipanjatkannya juga target-target hidup dengan afirmasinya juga apa yang dibayangkannya bila mimpi tersebut tercapai pun telah dilakukan seiring banyak masukan akan motivasi hidup. Karena itulah menjadikannya kurang semangat karena apa yang ditargetkan belum mencapai sesuai targetnya.

ALLOH memang sesuai prasangka baik hambaNya, saat keadaan kurang semangat pun ALLOH seakan memberikan teguran yang cantik kepada Allan dengan berbagai cara. Saat dia kurang memperhatikan Orang tuanya, saat itu pulalah ALLOH member teguran seperti dengan memberikan cerita Ibu lain yang membuatnya menngingat pengorbanan ibunya. Saat lelah menghantuinya dalam bekerja, saat kenikmatan Sholat malam membuatnya kembali semangat nan indah.

Apa hal yang dapat kita pelajari disini? Adalah hal dimana kita perlu memantaskan diri akan Doa-Harapan-Impian kita. Kita telah mengajukan permohonan Doa yang indah yang sering juga kita mengafirmasi diri juga membayangkan jika Doa indah itu terkabul atau tercapai, namun apakah kita sudah memantaskan diri akan Doa kita tersebut?

Memantaskan diri bukan hanya seakan-akan kita telah mencapai doa kita tersebut, melainkan apa Planning yang tersusun agar kita dapat mencapainya. Kedisiplinan dalam pemantasan diri akan doa inilah yang perlu kita perhatikan. Saat kita berdoa tentang suatu hal agar dikabulkan minggu depan, apakah kita sudah mempunyai cara agar bisa tercapai minggu depan? Sahabat semuanya, ALLOH mengingatkan kita tentang kedisiplinan melalui Sholat, lalu kreatifitas melalui kekhusyukan Sholat atau hal ibadah lainnya.

Sahabat semuanya, memantaskan diri adalah bentuk kita meyakini bahwa kita pantas untuk Doa terbaik kita yang kita minta yang Maha Segalanya ALLOH SWT. Semoga saya pribadi dan kita semuanya bisa memantaskan diri untuk Doa kita agar Doa kita segera tercapai pula.

Be Best Together!

INSPIRASI itu dari IBU

Ibuku bangun mulai sebelum Subuh, melanjutkan dengan Tahajud atau mungkin juga Sholat Isya jika belum tadi. Lalu melanjutkan aktivitasnya mempersiapkan jualan di Lapangan nanti mulai pagi. Ibu merupakan Inspirasiku, atau bahkan sahabat-sahabat lainnya sebagai inspirasi hidup. Ibu memberikan kasih sayangnya dengan keteduhan sebagai Ibu.

Bangun pagi-pagi banget lalu mempersiapkan jualannya. Tak lupa makanan buat anaknya di pagi hari. Bila Puasa disiapkan pula sebelum Subuh  menjemput Dunia. Tenaga seakan terus mengalir dalam diri Ibu, tak kenal apa rasa lelah itu. Yang ada hanyalah rasa semangat melayani, memberikan hal terbaik untuk keluarganya agar lebih baik.

Keinginan Ibuku yang tertinggi saat ini mungkin adalah segera menunaikan kewajiban rukun Islam ibadah haji ke Tanah Suci. Pencapaian ini sudah dimulai dengan adanya buku tabungan haji. Lalu meningkat dengan adanya talangan haji, dari dana talangan haji inilah Ibu sudah mendapat porsi untuk 2012. Hal ini terbilang masih lama bagi Ibu, belum sampai berfikir kesitu kami keluarga haruslah berfikir pada pelunasan talangan haji agar biaya administrasinya tak membumbung dan semakin menambah potongan-potongan administrasi pada Bank. Terlebih lagi hutang selain itu masih menunggu untuk dilunasi.

Satu tahun di tahun 2012 ini merupakan sebuah tantangan pencapaian untuk melunasi hutang hingga dana talangan haji Ibu. Mimpiku begitu besar, ingin menghajikan Ibu segera tahun ini atau tahun depan dengan ONH Plus agar cepat berangkat. Inginku pula menghajikan Mbok Jah, Mbah Supono, Mbah Di, Mbah Jah, Mbok Ti, Pak Wek, Ayah, Mertua, Istri hingga diriku sendiri bila bisa tahun ini atau tahun depan. Ditambah pula ingin mengurus CV/PT juga dengan kantor-nya. Ya ALLOH… mimpi hamba begitu besar, berikan hamba kemampuan untuk mencapainya… Engkaulah Maha Pemberi Jalan Kemudahan.

Obat Aborsi dijual Bebas ?

Mungkin bagi kita yang tidak memperhatikan, bahwa Obat aborsi dijual Bebas di pasaran. Dengan berbagai macam cara bidang pemasaran yang dilakukan obat aborsi seakan menjadi makanan renyah seperti snack yang dijual di pasaran. Obat pendukung seperti Obat KB juga mudah ditemui, bahkan dengan memakai pakaian sekolah pun dapat ditemui di warung, toko, minimarket hingga apotik. Wah… rasanya pengawasan Pemerintah sangat perlu untuk masalah ini.

 

Kesucian wanita Indonesia

Kesucian wanita Indonesia mulai memudarkah dengan berbagai transformasi budaya non-Indonesia yang masuk? Persis seakan tanpa saring dan masuk dengan menjadi gaya atau style yang dianggap modern. Padahal di Barat sekalipun yang Negara-negaranya besar dan jamak akan masalah modernitas hal tentang kesucian wanita adalah sesuatu yang sangat mahal harganya. Tentunya dimanapun pria akan memilih wanita yang masih dalam kondisi virgin, yang kemauluannya belum tersentuh kemaluan lawan jenisnya.

Seperti teori ekonomi dan perdagangan, semakin banyak peminatnya maka barang akan banyak mulai  ditemui karena banyak produsen/produksi-nya hingga penjualnya. Obat aborsi mulai banyak dijual adalah karena banyak pula peminatnya, seperti rilis tahuan 2008 saja  sekitar 2 juta wanita Indonesia Aborsi. Dan hal itu meningkat di tahun berikutnya 2009 hingga 2010 sekitar 2,5 juta wanita Indonesia aborsi. Meski sudah banyak promo poster, talkshow hingga film-nya tentang Virgin; ikhwal tentang menjaga kesucian menjadi hal yang kurang diperhatikan. Saya sendiri mulai khawatir jika ada pemberitaan anak MA (Madrasah Aliyah) melakukan perilaku yang kurang senonoh di gudang, yang untungnya ada masyarakat yang mempergoki.

 

Apakah ini wajah masyarakat kita?

Sebuah pertanyaan selalu menghampiri kita, Apakah ini wajah masyarakat kita? Mungkin kita harus dengan TEGAS menjawab TIDAK! Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang menjunjung tinggi perihal kesucian diri, norma, kesopanan, hingga budaya kekeluargaan yang menyamankan. Masyarakat kita mungkin pada fase dimana masih dalam tahap penegasan diri akan budaya Indonesia yang dibanggakan, khususnya menjaga kesucian diri. Layaknya sebagian Negara lain pun, Aborsi adalah sesuatu yang dilarang oleh batasan tertentu dalam hukum. Bukan hanya hukum Negara, dalam norma di masyarakat pun dirasa bukan hal yang pantas.

 

Pengawasan yang Ketat

Pengawasan penjualan Obat aborsi adalah suatu keharusan bagi Pemerintah. Bukan hanya Depdag namun juga Depkominfo yang menjadi pengawal informasi di Indonesia. Obat KB, Kondom atau alat kontrasepsi yang lain layaknya menjadi keharusan untuk diawasi penjualannya. Pemerintah layaknya bisa tanggap dengan pemberitaan di televisi yang memberitakan hingga investigasi tentang mudahnya mendapat alat kontrasepsi hingga obat untuk aborsi di kalangan masyarakat umum. Disamping tantangan kita dalam bernegara yang lain, tantangan yang satu ini layaknya menjadi perhatian khusus untuk ditangani dengan segera agar masyarakat Indonesia menajdi lebih baik dengan kehidupan yang wajar tanpa aborsi.

Setiap Gerak Sendi adalah LILLAHI

Setiap Gerak Sendi adalah LILLAHI
masih teringat di otak Tony malam itu, saat melihat tulisan itu di kolom agenda harian Kang Toha. “Sebuah kata yang indah ya…” gumam Tony dalam hati. Setelah berdoa, bersiaplah Tony menuju indahnya pulau kapuk. Pikirannya menjauh, merayap menuju aliran mimpi indahnya hingga lelah bercampur tidur malam itu.

******

Dering alaram di Handphone (HP) berbunyi memecah kenikmatan hening di dini hari jam 3 Pagi, Tony segera berbegas mematikan alarm dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu kemudian melanjutkan aktivitas sholat malamnya. Di akhir sholat-nya, dia mengambil buku agendanya. Menulis agenda yang akan diselesaikan hari itu.

“Ah… apa ya…” gumamnya sambil berfikir, lalu melanjutkan tulisannya.

“ohya, Setiap Gerak Sendi adalah LILLAHI… dzikir yang banyak tiap waktu nih” sambungnya lalu melanjutkan dengan dzikir.

******

Pagi ini diliputi mendung, meski mentari sebenarnya sudah menyapa. Tony seperti biasanya ke warung Pak Amin untuk ngopi di pagi hari sambil meng-update berita dari koran. Di tengah asyiknya membaca, Sahabatnya Aziz menyapanya dan mulailah percakapan pagi hari…

“Ziz, lagi dzikir gak kamu?” sapa Tony sambil senyum

“he… udah tadi Shubuh bro… knapa ni?” sambung Aziz

“owh, gak apa-apa… Kemarin aku dapat kata mutiara bagus lho dari Kang Toha” kata Tony

“Wah… apa tuh, kayaknya bagus nih buat pagi-pagi gini biar greng menghadapi hari” jawab Aziz dengan muka penasarannya

“Setiap Gerak Sendi adalah LILLAHI, keren gak?” tanya Tony

“keren-keren… maknanya bagus tu sebenarnya ya… buat kita kudu inget kalau setiap gerak sekecil apapaun hingga sendi kita itu berdzikir kepada ALLOH” jawab Aziz dengan serius

“Owh, iya bener-bener… setiap gerak hingga sendi kita adalah untuk ALLOH. jadi emang kita perlu Selalu inget sama yang Nyiptain kita ini ya…” sambung Tony sambil melihat jam di HP-nya.

“Wah… Ziz aku pulang dulu ya, ada jadwal ngirim 200 jas kerja hari ini ke Timika. Kapan-kapan kita bahas lagi ni” kata Tony sambil menyerahkan uang ke Pak Amin yang juga memperhatkan percapakapan mereka

“Oke, ati-ati bro semoga tambah terus orderannya biar cepet ke stadion-nya Inter Milan” kata Aziz yang tahu kalau Tony suka dengan klub Inter Milan

Waktu pagi itu berjalan dengan tenangnya, diiringi pemandangan sibuk pagi hari di berbagai tempat ditambah kesibukan Tony pula.

_____________

Semoga Bermanfaat.

Setiap Gerak Sendi adalah LILLAHI