Inspirasi Be Best Together

Pekerjaan/Perbaikan Jalan dan Hati

Info jalan beberapa hari ini atau mungkin beberapa bulan ini saya sering melihat Pekerjaan/Perbaikan Jalan. Kalau kita cermati beberapa tahun yang lalu saat akan terjadi arus mudik selalu ada perbaikan di jalan raya, ini memang aneh jika perbaikan jalan di beberapa tempat (seperti: Pantura, ciregol, setu bekasi, sariwangi, subang, kota Bandung, Cinere, Jalur Selatan, Kudus – Pati, Lintas Sumatera, Lintas Timur, Tangsel, Tol Jakarta Merak hingga di kampung).

perbaikan jalan raya pantura antarafoto.com selamethariadi.com
Perbaikan jalan (Foto: Antarafoto.com)

Setiap masyarakat yang hilir mudik memanfaatkan Jalan tentunya akan memperlambat perjalanan dengan beberapa sistem yang mengutamakan dulu perbaikan jalan jelang Lebaran ini. Karena Jalannya masih belum kering benar, jadinya kontruksi jalan raya baru ini perlu pengeringan yang baik agar awet digunakan pun juga dana yang dikeluarkan cukup banyak untuk hal itu.

Yang saya cermati adalah saat perbaikan/perkerjaan jalan aspal ini sebagian ternyata tidak mengambil cara menutup/menambal yang rusak saja, melainkan menutup semua baik yang rusak (berlubang atau bergelombang) dengan aspal yang baru. Sehingga bila dicermati maka aspal yang tidak rusak dan masih bisa digunakan juga ditutupi dengan aspal yang baru. Mungkin sebagian dari kita berfikir hal itu bisa menambah pemborosan uang Negara, namun coba kita lihat dari sisi lain pula bahwa dengan perbaikan jalan yang menambal jalan rusak dan yang masih baik ini untuk menghindari kerusakan jalan lagi. Dengan adanya tambahan aspal, maka jalan juga jadi lebih rata tidak bergelombang jika hanya menambal yang rusak saja (jadi jalannya naik turun, bisanya jalan yang sudah ditambah akan lebih tinggi dari sebelumnya).

Hal ini juga bisa kita lihat dari diri kita, hati kita yang kurang baik diperbaiki pun demikian dengan hati atau sikap kita yang baik terus dijadikan Lebih Baik lagi.

 

Semoga dapat bermanfaat, Salam Sukses Selalu!

 

 

Keterbukaan Diri

Keterbukaan Diri adalah suatu hal alasan kita berkomunikasi. Diskusi, debat, hingga curhat tak bisa diperhatikan selalu kita perlukan dalam komunikasi antar manusia/personal. Entah untuk meluapkan hal dalam diri atau untuk mencari inspirasi dari orang lain. Dalam hubungan ini, kita akan merasakan adanya keterbukaan diri, yang mana akan membimbing kita pada ranah kedekatan diri. Hingga pada hilirnya keakraban dan kenyamanan akan terasa dalam pergolakan kejiwaan kita dalam melakukan komunikasi-komunikasi antar person.

Memang keterbukaan diri seperti pintu rumah yang ada tahapan-tahapan tersendiri dalam memasukinya. Pada saat dibuka pun pintu akan banyak perspektif dalam menanggapinya, ada yang terbuka sedikit hingga beberapa persen lebih jauh. Keterbukaan pintu ini pun hampir selalu pasti melihat tamu yang akan masuk melalui pintu ini. Semakin terbuka pintu, maka akan semakin besar kepercayaan sang pembuka dan pemilik pintu rumah tersebut terhadap orang yang ada di depan pintu tersebut.

Berikut ini Beberapa tipe keterbukaan diri:

  1. Tipe keterbukaan satu arah. Dimana hanya ada gerakan satu arah dalam perlakuan keterbukaan diri. Tak adanya timbal balik yang seimbang hampir selalu menyebabkan ketimpangan reaksi.
  2. Tipe Keterbukaan dua arah. Keterbukaan yang ini memiliki simbiosis Mutualisme atau hal saling membutuhkan sehingga timbal balik reaksi juga memberikan kesejukan lawan komunikasi kita. Pada jenis ini juga masih dibagi menjadi lebih rinci pada keterbukaan dua arah lebih lanjut, yang mana arus keterbukaan kadang tak selalu berimbang.
  3. Tipe keterbukaan berkebutuhan. Jenis keterbukaan ini hampir sama pada tipe keterbukaan dua arah, namun pada perjalanan waktunya hanyalah pada ikhwal tertentu saja.

Tipe Keterbukaan Diri ini juga mempengaruhi Tipe Kepribadian. Keterbukaan diri bagaimanapun juga selalu dibutuhkan setiap manusia, karena setiap kita selalu membutuhkan pihak yang lain dalam perlakukan kehidupan yang lebih baik dan menyamankan. Namun juga diperlukan adanya saling timbale balik yang baik antar pemeran komunkasi dalam menciptakan keterbukaan diri. Keterbukaan diri selalu berhubungan pada pintu hati dan fikiran, memang jika tak ada timbal balik saling keterbukaan diri selayaknya kita tak melakukan keterbukaan diri juga pada parner komunikasi kita itu. Pun demikian, kita juga haruslah menuggu beberapa waktu untuk respon keterbukaan diri dari partner komunikasi kita, jika telah sering keterbukaan tak terbentuk, wajarlah jika kita juga menutup sedikit demi sedikit keterbukaan diri kita.

“jika kau tak boleh bertamu dirumah orang lain, mengapa kau buka pintu rumahmu untuk dia. Namun sebaiknya kau bukakan pintu untuk orang yang jika kita bertamu ke tempatnya juga dipersilahkan dengan baik” 

berSalaman Seusai Sholat = Memperkuat Network Hati ???

Tak Seperti biasanya seusai sholat dhuhur cuaca mendung dan kemudian turunlah hujan secara perlahan membasahi panasnya bumi yang mulai tua ini…

Kang Toha yang setelah sholat Dhuhur berniat mengistirahatkan Raganya sejenak di rumah seakan menahan langkahnya untuk itu. Senyum manis mengembang di bibirnya. “Alloh, ada apa ini… niat hamba yang tadi sepertinya Kau tahan. Semoga dengan tinggalnya hamba di Masjid saat ini mempunyai manfaat sesuai rangkaian kehidupan yang Kau bimbing untuk hamba” gumamnya dalam hati.

Kang Toha sambil terus berdzikir menghadap ke luar menyaksikan hujan yang menghilangkan dahaga bumi. Tak lama kemudian sahabatnya bernama Furqan menyapanya.. “Assalaamu’alaikum Kang, kelihatannya sumringah ni..”Sapa Furqan.

“Wa’alaikumussalaam… Allahu Robbul Izzati.. Alhamdulillah sumringah meski agak tertahan bathin karena gak sesuai rencana… hehe..” Jawab Kang Toha.

Lalu mereka mengobrol dengan menyambung bagai air yang mengalir di gurun begitu saja…

Selang beberapa menit, pembicaraan mereka tiba pada masalah psikologi dalam beragama.

“Kang, ente ini khan orang teknik tapi pengetahuan ente tentang psikologi dan tasawuf cukup mendalam… ni saya mau tanya aja bila menurut ente yang ilmu sosialnya agak baik, bagaimana memandang bersalaman seusai sholat? Wong salaman aja kok gak boleh kata temen-temen. Tapi ada Kyai juga Salaman seusai sholat Jama’ah.” Kata Furqan.

“Masalah itu ya… Saya pernah dapat riwayah kalau jaman Nabi & sahabat dulu, mereka bila bertemu bersalaman dan saling berpelukan. Dari segi kajian psikologi yang pernah dibahas, hal itu sebagai alat memperkuat keakraban antar Ummat Islam. Sehingga bila hati, fikir serta diri ini telah akrab suatu hal indah dalam “ukhuwah” akan sangat terasa sekali.. bukan begitu..??? “ Kata Kang Toha.

“hmm… ya Kang, saya pernah tahu ada riwayah seperti itu, serta saya dulu pernah dapat penjelasannya juga.. trus Kang?” Sambung Furqan.

“Bersalaman seusai sholat Jama’ah sebenarnya hampir seperti masalah Qunut, Raka’at Sholat Terawih.. dan lainnya yang menjdi masalah furu’ atau cabang memahami agama.

Memang benar kalau dalam seni berhubungan dengan orang lain, bersalaman adalah awal untuk mennyambung serta menghangatkan hati kita dengan hati orang lain. Kalau pas tidak seusai sholat sih belum ada yang banyak mendikte untuk menentang, tapi kalau pas bahasannya setelah sholat Bersalamannya, banyak tanggapan serta pemikiran tentang ini… ada yang keras menentang hingga ‘nedo nrimo’ atau bisa diartikan emang gue pikirin masalah itu..hehe… <sambil tertawa kecil>

Kalau dalam riwayah saja bersalaman saat ketemu sebagai hal yang dilakukan, alangkah indahnya jika kita melakuknnya setelah Sholat Jama’ah. Bila kita biasanya agak canggung bila bertemu dengan saudara kita sesama Muslim karena mungkin jabatan, wibawa, atau sikapnya yang tertutup.. maka bersalaman setelah sholat bila dipandang dari segi lain akan memperkuat jalinan hati kita dalam indahnya ukhuwah. Menjabat erat dengan menatap matanya sambil berucap “barokalloh”… waw betapa indahnya itu..

Mungkin segala rasa yang canggung itu akan sirna karena tradisi seperti itu… hak sesama Muslim yang pada saat bertemu dianjurkan bersalaman itu akan terpenuhi disini.. “ Terang Kang Toha

“ya.. ya.. Kang… bener juga ya…

Memahami agama ini secara konstruk kaku kadang memang kurang bisa bersatu dengan masyarakat dengan kultur seperti sekrang yang lebih tenggah rasa” Sambung Furqan

“Fur, Saya juga masih fakir ilmu, saya kadang belum terstruktur dalam beragama… jawaban saya bukannya maksud condong pada satu pendapat bersalaman setelah Sholat, tapi kita coba lihat dari segi manfa’at serta kajian psikologi karakter-nya” Tambah Kang Toha.

“oyi thok wis Kang… emang harus banyak pendapat yang kita pelajari, bukan hanya manut dari 1 pendapat. Kalo sudah tahu kenapa mereka melakukan, maka rasa benci atau dengki itu akan sirna.  Hmm… emang seharusnya kita mencontoh ummat Islam terdahulu dalam toleransinya dalam perbedaan yang ‘kuat dalam prinsip, elegan dalam prakteknya’, sama-sama belajar kalau gitu..” Jawab Furqan.

“Ya.. tu khan.. ente sudah pinter juga gitu… udah agak terang, kemarin habis beli novel “Sepertiga Malam” belum saya baca… saya pulang duluan ya… semoga pertemuan kali ini barokah dan ada manfa’atnya..” Kata Kang Toha.

“ya semoga Kang… saya masih disini… mau ngaji dulu, lalu ada agenda beli buku bulanan…” Jawab Furqan.

Mereka bersalaman dengan erat dan dengan tatapan yang menyejukkan…

“Barokalloh… Wassalaamu’alaikuum Warohmatullah…” Sambung Kang Toha

“Wa’alaikumusslaam Warohmah…” Jawab Furqan.

Detik hujan mulai menahan langkahnya untuk membuka jalan Kang Toha untuk Pulang… Furqan asyik dengan Syaamil Qur’an-nya…

Pahamilah jangan minta dipahami …

Pahamilah jangan minta dipahami …, entah darimana kata-kata itu… di sore ini seakan muncul kembali di fikiran seorang manusia yang masih lemah ini. Memang tadi telah muncul di sekelumit otak ini waktu menulis mengisi ‘apa yang kau fikirkan di salah satu situs’. Ya, seakan sambil mendengarkan instrumen yang sudah kurindukan dari dulu ini, fikiran tentang “Barseso” kembali muncul. Bayangan akan cerita saudara “Ali” muncul, lalu bagimana “Sholahuddin al-ayubi” seperti diceritakan salah satu penulis yang bukunya belum sempat kubaca habis.

Mengalirkan fikiran menjadi manusia yang positif bagi orang lain itu mungkin tak semudah membalikkan telapak tangan. Kadang terbersit, bagaimana seorang motivator atau trainer atau murabbi misalnya menyemangati diri mereka… apakah mereka sujud dikeheningan malam, mengeluhkan semua masalahnya pada sang istri, terdiam sejenak di tepian kota, melihat video atau suara-suara tentang motivasi.

Tulisan kali ini memang tanpa arah, karena ada tekanan mental entah dari mana datangnya untuk segera menulis apa saja… ketika mendengar suara ibu rasanya aku ingin segera mencari uang sebanyak-banyaknya untuk segera memuliakan orang tua. Ingin segera mendapat buayak harta yang ingin kuberi pada mereka. Aku rasa aku gagal jadi lebih baik hari ini, mungkin ayah akan kecewa, ibu akan menangis tentang sikapku kali ini…

Entah kenapa fikir ini selalu mengingatkan kalau sekarang kau adalah seorang pemimpin, pemimpin di salah satu komunitas non profit. Ya, sindiran dari * memang benar jadi * tapi gak dibayar, mungkin itu sekilasnya. Lalu apa yang harus dilakukan? Tak dapat menolak memang, tak dapat berpaling ketika batu di depan itu harus disingkirkan.

Mendesah lemas itu yang kadang dilalukan … tapi itu tak mengurangi apa yang ada dalam bebanmu sobat.. apa yang kau rasa tak dirasanya.. maka, cara paling baik adalah merasakannya.. maksudnya? Ya merasakan sendiri. Kadang teringat tentang teori fasilitator atau manusia yang baik adalah tak membagikan kotoran pada manusia yang lain, tapi membagikan makanan yang enak pada mereka.

Wah apa lagi yang ingin ditulis…

Semoga ustadzku dapat bangga mempunyai santri yang masih ingin berusaha merubah nasibnya dan keluarganya…

Satu kalimat penutup tulisan yang kurang masuk nominee baik ini adalah

“melihat daun yang jatuh di genteng orang lain akan lebih mudah, tapi melihat daun yang jatuh di  rumah sendiri kan lebih sulit…” Biarkan mereka menunjukkan narsisme mereka dengan cara mereka, aku… hmm… biarkan memperbaiki yang masih rapuh ini, tunggulah beberapa saat lagi akan kuruntuhkan ego mereka…

Pentingnya Membantu Sesama

Apakah Penting Membantu Sesama? Terkadang mungkin dari kita berfikir kenapa harus menolong sesama? Apakah ada keuntungan dari membantu sesama? Atau mungkin banyak pertanyaan lain yang membuat kita cenderung kurang memperhatikan sesama. Sahabat, menolong atau saling membantu antar ummat manusia adalah kebutuhan bagi setiap dari kita. Kenapa kebutuhan? ya, hal ini karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial. Makhluk yang selayaknya bisa saling bersosialisasi dengan makhluk lainnya entah itu manusia atau lingkungan kita. Atas dasar inilah membantu sesama adalah kebutuhan yang dimiliki oleh semua orang. Lihatlah bagaimana kita tak bisa makan bila tak mengandalkan orang lain yang mengolah makanan, atau mungkin contoh untuk tumbuhan yang tak bisa hidup tanpa bergantungnya kepada udara,air,tanah atau hal lainnya. Hidup ini adalah hidup yang saling membutuhkan dengan yang lain.

PENGGALANGAN DANA ONLINE dengan Marimembantu.org LEMBAGA ZAKAT DOMPET DHUAFA selamethariadi.com buku MAKELAR REZEKI
Buku Makelar Rezeki (Dok. Pribadi)

Sahabat, jika kita bersama membaca buku “Makelar Rezeki” karya pak Jamil Azzaini sang Inspirator SuksesMulia kita akan mendapatkan pencerahan akan pentingnya menjadi penyalur bagi kesenangan orang lain. Seperti dalam buku tersebut dikutip dibagian pembukaan Buku yakni dengan Sabda Nabi Muhammad SAW“Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat orang lain”. Dari untaian kata indah yang disabdakan Nabi Muhamamad SAW ini kita dapat berlajar bahwa untuk menjadi manusia yang sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Pak Jamil pernah bercerita pengalamannya saat di seminar Makelar rezeki bahwa bagaimana membantu orang lain itu menyenangkan hati. Seperti yang dilakukan beliau saat di sebuah Minimarket beliau melihat ada anak kecil ingin membeli buku namun karena uangnya tak cukup dan ingin mengumpulkan uang lagi sang anak kecil ini meminta kepada kasir minimarket tersebut untuk tak menjual buku yang dingini anak ini, namun sang kasir memberikan penjelasan bahwa hal itu tak bisa karena buku yang ada harus dipajang. Anak kecil ini pun terlihat sedih. Pak Jamil Azzaini melihat hal demikian lalu berucap pada Kasir minimarket bahwa yang membayar buku yang dinginkan anak tersebut adalah Pak Jamil. Bagaimana respon anak kecil tersebut? Anak kecil tersebut sangat senang sekali dan menceritakan kepada pak Jamil bahwa ia telah punya buku edisi pertama namun belum mampu membaca lanjutannya di edisi kedua, anak itu senang sekali, berterima kasih lalu pergi dengan kesenangannya. Melihat keceriaan anak kecil ini Hati Pak Jamil pun nyaman dan bahagia. Apa hal dapat kita ambil disini? Ternyata dengan membantu sesama maka akan membuat kita juga nyaman dan senang melihat orang lain yang dibantu merasa senang atau bergembira yang menyamankan hatinya. Oleh karenanya banyak Penggalangan Dana Online yang banyak dilakukan seperti Sedekah Rombongan.

INSPIRASI Hidup Usaha/Bisnis dari Siapa saja

Saya ingin jadi Inspirator!
Suatu ketika itulah yang ada dalam benak saya dan mungkin banyak orang lainnya. Menjadi Inspirasi bagi siapa saja dalam kehidupan ini entah dalam bidang bisnis, usaha atau kesuksesan. Kita tahu bersama bahwa Motivator dalam konteks bahasa berbeda dengan Inspirator, Jika Inspirator adalah orang/person yang telah mencapai suatu kesuksesan lalu melakukan inspirasi ke khalayak ramai yang ingin mencapai kesuksesan seperti dirinya.

INSPIRASI Hidup Sukses Usaha Pagi selamethariadi.com
INSPIRASI (dok.suksestotal)

Inspirasi bisa datang dari mana saja dan dalam waktu kapan saja; bisa pagi, siang, malam, dini hari atau kapan saja waktu itu berjalan. Kita tak elok bila hanya melihat inspirasi dari orang yang telah sukses seperti Mario Teguh, Adrie Wongso, Jamil Azzaini (Inspirator Sukses Mulia) atau siapa saja yang sudah terkenal jargon suksesnya. Inspirasi juga dapat kita ambil dari orang-orang yang miskin namun rela tak mengemis pada orang lain, atau inspirasi pada orangorang yang menyebarkan kebaikan hingga pelosok negeri ini. Jadi untuk mendapat inspirasi tentang Usaha, Bisnis, Hidup atau Sukses bisa dari mana saja dan siapa saja dengan menghargai sikap orang lain dalam mencapai kesuksesan hidupnya dalam jalan kebaikan dan kebenaran.

Be Best Together!

HALIMI ZUHDY, SOSOK INSPIRATIF SASTRAWAN INDONESIA

Sosok pria yang satu ini mungkin sudah tidak asing bagi sebagian orang, terutama Mahasantri di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang  beberapa tahun sebelum ini. Beliau adalah Halimi Zuhdy. Sosok yang satu ini dikenal sebagai sastrawan yang cukup mumpuni, ustadz di PKPBA juga di kajian-kajian keIslaman, serta banyak hal menjadi kelebihan beliau.

Pria kelahiran Madura ini asli godokan UIN Malang. Mulai dari S1 beliau ketika masih STAIN Malang lalu pindah Universitas Islam Indonesia Sudan (UIIS) hingga awal menjadi UIN Malang. Pergolakan kampus pun telah beliau lalui sehingga mengantarkan beliau masuk program Pascasarjana itupun di UIN pula. Tak hanya di Kampus, beliau lebih dikenal di Ma’had Sunan Ampel Al-Aly. Lebih karena beliau dulunya adalah salah seorang Murabby/Murabbi di Mabna MSAA, juga karena pola pemikiran keislaman serta tentang Psikologi kehidupan beliau yang baik dan dapat mudah diterima orang.

Yang menjadi kekaguman tersendiri bagi kami ialah pembawaan beliau hingga cara berucap beliau yang enak, membuat orang merasa teduh mendapat nasihat darinya.

“Sebuah cerita menarik kami dapatkan dari banyak ceceran kisah beliau. Salah satunya adalah keteguhan beliau mempertahankan prinsip atau janji pribadi, seperti sepatu yang beliau beli sewaktu masih semester 3 beliau tetap gunakan hingga lulusnya beliau dari program Strata 2-nya”

Cerita menarik lainnya ialah ketika Pendidikan S2 beliau harus terlambat lulus, hanya karena ada nilai yang kurang karena memang pada mata kuliah tersebut kecakapan beliau kurang. Namun karena hal tersebutlah beasiswa ke Riyadh dapat beliau dapatkan tahun ini.

Selain berkecimpung di lingkungan Ma’had beliau juga banyak mengisi kajian-kajian keislaman di luar kampus. Kesan pertama melihat beliau mungkin biasa saja, namun bila sudah membincang soal tentang sastra atau motivasi dengan beliau kita akan merasakan betapa luasnya pengetahuan beliau tentang sastra atau psikologi kehidupan. Maka pantaslah kalau beliau telah banyak mempunyai komunitas-komunitas sastra yang menjadi bimbingannya.

Di sisi lain, kehidupan beliau sebenarnya tak terlalu mewah. Kedua orang tua beliau telah meninggalkannya, sehingga perjalannan hidupnya harus beliau jalani dengan penuh kesabaran dan keuletan. Seperti yang pernah beliau katakan “Kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja tuntas, kerja Ikhlas”. Nasihat beliau telah banyak mengilhami banyak orang untuk lebih Zuhud dalam menghadapi hidup.

Mungkin cukup sekian sececer kisah dari seorang “dedengkot” sastrawan UIN Malang, semoga keteduhan dan perilaku beliau yang tak terlalu neko-neko dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.

Menghargai Pekerjaan

menghargai waktu-selamethariadi.com
Menghargai Waktu

Hidup senantiasa berjalan beriringan dengan waktu. Hidup yang Terbaik dari hidup sebelumnya adalah sebuah keinginan saya setiap waktu. Kemarin saya dihadapkan pada sebuah hal yang membuat saya merenungi kehidupan ini. Hal itu adalah harga dari pekerjaan kita. Pernahkah kita menghargai pekerjaan kita atau paling tidak pekerjaan orang lain? Beberapa waktu yang lalu saya mendengar rekaman Ippho Santosa saat seminar di malang menyampaikan betapa mahalnya harga slide yang menarik yang ditampilkannya, kisaran jutaan gitu seingat saya.

Wow, betapa harga yang tinggi untuk pekerjaan itu. Harga yang tinggi itu juga bisa dilihat dari pengetahuan yang mahal akan pekerjaan itu. Kita bisa lihat berapa nilai harga pekerjaan yang dilakukan seorang penyanyi dengan penari pengiringnya atau mungkin kuli dengan mandornya, tentu yang memiliki kemampuan lebih-lah yang mempunyai nikai harga pekerjaan yang tinggi. Kita bisa lihat juga jasa Training, Motivator atau inspirator sekelas Jamil Azzaini atau yang lainya. Berapa harga mereka? ya, tentunya mengikuti seminar atau pelatihan mereka hitungan uangnya cukup besar. Kenapa harga mereka tinggi? harga yang tinggi tersebut bisa dilihat dari aspek pengetahuan yang dipunyainya. Pengetahuan mengendalikan pendengarnya tersebutlah yang membuatnya menjadi inaspirator bagi yang mendengar mereka, karena tak setiap orang memiliki kemampuan seperti itu.

Dari sini kita dapat mengambil pelajaran berherga kali ini yakni pentingnya menghargai pekerjaan. berapa harga pekerjaanmu? hingga berapa harga waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan pekerjaan itu? Jika kita mempunyai kemampuan unik yang jarang orang punya, maka harga kita juga akan tinggi. Jika kemampuan yang kita punya tak banyak yang memiliki, maka harganya juga tinggi. Pun demikian jika kita dalam usaha bersama atau dalam perusahaan maka Hargai pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Be Best Together! 

Merapikan STT2 (SEO SearchTerms Tagging 2)

Kita akui bersama STT2 (SEO SearchTerms Tagging 2) merupakan plugin wordpress yang cukup banyak digunakan. Plugin ini merupakan buatan Manusia yang ada di Indonesia. Selayaknya memang kita memberikan reward atau donasi atas kerja keras pembuatnya, namun demikian STT2 (SEO SearchTerms Tagging 2) yang penggunanya sangat banyak mungkin sebagian besar orang luar Indonesia yang memberikan Donasi pada pembuatnya tersebut.

Tampilan STT2 (SEO SearchTerms Tagging 2) by SelametHariadi.com
Tampilan STT2 (SEO SearchTerms Tagging 2) by SelametHariadi.com

Saat ini saya akan sharing tentang cara merapikan Plugin STT2 (SEO SearchTerms Tagging 2) ini. Caranya cukuplah simpel sekali. Bila anda ingin tampilan yang mendatar agar lebih rapi, maka hapuslah <li> di kolom before , dan di kolom after gantilah tanda koma <,>, titik koma <;> atau sesuai kesukaan sahabat-sahabat semuanya.

Demikian sharing kali ini tentang  STT2 (SEO SearchTerms Tagging 2), semoga dapat bermanfa’at. Be Best Together!

 

Selamet Hariadi

MEMANTASKAN DIRI untuk DOA yang dipinta

Suatu hari Allan memandangi mimpinya nan indah bila tercapai.  Seakan dunia bisa ditangannya dengan Ridho Sang Penguasa Alam. Menjadi manusia dengan kesenangan yang memadai dengan mimpi yang tercapai lalu bermimpi lagi mencapai mimpi selanjutnya. Indahnya…

Dia juga bisa dikatakan sering meng-afirmasi apa yang diimpikan-harapan atau doa itu dengan berbagai caranya. Meski kadang ada yang kurang mendukung karena mimpinya terlihat jarang ada yang memilih untuk mencapainya. Sedetik itu juga, Allan menguatkan dirinya bahwa bila manusia tak mampu membantunya mencapai itu maka ALLOH-lah yang pasti akan membantunya, saat tangan-tangan manusia ini tak mampu membantu maka pastilah Tangan yang Luar Biasa dari ALLOH yang membantunya.

Entah kenapa, doa yang terbaik yang dipanjatkannya juga target-target hidup dengan afirmasinya juga apa yang dibayangkannya bila mimpi tersebut tercapai pun telah dilakukan seiring banyak masukan akan motivasi hidup. Karena itulah menjadikannya kurang semangat karena apa yang ditargetkan belum mencapai sesuai targetnya.

ALLOH memang sesuai prasangka baik hambaNya, saat keadaan kurang semangat pun ALLOH seakan memberikan teguran yang cantik kepada Allan dengan berbagai cara. Saat dia kurang memperhatikan Orang tuanya, saat itu pulalah ALLOH member teguran seperti dengan memberikan cerita Ibu lain yang membuatnya menngingat pengorbanan ibunya. Saat lelah menghantuinya dalam bekerja, saat kenikmatan Sholat malam membuatnya kembali semangat nan indah.

Apa hal yang dapat kita pelajari disini? Adalah hal dimana kita perlu memantaskan diri akan Doa-Harapan-Impian kita. Kita telah mengajukan permohonan Doa yang indah yang sering juga kita mengafirmasi diri juga membayangkan jika Doa indah itu terkabul atau tercapai, namun apakah kita sudah memantaskan diri akan Doa kita tersebut?

Memantaskan diri bukan hanya seakan-akan kita telah mencapai doa kita tersebut, melainkan apa Planning yang tersusun agar kita dapat mencapainya. Kedisiplinan dalam pemantasan diri akan doa inilah yang perlu kita perhatikan. Saat kita berdoa tentang suatu hal agar dikabulkan minggu depan, apakah kita sudah mempunyai cara agar bisa tercapai minggu depan? Sahabat semuanya, ALLOH mengingatkan kita tentang kedisiplinan melalui Sholat, lalu kreatifitas melalui kekhusyukan Sholat atau hal ibadah lainnya.

Sahabat semuanya, memantaskan diri adalah bentuk kita meyakini bahwa kita pantas untuk Doa terbaik kita yang kita minta yang Maha Segalanya ALLOH SWT. Semoga saya pribadi dan kita semuanya bisa memantaskan diri untuk Doa kita agar Doa kita segera tercapai pula.

Be Best Together!

INSPIRASI itu dari IBU

Ibuku bangun mulai sebelum Subuh, melanjutkan dengan Tahajud atau mungkin juga Sholat Isya jika belum tadi. Lalu melanjutkan aktivitasnya mempersiapkan jualan di Lapangan nanti mulai pagi. Ibu merupakan Inspirasiku, atau bahkan sahabat-sahabat lainnya sebagai inspirasi hidup. Ibu memberikan kasih sayangnya dengan keteduhan sebagai Ibu.

Bangun pagi-pagi banget lalu mempersiapkan jualannya. Tak lupa makanan buat anaknya di pagi hari. Bila Puasa disiapkan pula sebelum Subuh  menjemput Dunia. Tenaga seakan terus mengalir dalam diri Ibu, tak kenal apa rasa lelah itu. Yang ada hanyalah rasa semangat melayani, memberikan hal terbaik untuk keluarganya agar lebih baik.

Keinginan Ibuku yang tertinggi saat ini mungkin adalah segera menunaikan kewajiban rukun Islam ibadah haji ke Tanah Suci. Pencapaian ini sudah dimulai dengan adanya buku tabungan haji. Lalu meningkat dengan adanya talangan haji, dari dana talangan haji inilah Ibu sudah mendapat porsi untuk 2012. Hal ini terbilang masih lama bagi Ibu, belum sampai berfikir kesitu kami keluarga haruslah berfikir pada pelunasan talangan haji agar biaya administrasinya tak membumbung dan semakin menambah potongan-potongan administrasi pada Bank. Terlebih lagi hutang selain itu masih menunggu untuk dilunasi.

Satu tahun di tahun 2012 ini merupakan sebuah tantangan pencapaian untuk melunasi hutang hingga dana talangan haji Ibu. Mimpiku begitu besar, ingin menghajikan Ibu segera tahun ini atau tahun depan dengan ONH Plus agar cepat berangkat. Inginku pula menghajikan Mbok Jah, Mbah Supono, Mbah Di, Mbah Jah, Mbok Ti, Pak Wek, Ayah, Mertua, Istri hingga diriku sendiri bila bisa tahun ini atau tahun depan. Ditambah pula ingin mengurus CV/PT juga dengan kantor-nya. Ya ALLOH… mimpi hamba begitu besar, berikan hamba kemampuan untuk mencapainya… Engkaulah Maha Pemberi Jalan Kemudahan.

Strategi Menikah

Menikah? saat kata itu yang terlintas selain indahnya mengarungi bahtera bersama Istri kelak adalah Strategi Menikah. Ya, mungkin jiwa yang masih muda kadang dianggap labil namun kadang ke-labil-annya itulah yang membuatnya menjadi manusia yang bisa memiliki kekuatan yang besar dengan melibas segalanya. Makanya kadang wajar jika masa muda dimanfaatkan sebagian orang memaksimalkan potensi, lebih-lebih untuk kebutuhan pengelolaan massa yang besar nih anak muda dipergunakan.

Kembali lagi ke Strategi Pernikahan yang menajdi topik yang kita bicarakan kali ini.  Sebuah sms apik yang rasanya membuatku menjadi loyal untuk sedekah atau menafkahkan uang, tenaga dapat dari sms yang biasa dikirim oleh aagym. Isinya sebagai berikut “  Aagym:  “Dan Barang apa aja yg kamu nafkahkan, maka Allah akn mgantinya & Dia lah Pemberi Rezki yg sebaik-baiknya” (QS.34:39). …