Mengambil Pelajaran dari Kematian

Kemarin diiringi hujan aku dan bersama rekan lainnya ta’ziyah ikut berbela sungkawa atas meninggalnya salah satu anggota keluarga (nenek) dari siswi yang aku jadi wali kelasnya atau bagiku sahabat belajarku. Ini untuk kesekian kalinya aku mendapatkan berita meninggalnya keluarga sahabat belajarku. Raut kesusahan, lelah, dan hal duka lainnya terpancar dari mereka meski kadang coba ditutupi.

Kematian… lalu?

Meninggal dunia, wafat, mati atau apapun istilahnya menjadi hal akhir hidup kita di dunia yang menggambarkan bagaimana bahwa hidup kita di dunia sementara. Kalau kita mendapat kabar meninggal seseorang, bagaimana kita menyikapinya? Apakah kita dapat mengambil pelajaran dari kejadian itu?

Selayaknya kita mengambil pelajaran dari Kematian. Berita yang aku terima beberapa waktu lalu bahwa ada siswi yang ditinggalkan neneknya tentu wajar jika tangisannya tersedu-sedu, bahwa ada yang terpancar dari sikap diamnya yang membuatku melakukan berbagai cari untuk menghiburnya.

Kemarin saya mintakan barokah Fatihah saat di kelas yang aku bimbing belajarnya, pelajaran buatku dan buat mereka di kelas itu adalah menjadi pelajaran jika keluarga kita yang meninggal. Berapa banyak kita mengecewakan keluarga? Apakah kita sudah banyak memberi senyum dan kebanggannya pada keluarga kita? apakah ada uang dari orang tua yang malah digunakan untuk berpacaran tak jelas?

Hidup bagaimanapun memang adalah sebuah hal yang tak ketahui kapan akhirnya. Hal wajar jika kita dekat dengan orang, lalu orang itu meninggal dan kita merasa terpukul dan tergambar dalam diri kita raut yang sediah dan tangisan. Lalu apakah kita juga sudah siap meninggalkan kebaikan dalam hidup kita?

Pelajaran, ya apakah kematian orang lain membuat kita memahami apakah makna sebenarnya dari hidup. Ingat… Hidup kita ini untuk apa…?

Buku: Jiwa-Jiwa Keikhlasan dan Perjuangan

Apabila ada orang yang telah kamu tolong, yang telah kamu beri jasa, yang telah kamu didik dan seterusnya. Kemudian orang itu tidak berterima kasih, tidak mengakui jasamu, malah bersikap kurang baik atau malah memihak orang lain yang memusuhimu… Ketahuilah, bahwa semua itu merupakan ujian bagimu sampai dimana keikhlasan, sampai dimana keimananmu untuk itu bersabarlah. Dan tingkatkanlah keikhlasanmu langsung kepada Allah.

Hal di atas merupakan salah satu pesan utama dalam buku ini. Awal buku ini dimulai dari pengantar penerbit yang menyampaikan alasan adanya buku ini yang merupakan kumpulan tulisan dari KH. Imam Zarkasyi. Alasannya penerbit menganggap bahwa manusia tidak akan dihidupkan di dunia kecuali untuk berjuang mengemban amanat sebagai khalifah fil-ardhi dan sebuah usaha tidak dikatan perjuangan tanpa didasari keikhlasan. Sehingga mutlak jiawa-jiwa keikhlasan dan perjuangan harus dimiliki oleh semua makhluk bernama manusia, terkhusus kita sebagai ummat Islam yang nota bene seorang santri.

Ilmu adalah barang yang tak tidak dapat dibeli, ia mahal. Dan ada juga yang lebih mahal dari pada ilmu yaitu Harga Diri atau kehormatan diri. Hal ini sangatlah penting dalam menjalani kehidupan. Hal lainnya mendidik berani adalah hal penting lainnya dalam mengisi mental manusia.

Dalam melakukan hal baik namun tak mendapat balasan yang diharapkan maka bersabarlah dan tingkatkanlah keikhlasan yakni ikhlash langsung kepada Allah. Pamrih semata-mata kepada Allah dengan berdoa boleh bahkan diperintahkan dan sudah merupakan ibadah. Sebenarnya tak perlu lagi ada keraguan tentang balasan yang baik ataupun yang buruk dari amal perbuatan seseorang. Itu jelas dalam Al-Qur’an “Maka alasan apa lagi yang menyebabkan engkau mendustakan adanya balasan?” kemudian di dalam Al-Qur’an diikuti dengan ayat “Bukankah Allah itu hakim yang seadil-adilnya?”. Semoga Allah menolong kita dan memberi petujuk kepada kita serta meridhoi alamal usaha kita…

Sholat itu nikmat dan ringan kalau sudah lama dibiasakan. Seapat mungkin supaya sepenuh waktu sholat itu penuh isi, paling tidak sebagian saja dulu dan seterusnya dilatih memenuhi isi itu sediki demi sedikit sampai penuh. Kita mungkin tak dapat mengukur kekuatan doa dengan apsti,s ebagaimana mengukur volume atau beratnya suatu benda. Tetapi kita dapat merasakan dan membuktikan pengaruh ghaib yang luar biasa dari doa tersebut.

Banyak pesan atau nasehat dalam buku ini mulai dari untuk diri, hidup kita bermasyarakat  hingga hubungan kita dengan keluarga yang jangan mengandalkan orang tua serta standar hidup. Hidup yang cukup bukan berarti harus mahal dan berlebihan. Buku ini dirasa cukup perlu dan penting di jaman sekarang dimana dibutuhkan ketinggian ikhlash dalam perjuang memperbaiki negeri.

———————–

Judul Buku: Jiwa-Jiwa Keikhlasan dan Perjuangan
Penulis: KH. Imam Zarkasyi
Penerbit: Darussalaam Pos
Halaman: 93

Sony Styawan… Maafkan kami…

Sony Styawan lahir di Malang 27 Oktober 1997.

Guyuran air dari langit mengiringi obrolan kami dengan orang tuanya. Remuk redam rasa harus menyampaikan berita ini, tapi apalah daya memang harus segera tersampaikan.

Sony Styawan TKJ5 SMK INDUSTRI ALKAAFFAH MALANG

Sejak masuk di kelas TKJ5 diamanahi sebagai wali kelas mereka, saya coba melakukan elaborasi pada semua murid. Tak terkecuali Sony Styawan yang mendapat banyak keluhan hingga berbagai macam pandangan tentangnya.

Salah satu cara melakukan elaborasi pada anak ini adalah melakukan diskusi psikologi dengan salah seorang sahabat yang juga pembicara psikologi serta Mahasiswi psikologi di Jogja. Karena ternyata sahabat saya ini lebih mendalami Psikologi klinis akhirnya diberi rujukan pada sahabat lain yang mendalami psikologi pendidikan.

Analisa tulisan juga dicoba untuk dilakukan, yang akhirnya pada semua siswa di TKJ5. Hal ini hanya untuk melihat apakah ada perhatian khusus pada karakter seseorang layaknya mengalami disleksia. Berbagai cara penanggulangan tindakan kelas memang kadang saya konsultasikan pada sahabat yang lebih memahami bidang psikologi, karena apa yang mereka dalami mungkin bisa jadi cara membuat murid yang saya ajar lebih nyaman secara psikologis dan penanggulangan ikhwal psikologinya juga bisa dilakukan. Ada ide juga mendatangkan yang ahli psikologi atau yang membawanya ke lembaga psikologi.

Usaha lain juga dilakukan sahabat-sahabat mereka dengan berbagai macam cara tentunya. Entah itu bisa diterimanya atau tidak. Namun tujuan sahabatnya sekelas tentu baik agar kekompakan dan solidnya bisa dijaga dan dikembangkan jadi terbaik dari waktu-waktu sebelumnya.

Melihat foto kelas, owh… ternyata tanpa Sony. Ah… apakah ini sebuah tanda dari masa lalu…

 TKJ5 SMK INDUSTRI ALKAAFFAH KEPANJEN MALANG INDONESIA

 

Sony… Maafkan kami…
Maafkan jika usaha kami padamu masih kurang
Maafkan jika sikap kami menyakitimu
Maafkan jika belum mampu memahamimu

Sony… Maafkan kami…
Kami berharap engkau bisa berubah
Berubah TERBAIK dari waktu-waktu sebelumnya
Sebelumnya lemah menjadi The Best Your Self

Sony… Maafkan kami…
Hidup ini mungkin Keras Son…
Namun, kau harus lebih keras pada kehidupan ini
Agar kehidupan tak keras padamu

Dalam elaborasi kebijaksanaan
Temui berbagai macam hal kebaikan
Dengan berbagai cara yang kau usahakan
Semoga kita tetap Be Best Together dalam pertemanan

Mungkin hanya soal cara pandang
Kadang orang menganggap kita rendah
Padahal kita tak seperti yang mereka pandang
Kau sebenarnya tinggi namun ingin terlihat rendah

Bagaimanapun dirimu, jadilah yang punya manfaat
Bukan hidup hanya untuk mengejar martabat
Semoga Tuhan Menganugerahkan banyak bakat
Untuk menunjukkan bahwa sebenarnya kau hebat

Hidup Sekali, hiduplah yang berarti…
Mungkin banyak orang salah arti
Akan sikap dan apa yang ada dalam hati
Tetap berjuang Son… berikan mereka Bukti

Jadilah Sony Styawan sesuai impianmu
Dengan berbagai kemampuan dan ilmu
Ingatlah… kami tetap sahabatmu
Kita keluarga dalam ikatan ilmu

Maafkan atas segala kata yang kurang berkenan
Maafkan atas segala sikap yang buat kurang nyaman
Maafkan atas segala fikiran yang kurang beraturan
Maafkan atas segala cara mendidik yang kurang dari kesempurnaan

Muamalat Spirit, Energi Kebangkitan (The Celestial Management – Chapter 2)

Bila kini Spirit itu kian membara, sungguh tak laik dipadamkan. Kecuali, tangan-NYA yang menghendaki

Penobatan Muhammad SAW sebagai utusan Sang Maha pada senin 21 Ramadhan (10 Agustus 610 M) membuat perubahan mula Peradaban Ilahiyah kembali tertoreh. Perjuangannya tertulis sebagai sejarah nan indah hingga saat ini. Beliau menantang derasnya arus saat itu dimana arus Jahiliyah yang berkembang menjadi amanah untuk disejukkan dengan nilai-nilai Islami.

Dari negeri yang bercahaya Madinah, Islam menambah luas ke Persia Baru Sassanids di Timur laut dan Bizantium Romawi Timur di barat laut. Meski nampaknya kekuatannya tak sebanding dua negeri itu, namun gerak langkahnya tak mampu dibendung kekuatan mayoritas.

“…Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:249)

Kembali melihat sejarah, Mesir berhasil dibebaskan dari kangkangan Bizantium di tahun 642 M. Qadisiya dan Nehavend jadi saksi bisu lantaknya imperium Persia pada 637 M dan 642 M. Mesopotamia, Syria, Palestina dan Afrika Utara kini mengibarkan bendera kebebasan. Di tahun 711 M Spanyol berada dalam genggaman, lalu kemudian konstatinipel mengikuti di tahun 1453 M.

Bagaimana? betapa kerennya strategi bumi dan keputusan langit menghasilkan suatu kekuatan Spirit, energi yangmampu menggerakkan segala potensi diri untuk menghasilkan kinerja optimal.

Perguliran Waktu dan Mendobrak Kebekuan

“…kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)…” (Ali Imran:140)

Waktu terus bergulir lalu menghasilkan sejarah, perjuangan panjang senantiasa berganti menjadi pengiring kehidupan. Setelah masa keemasan berputar, seakan seperti roda berputar spirit mulai mengendur hingga kekuatan menjadi ketakutan.

Dunia yang mulai menjadi lekat melupakan Ukhrawi yang jadi tujuan. Spirit seolah tak ada diganti kamuflase eloknya kesuksesan kapitalisme dan sosialisme yang seakan menguasai dunia hingga seolah menjadi doktrin tersendiri.

Negeri dengan mayoritas Muslim sekalipun turut larut dalam gemerlap kapitalisme hingga sistem ribawi menjalar ke berbagai sektor seakan menjadi penyelamat dari keterpurukan bangsa. Sugesti bangsa besar dengan sistem seperti itu selayaknya diganti.

“  Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila…” (Al-Baqarah:275)

Beragam diskusi baik formal ataupun non-formal seakan menggambarkan ada sebagian manusia yang jengah dengan kondisi ini. Pada Rapat Kerja Nasional MUI (Majlis Ulama Indonesia) 17-20 Desember 1989 sudah diselipkan rekontruksi bangunan ekonomi ummat oleh Amin Aziz namun kurang mendapat perhatian.

Akhirnya pada Lokakarya MUI 18-20 Desember 1990 muncul untuk mengamanatkan pembentukan organisme syariah bebas bunga. Tantangan pun muncul dari Mensesneg Moerdiono dengan berbagai pertanyaan yang intinya perlukah hal itu dilakukan.

Masa awal pengenalan dikira MUI ingin membentuk Bank, namun sebenarnya MUI mengambil prakarsa untuk pembentukan sebuah Bank. Dengan spirit yang menyala dan pertolongan Allah semata pada 1 Mei 1992 menjadi sejarah bangsa Indonesia dengan berdirinya Bank nirlaba yakni Bank Muamalat.

Bank Muamalat Indonesia
Bank Muamalat Indonesia (dok. foto: muamalatbank)

Babad Alas, Spirit Mengalir

Memang bisa dikatakan Babad Alas, perjuangan pertama yakni membuka paradigma baru. Kapal Muamalat untuk meninggalkan dermaga ribawi awal dinahkodai Zainulbahar Noor. Spirit belajar dan bekerja merupakan hal yang dilakukan pada awal pengembangannya.

Kajian-kajian Islam yang kental jadi menu keseharian dalam kelompok-kelompok kecil, para kru dan direksi mengisi relung kalbu dengan ayat-ayatNya. Arthaloka seolah jadi rumah Arqam bin Abi Arqam jadi tempat penggemblengan para mujahid perintis perekonomian Islam di negeri ini.

Pada kepemimpinan periode berikutnya yakni hadir Nahkoda Zainul Arifin.Spirit yang terlihat dengan upaya konsolidasi yang kian matang dalam bingkai kehati0hatian menjalankan syariah Islam dalam bidang perbankan.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fushshilat:30)

Mendapat terjangan krisis moneter tahun 1997 kapal Muamalat memang dapat berlayar namun dengan bahan bakar yang terus menipis. Kondisi organisme Finansial perlu mendapat penangan dengan bijak dan tepat.

Pada Direksi angkatan ke-3 Muamalat kembali diuji. Jika fase pertama tentang pondasi yang kuat dan fase kedua tentang konsolidasi internal yang kuat. Dengan memanfaatkan potensi yang terpendam untuk melaju dengan cepat disinilah lahir kepeimpinan dari rahim sendiri organisme Muamalat sebagai laboratorium pembumian manajeman langit untuk emncapai kesuksesan. Beragam konkroversial dan tak populer menjadi warna di fase ini, dengan spirit pemberdayaan nyatalah lompatan besar itu terjadi. Keuntungan diraih dari laporan keuangan, penyebaran semakin pula luasnya.

“  Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar…” (Fushshilat:53)

Hadirnya Muamalat dengan perkembangannya ini membuat jadi inspirasi bagi kelahiran bank-bank Syariah baru.

“  Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah Berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.” (Yaasin:82)

Kejadian-Nya memang pasti terjadi, yang terpenting adalah bagaimana untuk sampai pda kejadian itu, disitulah adanya proses pengabdian dengan energi luar biasa jadi faktor pemicu dan pemercepat.

Imunitas dibutuhkan untuk menguatkan dari berbagai tantangan. Tantangan yang dihadapi senantiasa dihadapi dengan kesabaran.

Selain itu perlu adanya Loyalitas, loyalitas disini adalah pada karya yang dikerjakan di jalan Allah. Oleh karenanya Organisme Muamalat tak hanya jadi media untuk memperoleh sesuap nasi namun juga sarana pengejawantahan ritual ibadah.

Pengerahan seluruh potensi untuk memperoleh ikhwal Produktif pada hasilnya dengan kekuatan Allah. Spirit yang terus menyebar untuk menebarkan Kebaikan membersihkan dari ‘darah kotor’ ribawi.

Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Jumlah Halaman: 11 halaman, 41-52 (Chapter/Bab 2)

Resume By: Selamet Hariadi

Berilmu, Perselisihan dan Kedengkian

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab** kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Qur’an Surat Ali Imran:19)

——————————————————————

**Ialah kitab- kitab yang diturunkan sebelum al-Quran.

Mungkin ini adalah sebuah teguran atau nasehat dari Allah. Kang Toha baru beberapa hari bergabung bersama komunitas Pencinta Al-Qur’an TIARA (Tiada Hari Tanpa Al-Qur’an). Komunitas yang awalnya tahu dari komunitas ODOJ (One Day One Juz) yang Kang Toha juga gabung disitu. Dari ODOJ ada info untuk gabung komunitas ODOA (One Day One Ayat) dan TIARA.

Komunitas TIARA adalah komunitas yang agendanya tilawah Qur’an 1 hari 1 halaman dan membaca artinya juga, akan lebih baik juga disertai tafsir Qur’an. Nah, Kang Toha serasa mendapat nasehat saat menemui ayat ke-19 dari Surat Ali Imran, yang artinya sebagaimana yang telah tertulis di atas. Ada hal menarik jika ditelaah dari arti ini, yakni sebenarnya orang yang telah diberi Kitab tidaklah berselisih, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu. Lho, kok dapat ilmu malah berselisih? Nah, jika dilanjut akan kita temui alasannya yakni karena kedengkian diantara mereka.

Dari kesimpulan disini sudah ada nasehat indah agar orang yang berilmu menghindari kedengkian agar tak berselisih. Kang Toha lalu mencari lebih dalam lewat software al-kalam yang merupakan Qur’an digital berisi Tafsir Ibnu katsir. Berikut penjelasannya:

Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Dan tiadalah berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian yang ada di antara mereka. Dan barangsiapa yang kafir kepada Ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat Hisab-Nya.

Innad d?na (sesungguhnya agama) yang diridai.

‘I?dall?hil isl?m (di sisi Allah hanyalah Islam), yakni Allah Menyatakan Kesaksian-Nya bahwasanya agama yang diridai di sisi-Nya hanyalah Islam. Para malaikat, nabi-nabi, dan kaum Mukminin juga menyatakan kesaksian yang sama. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan dua orang penduduk Syam yang meminta Nabi saw. agar menyatakan kesaksian yang paling agung yang ada dalam Kitabullah. Maka Allah Ta‘ala Menyebutkan kesaksian tersebut sehingga kedua orang itu pun memeluk Islam.

Wa makhtalafal ladz?na ?tul kit?ba (dan tiadalah berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab). Yakni tiadalah orang-orang yang diberi al-Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, berselisih tentang Islam dan Muhammad saw..

Ill? mim ba‘di m? j?-ahumul ‘ilmu (kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka), yakni keterangan yang termaktub dalam kitab mereka.

Baghyam bainahum (karena kedengkian yang ada di antara mereka), yakni lantaran perasaan hasud yang ada di antara mereka.

Wa may yakfur bi ?y?till?hi (dan barangsiapa yang kafir kepada Ayat-ayat Allah), yakni kepada Nabi Muhammad saw. dan al-Quran.

Fa innall?ha sar?‘ul his?b (maka sesungguhnya Allah sangat cepat Hisab-Nya), yakni teramat dahsyat Siksaan-Nya. Lalu Allah Ta‘ala Menjelaskan permusuhan mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) terhadap Nabi saw. berkenaan dengan agama Islam.

Ya Allah… Cerdaskanlah kami, jadikan kami berilmu dan bermanfaat, hindarkan-jauhkan hingga jangan terfikir oleh kami kedengkian dan hal dosa atau akan menyebabkan dosa lainnya…

Surau Unik di KLIA

KLIA atau dikenal juga KLIA Airport meski kepanjangannya sudah termasuk kata Airport yakni Kuala Lumpur International Airport (KLIA) adalah Bandara di Kuala Lumpur-Malaysia yang saya singgahi beberapa waktu yang lalu. Selain KLIA ada juga bandara LCCT, ada transportasi khusus bandara yang menghubungkan KLIA-LCCT ini.

Saya datang ke KLIA bersama beberapa orang yang lainnya, karena sesuatu hal kami tak bersama agen travel kami saat tiba di Kuala Lumpur. Nah, hampir sekitar 6 jam kami di bandara ini bingung entah mau kemana Hotel atau tempat transit kami.

Nah, selama di KLIA ini kami sempatkan berjalan-jalan namun tak semua tempat di KLIA disinggahi. Sebenarnya ada semacam hutan di dalam KLIA, namun saya tak sempatkan masuk ke dalam karena kami datang ke negeri jiran ini bersama jadi selayaknya tak terpisah sebelum ketemu siapa yang menjemput kami.

Sebenarnya kami akan berangkat dengan rekan lainnya, namun karena jam keberangkatan pesawat yang tak cukup untuk menunggu rekan kami yang dalam penerbangan dari Surabaya ke Jakarta dengan selisih waktu yang cukup sempit jika harus berpindah dari terminal domestik ke terminal internasional di bandara Soekarno Hatta, jadi tinggalah kami 5 orang (termasuk saya) yang berangkat duluan.

Ada sebagian dari rombongan saya yang datang duluan di Kuala Lumpur ini juga sempat berbincang atau mendengar orang Malaysia berbincang dengan bahasa yang mirip seperti Upin Ipin. Memang tak salah, karena logatnya memang hampir sama. Memang begitulah bahasa yang beragam di dunia ini, berbeda dengan beragam gaya bicaranya.

Menunggu cukup lama kami sempatkan pula untuk sholat, karena ikhwal bahasa pula saya belum begitu paham kalau bahasa untuk Musholla atau tempat sholat disini adalah Surau. Setelah berjalan-jalan akhirnya kami bisa temukan Surau untuk sholat.

Nah, yang membuat saya kagum Surau di KLIA ini arah Kiblatnya ditentukan oleh Majlis Mufti Negeri Selangor  yang mengurusinya. Jadi arah kiblatnya mungkin sudah dihitung sedemikian rupa oleh Majlis yang membidangi ini. Hal ini terlihat dari tulisan yang ada di Surau ini.

KLIA Airport Transit LCCT Express Map Kuala Lumpur Malaysia

Jika semua Surau, Musholla atau masjid seperti ini semua mungkin akan baik adanya. Penetapan yang dilakukan oleh Majlis tertentu yang memiliki kapabilitas untuk melakukan itu akan membantu ummat Islam dalam beribadah dengan keyakinan lurus dengan Ka’bah, karena sudah melalui perhitungan tim khusus yang melakukan itu.

KEINGINAN dan KEYAKINAN

Apakah Anda Punya Keinginan? Apakah Anda punya pula Keyakinan akan Doa terkabul?

Rasanya banyak banget yang ada di kepala, hati hingga ruh ini yang mau ditulis, mungkin juga anda ngerasa demikian… Tapi selalu saja jawabannya adalah perihal waktu, kurang semangat, takut deadlock, males, sibuk mengerjakan yang lebih penting, atau hal lainnya yang menjerami diri dengan kontemplasi kata.

Okay… saat ini aku pengen nulis tentang pengalaman yang aku dapet kemaren saat membelikan buku Merry Riana yang berjudul “A Gift From A Friend”. Sewaktu itu ada kata-kata yang membuatku berfikir, senyum hingga mendalami hidup, yakni kata dari sampul buku yang kira-kira bunyinya

 “Anda tak akan dapat yang anda inginkan, tetapi yang menjadi keyakinan Anda”.

 Kata itu diberi tanda kurung (yang berarti dikutip dari ) Oprah Winfrey.

Kata yang membuat berdesir adalah keinginan dan keyakinan. Sebenarnya apa bedanya? Bila kita bisa melihat sedikit lebih dalam, kata ingin dan yakin adalah kata yang sama namun berbeda maksudnya. Kata Yakin bisa sama dengan iman yakni keyakinan, sedang dalam Islam sendiri ada Rukun Iman yang harus diyakini mulai dari Iman kepada ALLOH.

Aku juga menemui kata keyakinan ini dalam tafsir awal surah al-Baqoroh yang dijelaskan oleh ustadz Halimi Zuhdy. Ternyata hidup memang merupakan puzzle yang akan saling menyambung nantinya. Penjelasan ustadz Halimi tentang awal-awal Surah al-Baqoroh dulu itu adalah bagaimana keyakinan akan hal ghoib, yakni bisa disamakan dengan keyakinan kita akan masa depan, mimpi, harapan, cita-cita atau do’a kita. Hal ini karena apa yang kita do’akan untuk masa depan kita adalah sesuatu yang ghoib atau banyak orang berkata masa depan adalah misteri karena kita belum tahu bagaimana nantinya, namun ikhwal tentang keyakinan adalah sebagai sebuah penguatan dalam diri akan do’a kita akan terwujud bahkan lebih indah nantinya. Oleh karenanya, ada yang member nama baik bagi anaknya karena memiliki keyakinan anaknya akan sesuai nama baiknya atau lebih baik.

Semoga bermanfa’at, Be Best Together selalu!

Selamet Hariadi.

Menyelamatkan Jiwa Melalui Media Sosial

Bagaimana Anda menggunakan media sosial? Tak jarang banyak jawaban umum yang menggunakan media sosial untuk melakukan sosialisasi diri, menambah pertemanan, mencari hal baru hingga ada pula yang menggunakannya sebagai salah satu media berjualan online. Hiruk pikuk media sosial kian berkembang yang membuat penggunaannya pun bermacam-macam dari berbagai karakter penggunanya pula.

Media Sosial untuk Kepedulian Sosial

Media sosial yang berkembang dan makin banyak penggunanya dapat digunakan sebagai bentuk untuk menggalang kepedulian sosial. Seperti yang dilakukan sahabat saya Bangkitlahia Wira Egara atau bisa juga dipanggil Ega yang menggunakan media sosial untuk menggalang kepedulian untuk keponakannya Muhammad Asyam Raihan Muyashar atau Asyam yang sekarang berusia jalan  2 tahun.

Titik Balik
Titik Balik

Kebanyakan dari kita akan merasa perlu punya peran akan hal yang kurang beruntung yang terjadi pada orang lain, pun begitu dengan sahabat saya Ega, ia menunjukkan rasa cintanya kepada Asyam dengan membuat grup di facebook  lebih dari 1 tahun yang lalu dan saat ini sudah memiliki 6.700 lebih anggota grup.

Bayi Asyam yang lahir secara cesar pada sabtu pagi 23 Juli 2011 ini mengalami kelainan pada Jantungnya yang terasa sakit dan berdebar, berat badannya susah naik, sebagian organ tubuhnya berwarna biru hingga merasa cepat lelah. Ayah bayi Asyam bekerja sebagai pegawai honorer sedang ibunya merupakan karyawan klinik. Setelah mengalami beberapa kali pemeriksaan didapat bahwa bayi Asyam mengalami penyakit jantung bawaan yang pada sekat bilik kanan dan kiri mengalami kebocoran sehingga terjadi darah bersih dan darah kotor bercampur.

Arsyam harus dioperasi. Tangisan kesakitan yang dirasakan bayi ini mungkin akan menyentuh rasa kepedulian kita semua, termasuk Ega sang Paman. Kejadian ini membuat Ega menemukan titik baliknya. Ia memutuskan tidak larut dalam kesedihan namun bangkit dan melakukan sesuatu.

Di dalam grup yang dibuat Ega ini mengabarkan perkembangan dari Asyam dan juga upaya yang  dilakukan untuk membantu bayi Asyam. Banyak doa ataupun support kepedulian dari berbagai pihak di media sosial terhadap bayi Asyam, jika di media sosial hanya dalam bentuk ketikan ucapan kepedulian namun selain hal itu mereka yang mengetahui hal ini juga ikut membantu dalam berbagai aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian sosial sebagai makhluk sosial. Acara penggalangan dana pun dibantu berbagai pihak untuk menggugah kepedulian khalayak ramai untuk ikut membantu meringankan beban keluarga segera melakukan operasi pada sang bayi.

Menggunakan Media sosial untuk menggalang kepedulian sosial memang hal yang baik, dengannya akan dapat menghimpun berbagai macam kalangan untuk lebih peka dan peduli pada orang lain. Seperti yang dilakukan Ega ini, berbagai macam pihak yang tersentuh hatinya turut membantu dalam melakukan penggalangan dana semampunya.

Titik Balik Menyelamatkan Jiwa Melalui Media Sosial
Titik Balik Menyelamatkan Jiwa Melalui Media Sosial

Acara car free day yang dikunjungi banyak orang untuk bersantai bersama keluarga dan sahabat pun menjadi tempat yang tepat melakukan aksi di dunia nyata untuk lebih melebarkan semangat kepedulian pada bayi Asyam. Anak-anak muda yang banyak membantu dalam kegiatan ini menyumbangkan berbagai macam aksi dari membuat wadah penggalangan dana, dance hingga menyumbang aksi band mereka lakukan. Hal ini membuat pengunjung acara selain menyumbang dananya juga dapat menikmati acara, konsep acara yang mampu menyentuh kepedulian masyarakat dengan berbalut acara yang juga menyenangkan bagi masyarakat bisa menjadi hal yang menarik.

Melihat hal ini tak dapat dipungkiri peran media sosial dalam menggalang kepedulian sosial kepada khalayak ramai cukup efektif menjaring banyak orang untuk terlibat, sehingga tak hanya kerabat atau sahabat dekat saja yang turut membantu namun banyak orang akan mendapat inspirasi untuk saling membantu karena kita hidup tak mungkin hanya sendiri namun perlu besosialisasi kepada yang lainnya.

Rasa iba dan kepedulian memang kadang bisa tumbuh dengan cara sendiri dalam diri seseorang yang melihat kesulitan orang lain, namun dengan melakukan secara bersama terkadang akan lebih memancing rasa kepedulian seseorang sehingga lebih keluar untuk membantu sesama. Untuk bayi Asyam kabar terakhirnya sudah dioperasi Rumah Sakit dan mulai stabil, kita doakan bersama semoga bayi nan mungil ini bisa sembuh.

Titik Balik Kehidupan
Titik Balik Kehidupan

Dari kisah ini, penulis mengambil pelajaran yang berharga bahwa kita tidak pernah tahu masa depan seperti apa tapi kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Ega dan gerakan pada media sosial menginspirasi saya untuk tidak menunggu hal kurang beruntung menimpa saya untuk peduli sesama. [SH]

Berkat Blog Gratis dapat Order Pertama dari Korea

Awalnya saya mengenal Bisnis Jualan Online ini sejak sekolah sebelum di Perguruan Tinggi, saya mengenal pertama kali Bisnis ini beserta dunia Internet yakni karena melihat sebuah informasi yang mengharuskan saya mengenal internet. Hal itu tak lain adalah perdagangan Valutas Asing atau valas. Saya mengenal hal ini dan sempat bertemu dengan seorang yang menjadi senior saya di dunia Valas. Lambat laun saya mulai meninggalkan hal ini dan berfokus pada kuliah yang jurusannya kebetulan teknik Informatika.

Pada perkuliahan ini saya juga mulai mengenal banyak bisnis online, namun yang cukup mengena karena sempat ikut seminar dari pagi sampai sore tentang Marketing produk via Online. Hal ini memang cukup menarik, tapi saya tak begitu meneruskannya.

Waktu bertambah akhirnya saya bersama teman saya mengelola Event Organizer untuk acara Training Internet Marketing selama 4 hari. Saya membantu promosi ke berbagai tempat, namun di hari-H saya tak bisa mengikuti full di dalam ruangan karena sebagai Panitia pun harus membayar meski tak penuh seperti peserta lain. Alhasil, saya coba pula mempraktekkan ilmu dari baca materi yang diberikan dulu waktu seminar ditambah cari informasi di internet dan juga bertanya serta sharing dengan peserta training karena saya menjaga di luar tempat acara.

Cara Jualan Online Memanfaatkan yang Gratis

Saya sebenarnya sempat bingung akan berjualan apa untuk mencoba ilmu ini, akhirnya ada teman menawari saya menjualkan Jas. Saya membuat email hingga blog gratisan sebagai tempat menaruh barang dagangan Jas ini. Sempat ada Orang yang beranggapan bahwa menjual Jas di dunia Online ini adalah hal yang tak biasa karena ukuran Jas tentunya berbeda dengan pakaian biasanya. Saya pun memakluminya, namun saya tetap menjual dagangan ini.

Dari email dan blog gratis sebagai tempat jualan Online tentunya ada banyak fasilitas gratis di Internet untuk mendukung jualan di dunia Online ini. Hal lain yang saya lakukan adalah menggunakan fasilitas data email yang berhubungan dengan perusahaan, Iklan gratis, Facebook, Social bookmark hingga berbagai hal lainnya yang sifatnya bisa menaruh promosi barang ini di berbagai tempat. Ini bisa juga menjadi Tips Jualan Online yang praktis karena banyak hal yang bisa dimanfaatkan secara Gratis di dunia maya ini.

Dari menaruh informasi tentang produk Jas ini di berbagai tempat saya mendapat banyak telepon dari berbagai daerah di Indonesia. Saya mendapat Order dari bank terkemuka di Indonesia, namun order ini ternyata bukan Jas Kerja melainkan seragam satpam. Rasanya senang mendapat telepon dan order, namun betapa sayangnya order ini terlewat karena temannya saya ini ternyata hanya bisa untuk Jas.

Lambat laun seiring berjalannya waktu meski ada saja yang mencari informasi tentang Jas, saya di lain hal disibukkan juga dengan kerja lainnya. Sekitar 1 bulan setelah membuat blog gratis pertama kalinya saya mendapat YM (Yahoo messanger) dari seseorang yang menanyakan tentang Jas. Cukup banyak yang ditanyakan hingga yang akan order ini mengungkapkan bahwa berada di Korea. Di akhir dialog itu saya telah berikan nomer rekening, betapa kagetnya saat ada yang benar terjadi transfer. Suatu hal yang sungguh menyenangkan karena ini order pertama kalinya.

Betapa hal yang menggetkan, ternyata blog gratis ini pecah telor (order pertama kali)nya dari Korea. Jas yang dipesannya pun tak tanggung-tanggung yakni Jas kualitas Premium. Setelah order ini, cukup banyak lagi order-order lain yang menyusul dari berbagai tempat di Indonesia. Saya pun jadi lebih semangat menga-update blog ini serta melakukan Marketing via Online.

Karena menumpang di Blog Gratis, ternyata ada resikonya yakni istilahnya diusir oleh sang pemilik tempat karena melanggar peraturan dalm Blog tersebut. Saya dan juga banyak rekan lainnya yang menggunakan blog gratis ini pun mulai berubah ke yang berbayar dengan shared hosting dan domain .com yang terlihat lebih resmi. Berjalan waktu saya juga mulai menjualkan banyak barang mulai dari kaos bola, Jaket, Seragam, Baju, Syal, Sarang Semut, Gula Merah, Mukena, Minuman Tradisonal, Herbal, Jilbab, Boneka, dan berbagai macam lainnya. Berkat Jualan Online ini pula saya membantu sebagian sahabat lainnya untuk mengenal Jualan Online, berbagai orang terinspirasi untuk melakukannya yang tentunya ada yang masih tetap melakukan ada pula yang masih sibuk dengan hal lainnya. Jualan via Online memang cukup penting untuk malatih cara berjualan dan juga mengenalkan produk lokal ke berbagai tempat dengan biaya yang lebih ditekan.

berSalaman Seusai Sholat = Memperkuat Network Hati ???

Tak Seperti biasanya seusai sholat dhuhur cuaca mendung dan kemudian turunlah hujan secara perlahan membasahi panasnya bumi yang mulai tua ini…

Kang Toha yang setelah sholat Dhuhur berniat mengistirahatkan Raganya sejenak di rumah seakan menahan langkahnya untuk itu. Senyum manis mengembang di bibirnya. “Alloh, ada apa ini… niat hamba yang tadi sepertinya Kau tahan. Semoga dengan tinggalnya hamba di Masjid saat ini mempunyai manfaat sesuai rangkaian kehidupan yang Kau bimbing untuk hamba” gumamnya dalam hati.

Kang Toha sambil terus berdzikir menghadap ke luar menyaksikan hujan yang menghilangkan dahaga bumi. Tak lama kemudian sahabatnya bernama Furqan menyapanya.. “Assalaamu’alaikum Kang, kelihatannya sumringah ni..”Sapa Furqan.

“Wa’alaikumussalaam… Allahu Robbul Izzati.. Alhamdulillah sumringah meski agak tertahan bathin karena gak sesuai rencana… hehe..” Jawab Kang Toha.

Lalu mereka mengobrol dengan menyambung bagai air yang mengalir di gurun begitu saja…

Selang beberapa menit, pembicaraan mereka tiba pada masalah psikologi dalam beragama.

“Kang, ente ini khan orang teknik tapi pengetahuan ente tentang psikologi dan tasawuf cukup mendalam… ni saya mau tanya aja bila menurut ente yang ilmu sosialnya agak baik, bagaimana memandang bersalaman seusai sholat? Wong salaman aja kok gak boleh kata temen-temen. Tapi ada Kyai juga Salaman seusai sholat Jama’ah.” Kata Furqan.

“Masalah itu ya… Saya pernah dapat riwayah kalau jaman Nabi & sahabat dulu, mereka bila bertemu bersalaman dan saling berpelukan. Dari segi kajian psikologi yang pernah dibahas, hal itu sebagai alat memperkuat keakraban antar Ummat Islam. Sehingga bila hati, fikir serta diri ini telah akrab suatu hal indah dalam “ukhuwah” akan sangat terasa sekali.. bukan begitu..??? “ Kata Kang Toha.

“hmm… ya Kang, saya pernah tahu ada riwayah seperti itu, serta saya dulu pernah dapat penjelasannya juga.. trus Kang?” Sambung Furqan.

“Bersalaman seusai sholat Jama’ah sebenarnya hampir seperti masalah Qunut, Raka’at Sholat Terawih.. dan lainnya yang menjdi masalah furu’ atau cabang memahami agama.

Memang benar kalau dalam seni berhubungan dengan orang lain, bersalaman adalah awal untuk mennyambung serta menghangatkan hati kita dengan hati orang lain. Kalau pas tidak seusai sholat sih belum ada yang banyak mendikte untuk menentang, tapi kalau pas bahasannya setelah sholat Bersalamannya, banyak tanggapan serta pemikiran tentang ini… ada yang keras menentang hingga ‘nedo nrimo’ atau bisa diartikan emang gue pikirin masalah itu..hehe… <sambil tertawa kecil>

Kalau dalam riwayah saja bersalaman saat ketemu sebagai hal yang dilakukan, alangkah indahnya jika kita melakuknnya setelah Sholat Jama’ah. Bila kita biasanya agak canggung bila bertemu dengan saudara kita sesama Muslim karena mungkin jabatan, wibawa, atau sikapnya yang tertutup.. maka bersalaman setelah sholat bila dipandang dari segi lain akan memperkuat jalinan hati kita dalam indahnya ukhuwah. Menjabat erat dengan menatap matanya sambil berucap “barokalloh”… waw betapa indahnya itu..

Mungkin segala rasa yang canggung itu akan sirna karena tradisi seperti itu… hak sesama Muslim yang pada saat bertemu dianjurkan bersalaman itu akan terpenuhi disini.. “ Terang Kang Toha

“ya.. ya.. Kang… bener juga ya…

Memahami agama ini secara konstruk kaku kadang memang kurang bisa bersatu dengan masyarakat dengan kultur seperti sekrang yang lebih tenggah rasa” Sambung Furqan

“Fur, Saya juga masih fakir ilmu, saya kadang belum terstruktur dalam beragama… jawaban saya bukannya maksud condong pada satu pendapat bersalaman setelah Sholat, tapi kita coba lihat dari segi manfa’at serta kajian psikologi karakter-nya” Tambah Kang Toha.

“oyi thok wis Kang… emang harus banyak pendapat yang kita pelajari, bukan hanya manut dari 1 pendapat. Kalo sudah tahu kenapa mereka melakukan, maka rasa benci atau dengki itu akan sirna.  Hmm… emang seharusnya kita mencontoh ummat Islam terdahulu dalam toleransinya dalam perbedaan yang ‘kuat dalam prinsip, elegan dalam prakteknya’, sama-sama belajar kalau gitu..” Jawab Furqan.

“Ya.. tu khan.. ente sudah pinter juga gitu… udah agak terang, kemarin habis beli novel “Sepertiga Malam” belum saya baca… saya pulang duluan ya… semoga pertemuan kali ini barokah dan ada manfa’atnya..” Kata Kang Toha.

“ya semoga Kang… saya masih disini… mau ngaji dulu, lalu ada agenda beli buku bulanan…” Jawab Furqan.

Mereka bersalaman dengan erat dan dengan tatapan yang menyejukkan…

“Barokalloh… Wassalaamu’alaikuum Warohmatullah…” Sambung Kang Toha

“Wa’alaikumusslaam Warohmah…” Jawab Furqan.

Detik hujan mulai menahan langkahnya untuk membuka jalan Kang Toha untuk Pulang… Furqan asyik dengan Syaamil Qur’an-nya…

Pahamilah jangan minta dipahami …

Pahamilah jangan minta dipahami …, entah darimana kata-kata itu… di sore ini seakan muncul kembali di fikiran seorang manusia yang masih lemah ini. Memang tadi telah muncul di sekelumit otak ini waktu menulis mengisi ‘apa yang kau fikirkan di salah satu situs’. Ya, seakan sambil mendengarkan instrumen yang sudah kurindukan dari dulu ini, fikiran tentang “Barseso” kembali muncul. Bayangan akan cerita saudara “Ali” muncul, lalu bagimana “Sholahuddin al-ayubi” seperti diceritakan salah satu penulis yang bukunya belum sempat kubaca habis.

Mengalirkan fikiran menjadi manusia yang positif bagi orang lain itu mungkin tak semudah membalikkan telapak tangan. Kadang terbersit, bagaimana seorang motivator atau trainer atau murabbi misalnya menyemangati diri mereka… apakah mereka sujud dikeheningan malam, mengeluhkan semua masalahnya pada sang istri, terdiam sejenak di tepian kota, melihat video atau suara-suara tentang motivasi.

Tulisan kali ini memang tanpa arah, karena ada tekanan mental entah dari mana datangnya untuk segera menulis apa saja… ketika mendengar suara ibu rasanya aku ingin segera mencari uang sebanyak-banyaknya untuk segera memuliakan orang tua. Ingin segera mendapat buayak harta yang ingin kuberi pada mereka. Aku rasa aku gagal jadi lebih baik hari ini, mungkin ayah akan kecewa, ibu akan menangis tentang sikapku kali ini…

Entah kenapa fikir ini selalu mengingatkan kalau sekarang kau adalah seorang pemimpin, pemimpin di salah satu komunitas non profit. Ya, sindiran dari * memang benar jadi * tapi gak dibayar, mungkin itu sekilasnya. Lalu apa yang harus dilakukan? Tak dapat menolak memang, tak dapat berpaling ketika batu di depan itu harus disingkirkan.

Mendesah lemas itu yang kadang dilalukan … tapi itu tak mengurangi apa yang ada dalam bebanmu sobat.. apa yang kau rasa tak dirasanya.. maka, cara paling baik adalah merasakannya.. maksudnya? Ya merasakan sendiri. Kadang teringat tentang teori fasilitator atau manusia yang baik adalah tak membagikan kotoran pada manusia yang lain, tapi membagikan makanan yang enak pada mereka.

Wah apa lagi yang ingin ditulis…

Semoga ustadzku dapat bangga mempunyai santri yang masih ingin berusaha merubah nasibnya dan keluarganya…

Satu kalimat penutup tulisan yang kurang masuk nominee baik ini adalah

“melihat daun yang jatuh di genteng orang lain akan lebih mudah, tapi melihat daun yang jatuh di  rumah sendiri kan lebih sulit…” Biarkan mereka menunjukkan narsisme mereka dengan cara mereka, aku… hmm… biarkan memperbaiki yang masih rapuh ini, tunggulah beberapa saat lagi akan kuruntuhkan ego mereka…

Pentingnya Membantu Sesama

Apakah Penting Membantu Sesama? Terkadang mungkin dari kita berfikir kenapa harus menolong sesama? Apakah ada keuntungan dari membantu sesama? Atau mungkin banyak pertanyaan lain yang membuat kita cenderung kurang memperhatikan sesama. Sahabat, menolong atau saling membantu antar ummat manusia adalah kebutuhan bagi setiap dari kita. Kenapa kebutuhan? ya, hal ini karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial. Makhluk yang selayaknya bisa saling bersosialisasi dengan makhluk lainnya entah itu manusia atau lingkungan kita. Atas dasar inilah membantu sesama adalah kebutuhan yang dimiliki oleh semua orang. Lihatlah bagaimana kita tak bisa makan bila tak mengandalkan orang lain yang mengolah makanan, atau mungkin contoh untuk tumbuhan yang tak bisa hidup tanpa bergantungnya kepada udara,air,tanah atau hal lainnya. Hidup ini adalah hidup yang saling membutuhkan dengan yang lain.

PENGGALANGAN DANA ONLINE dengan Marimembantu.org LEMBAGA ZAKAT DOMPET DHUAFA selamethariadi.com buku MAKELAR REZEKI
Buku Makelar Rezeki (Dok. Pribadi)

Sahabat, jika kita bersama membaca buku “Makelar Rezeki” karya pak Jamil Azzaini sang Inspirator SuksesMulia kita akan mendapatkan pencerahan akan pentingnya menjadi penyalur bagi kesenangan orang lain. Seperti dalam buku tersebut dikutip dibagian pembukaan Buku yakni dengan Sabda Nabi Muhammad SAW“Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat orang lain”. Dari untaian kata indah yang disabdakan Nabi Muhamamad SAW ini kita dapat berlajar bahwa untuk menjadi manusia yang sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Pak Jamil pernah bercerita pengalamannya saat di seminar Makelar rezeki bahwa bagaimana membantu orang lain itu menyenangkan hati. Seperti yang dilakukan beliau saat di sebuah Minimarket beliau melihat ada anak kecil ingin membeli buku namun karena uangnya tak cukup dan ingin mengumpulkan uang lagi sang anak kecil ini meminta kepada kasir minimarket tersebut untuk tak menjual buku yang dingini anak ini, namun sang kasir memberikan penjelasan bahwa hal itu tak bisa karena buku yang ada harus dipajang. Anak kecil ini pun terlihat sedih. Pak Jamil Azzaini melihat hal demikian lalu berucap pada Kasir minimarket bahwa yang membayar buku yang dinginkan anak tersebut adalah Pak Jamil. Bagaimana respon anak kecil tersebut? Anak kecil tersebut sangat senang sekali dan menceritakan kepada pak Jamil bahwa ia telah punya buku edisi pertama namun belum mampu membaca lanjutannya di edisi kedua, anak itu senang sekali, berterima kasih lalu pergi dengan kesenangannya. Melihat keceriaan anak kecil ini Hati Pak Jamil pun nyaman dan bahagia. Apa hal dapat kita ambil disini? Ternyata dengan membantu sesama maka akan membuat kita juga nyaman dan senang melihat orang lain yang dibantu merasa senang atau bergembira yang menyamankan hatinya. Oleh karenanya banyak Penggalangan Dana Online yang banyak dilakukan seperti Sedekah Rombongan.