Siapa Lebih Rentan Terkena Penyakit Jantung, Wanita atau Pria?

Di antara pria dan wanita, kira-kira siapa, ya, yang lebih berisiko memiliki penyakit jantung? Yuk, simak penjelasannya!

Penyakit jantung mungkin memang tak ada hubungannya dengan jenis kelamin seseorang. Tapi nyatanya, sebuah penelitian mengatakan bahwa kaum pria lebih rentan terkena serangan jantung.

Hal ini disampaikan oleh Harvard Medical School, Amerika Serikat. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 34.000 penduduk Norwegia tersebut menemukan fakta bahwa risiko penyakit jantung pada pria ternyata dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan wanita.

Harvard Medical School
Harvard Medical School (dok. thecrimson)

Mengenai hal ini, dr. Resthie Rachmanta Putri, MEpid dari KlikDokter menyatakan kalau secara perbedaan anatomis antara pria dan wanita turut memengaruhi risiko akan penyakit jantung.

“Secara anatomis, ukuran bilik jantung wanita lebih kecil dibandingkan pria. Selain itu, volume darah yang dipompa jantung wanita dalam sekali denyut lebih sedikit 10 persen dibandingkan dengan kaum pria. Tak heran, kerja jantung wanita relatif lebih berat ketimbang pria,” jelasnya.

 

Mengapa pria?

Hingga kini sebenarnya belum ditemukan alasan pasti mengapa pria lebih rentan terkena penyakit jantung. Para ilmuwan masih bekerja keras untuk menemukan penyebabnya.

Akan tetapi, beberapa hal berikut ini bisa jadi pertimbangan mengapa fenomena ini bisa terjadi:

  • Kadar hormon estrogen pria lebih rendah

Hormon ini berfungsi melindungi pembuluh darah, sehingga tak mudah menyempit atau tersumbat. Karena kadar hormon ini lebih banyak dimiliki wanita daripada pria, maka penyakit jantung akan lebih mudah menyerang kaum Adam.

  • Kerap mengonsumsi rokok

Walaupun kini tak jarang ditemukan wanita yang merokok, proporsi perokok pria cenderung lebih banyak. Belum lagi, biasanya para pria gemar merokok sambil begadang. Gaya hidup tak sehat ini yang kemudian memicu penyakit jantung.

  • Tingkat stres yang tinggi

Sebagian besar pria merupakan kepala rumah tangga yang tentunya memiliki tanggung jawab besar untuk menghidupi keluarganya. Dengan tekanan yang cukup tinggi baik dari pekerjaan maupun keluarganya, pria menjadi lebih rentan mengalami stres dibanding wanita.

“Ketika stres, hormon epinefrin bisa meningkat, sehingga denyut jantung dan tekanan darah pun ikut meningkat. Kemudian, pembuluh darah bisa menyempit,” terang dr. Resthie.

Ilustrasi Jantung (dok. pixabay)
Ilustrasi Jantung (dok. pixabay)

 

Meski ketiga hal di atas memang disebut-sebut dapat berkontribusi atas serangan jantung pada pria, berbagai faktor lainnya juga perlu diwaspadai, seperti pola makan dan aktivitas fisik.

 

Meski menurut penelitian pria memang lebih rentan terkena penyakit jantung, pernyataan tersebut bukanlah harga mati. Agar terhindar dari risiko penyakit yang menyerang organ jantung, terapkan pola makan sehat, lakukan olahraga secara rutin dan lebih baik berhentilah merokok.

 

 

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.