Belajar dari Bu Hayatun, Pengalaman Menjadi Eksportir Jajanan Lokal

Belajar dari Bu Hayatun, Pengalaman Menjadi Eksportir Jajanan Lokal. Seorang Ibu Rumah Tangga bisa tembus pasar Ekspor? Nah, Bu Hayatun Namanya. Beliau Berbagi pengalaman menjadi Eksportir Jajanan atau Camilan lokal yakni Sumpia. Istilahnya dari Lokal go Global.

Bolang (Blogger Kompasiana Malang) memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan pengalaman berharga beliau. Dalam tajuk Bolang Ngumpul kali ini para Bolanger belajar tentang bagaimana gigihnya seorang ibu rumah tangga membangun merek, cita rasa hingga bisa diminati banyak orang bahkan hingga ke negeri Jiran.

Pengalaman Menjadi Eksportir Bu Hayatun Hataraya Food Makaya Sumpia Brownies Story Usaha Jajanan Camilan Malang selamethariadi 1

Awalnya dari Memulai Usaha

Pagi yang indah di dalah satu daerah di kota Malang para Bolanger berkumpul Bersama Bu Hayatun. Beliau memiliki usaha Hataraya Food. Kami disambut ramah dan nyaman di lingkungan asri tempat kami berdiskusi dan ngobrol seputar usaha yang dirintisnya ini hingga besar.

Cerita Bu Hayatun dari sekitar 6 tahun yang lalu dia berhenti dari pekerjaannya. Yakni pengawas koperasi. Memang bagi seseorang berhenti dari sebuah pekerjaan dan hijrah ke pekerjaan lainnya sebuah tantangan tersendiri.

Bu Hayatun sempat stress sekitar 4 bulan selepas memutuskan berhenti dari Pengawas Koperasi. Saat ada yang mengajak pelatihan yang diadakan Dinas Koperasi, beliau coba mengikutinya hingga disarankan membuat usaha. Selepas itu, saat bulan puasa beliau main ke rumah temannya dan melihat sumpia goreng. Beliau dikasih lalu diberikan anaknya dan katanya enak.

Selepas itu beliau melakukan inovasi Sumpia dan menemukan 5 rasa yang sekarang ada. Sebagai informasi, Bu Hayatun ini sebenarnya tak terlalu suka pedas sedang inovasi camilan yang dibuatnya adalah pedas. Kok bisa? Ya, karena ada anak-nya yang menjadi penguji rasa.

 

Suka Berjejaring atau Komunitas

Bu Hayatun memang suka berjejaring atau berkomunitas. Beliau memang seperti seorang marketer banget kalau bertemu orang. Pengalaman ekspornya dimulai dari ikut sebuah komunitas Ekspor dari salah satu perbankan. Selepas pelatihan sekitar satu tahun ada peluang untuk ekspor.

Peluang ini tentu dimanfaatkan Bu Hayatun. Beliau mengemas camilannya dengan baik, mengikuti jenjang seleksi yang ketat dari pembeli luar negeri hingga akhirnya produknya bisa diekspor dan diterima pasar luar negeri. Tepatnya di Malaysia.

Kenapa Malaysia? Hal ini karena pasar Malaysia masih mirip dengan Indonesia yakni Masyarakat yang suka dengan camilan yang pedas. Inilah yang menjadi inovasi dimana awalnya bu Hayatun memiliki ide untuk membuat camilan Sumpia yang pedas.

Di Indonesia juga produk beliau di terima di banyak tempat mulai dari minimarket nasional, tempat oleh-oleh hingga banyak reseller produknya. Hal ini tentang dari hasil kerja keras beliau meyakinkan orang akan produknya. Tak banyak gembar gembor namun langsung ke sasaran pengambil kebijakan.

Per bulan 500 hingga 700 pack produk beliau terjual. Ini tentu menjadi kebanggan tersendiri, terlebih beliau memulainya dari industri rumahan. Beliau pun memberdayakan pekerja untuk melakukan produksi produk-produknya.

Pengalaman Menjadi Eksportir Bu Hayatun Hataraya Food Makaya Sumpia Brownies Story Usaha Jajanan Camilan Malang selamethariadi 1

Inovasi… inovasi… inovasi terus…

Inovasi terus dilakukan Bu Hayatun. Permintaan yang besar membuatnya terus melakukan inovasi dalam pembuatan produknya agar bisa melayani pasar yang begitu tinggi. Sebagai usaha mikro, tentang adanya investor yang bersahabat menjadi harapannya. Bisa mulai per project atau jangka Panjang.

Beliau pernah melakukan pameran Internasional di pulau dewata. Nah dari sana beliau mendapat tantangan untuk melakukan inovasi. Inovasi sumpia rasa kopi, karena  request dari pameran internasional di nusa dua bali. Dari Pabrik kopi bhinneka. Idealisme Bu Hayatun pada cita rasa membuatnya bisa menyuplai camilan dengan rasa kopi ini.

Produk Sumpia dari Hartaraya Food ini bisa tahan lama karena murni semuanya dalam pembuatannya, Tanpa pemanis buatan, tanpa pengawet. Kadar minyak hanya sekitar 5% yang menjadikan penyebab produk camilan ini bisa tahan lama. Lombok atau cabai menjadi bahan penting pada camilan Sumpia pedas ini, 1 kg Lombok pun bisa jadi hanya 1,8ons untuk menambah rasa nikmat camilan ini beda dari yang lain.

Hataraya sebagai nama usaha berasal dari nama Hayatun dan Renata (anaknya). Sedangnya nama Makaya merupakan singkatkan dari Mak Hay (nama panggilan Bu Hayatun). Jargon, slogan atau tagline pun sudah dibuat Bu Hayatun untuk produknya.

Makaya: krauk-krauk hu.. hah

Brownies story: ada cerita di setiap gigitannya

Hataraya: memberi makna dalam setiap rasa

 

Pengalaman Pengalaman Menjadi Eksportir Bu Hayatun memberikan kesan pada kita semua untuk bangkit dan selalu berinovasi lebih baik dalam hidup. Terima kasih Hataraya Food, semoga semakin besar, berkah dan bermanfaat untuk khalayak ramai…

Hilangnya kalung Aisyah dan perintah awal Tayamum

Nabi Muhammad bersama Aisyah dan Ummu Salamah bersama pasukan dalam ekspedisi penaklukan Bani Al mustholiq. Mereka mwndiami dua tenda terpisah dari pasukan nabi.

Ada yang menarik dalam ekspedisi ini yakni kalung onix milik Aisyah. Bisa jadi kalung ini tidak berharga bagi orang lain namun sangat berharga bagi Aisyah, karena merupakan hadiah dari ibunya ketika dinikahi oleh nabi Muhammad. Ibunya sendiri yang mengalungkan di leher Aisyah. Jadi ini memiliki nilai sejarah yang sangat berarti bagi Aisyah. Jarang orang lain yang memberikan penghargaan yang sama seperti Aisyah menghargai kalung ini.

Itulah mengapa pada pemberhentian sebelum sejak terakhir dalam ekspedisi ini anggota pasukan nabi banyak yang menggerutu ketika rombongan harus memperpanjang pemberhentian perjalanan hingga semalaman. Sebuah waktu yang cukup lama mereka memperpanjang masa istirahat. tak lain karena di tempat itu kalung Aisyah hilang. Aisyah tidak mendapati kalung yang biasa dia pakai di lehernya. Yang menjadi masalah pemberhentian itu tidak memiliki sumber air. jadi sumber air di tempat pemberhentian itu sangat terbatas bahkan sudah habis. Terlebih botol-botol dan kantong-kantong air juga tidak menyisakan air yang cukup.

Sebagian sahabat mendatangi abu bakar ayah Aisyah dan mengadukan hal ini. abu bakar malu meski tetap tak bisa melakukan apa-apa. Aisyah menolak meninggalkan tempat itu tanpa kalungnya. sedangkan rasanya mustahil pasukan yang bergerak sedang Aisyah tidak ikut serta.

namun ada hal yang menarik siang satu hari. Setelah kehebohan pencarian dalam itu unta Aisyah bangkit dari posisi berlututnya semalaman. Kalung berharga itu ternyata menghentak di bawah perut sang unta. “Setidaknya kejadian ini memicu keberuntungan untuk pasukanmu” ucap Aisyah; nabi Muhammad tersenyum. Peristiwa hilangnya kalung Aisyah menjadi alasan turunnya hukum baru dalam hal bersuci bagi kaum muslim

Saat sebagian pasukan nabi mulai menggerutu dan gelisah oleh pasukan air yang tidak ada di tempat pemberhentian tersebut. Lisan nabi mengucapkan kata-kata yang membuat lega para sahabatnya

“Jika kamu tidak mendapatkan air bertanyamullah kamu dengan tanah yang baik sapulah yang muka kamu dan tanganmu.”

Inilah sebab turunnya ayat yang memerintahkan untuk bertayamum ketika tidak ada air. Tanpa wudhu kita tetap sah menjalankan namun dengan diganti tayamum. Itulah sekelumit cerita turunnya ayat mengenai tayamum, sebuah panduan beribadah yang mempermudah kita saat air yang tidak ada air. semoga bermanfaat.

Pilihan Dari Katalog Warna Beserta Ukuran Asian Paints

Untuk orang yang baru saja memiliki rumah atau bermimpi mempunyai rumah impian, tentu saja bukan hanya layout rumahnya, tetapi juga katalog warna yang akan diaplikasikan. Pemilihan warna ini memang tetap harus kamu perhatikan karena warna cat juga memengaruhi apakah kamu akan betah tinggal di dalam rumah sendiri atau tidak.

Continue reading Pilihan Dari Katalog Warna Beserta Ukuran Asian Paints