Inspirasi Be Best Together

Karena dirimu bukan Mereka…

Suatu ketika Adi mengalami perenungan luar biasa saat melihat banyak Trainer/Pembicara di sebuah acara Seminar Motivasi, selesai acara tersebut adalah jam 5 sore. Adi selepas acara tersebut menjalankan ibadah Sholat maghrib kemudian isya di sebuah masjid di dekat tempat berlangsungnya acara tadi. Selepas Isya, dia masih di masjid tersebut namun berada di pelataran Masjid. Dari kejauhan tampaklah Kang Toha yang tadi juga ikut acara Motivasi. Lalu Kang Toha Menyapanya…

“Assalaamu’alaikuuum… Adi, lagi nglamun ya?”

Lalu dengan kaget Adi menjawab “Wa’alaikumussalaam… eh… kang Toha, iya nih lagi mikir…”

“Wah… mikir apa ni, mikir negeri ini ya setelah acara tadi?” tukas Kang Toha

“he… iya nih, saya pengen jadi Trainer/Pembicara sejak dulu. Ikut banyak Seminar sampai Coaching juga. Apa ilmu saya masih dangkal ya” jawab Adi dengan muka berfikir sambil melihat ke Langit yang malam itu indah dengan bentangan Bintang.

“Adi… tak harus menjadi seperti mereka untuk bermanfaat. Selayaknya kita Bersyukur dengan ilmu yang kita punya. Berbagilah semampumu tak harus menunggu disebut Trainer atau pembicara di sebuah Acara yang diikuti ratusan hingga ribuan atau bahkan jutaan orang.” Kang Toha coba menjawabnya

“oh gitu ya Kang… Astaghfirullah…” Kata Adi

“Kita bukan mereka… Mari kita menjadi pembagi ilmu semampu kita, Menjadi terkenal seperti Trainer adalah sebuah amanah. Saat kita pantas untuk itu pasti ALLOH akan menjadikannya untuk kita.”  Tukas Kang Toha

Gerimis yang mulai datang membuat obrolan mereka berhenti, dan mereka kembali ke rumah mereka.

 

Inspirasi lagu “Menjadi Diriku” by EdCoustic.

 

 

aku ingin MENCINTAIMU SELAMANYA

aku lelah memikirkan hidup, lelah akan apa yang terjadi sedang terus mencoba memperbaiki dengan lebih baik agar tercipta apa yang disebut hidup Terbaik. Kau selalu memberiku kesegaran, saat diri ini membutuhkannya; saat aku berfikir pun diberi dengan ketenangan yang kubuthkan. PESONAMU membuatku takjub serta aku merasa malu akan anugerah CINTA yang diberi.

aku malu… malu sekali saat cinta dan pengorbanan yang kuberikan pada orang lain hingga cinta itu seharusnya lebih tinggi UNTUKMU. Waktu aktivitas organisasi dan pekerjaan yang melenakanku akan DIRIMU, meski terkadang aktivitas itu bermaksud untuk MENYENANGKANMU.

Mohon maaaaf… bila apa yang kukerjakan MEMBUATMU marah, namun TEGURANMU membuatku selalu berfikir dan merasakan nikmat TEGURANMU untuk membimbingku menjadi lebih baik. aku ingin MENCINTAIMU selamanya ALLOH…

 

inspirasi  lagu  “Aku ingin MENCINTAIMU” by: Edcoustic

MENIKMATI HIDUP dengan Ego

Ratna adalah ketua bidang Keagamaan di Osis sebuah sekolah swasta di Malang. Hidup dengan bimbingan kedua orang tuanya serta kakaknya yang disiplin membentuk dirinya juga menjadi sangat intens dengan kedisiplinan.  Itulah mengapa mungkin meski kalah dalam pemilihan ketua Osis beberapa waktu yang lalu, Ratna tetap mempunyai pengaruh yang cukup kuat di kepengurusan Osis yang baru.

Waktu berjalan seiring dengan tetesan air yang ada di gunung-gunung. Ratna menjadi siswi yang cukup dikagumi di sekolahnya, hingga suatu saat dia mendapat amanah baru di Kelompok Osis antar sekolah se-Malang. Disini ia menjadi staf dari bidang pembinaan siswa. Dalam berbagai pertemuan ratna memang cukup disegani dengan jujugan retorikanya yang cukup bisa mempengaruhi. Namun, lain halnya waktu itu ketika ada tambahan kepengurusan di Kelompok Osis antar sekolah. Rian begitulah teman-temannya menyebutnya, Rian adalah anak dari seorang anggota DPR RI.

Rian-lah orang yang kadang bisa mematahkan ego si-Ratna. Bukan karena dia anak pejabat, namun karena ia bisa menikmati ego dengan benar. Rian cukup sangat bisa menikmati ego dengan benar, bukan hanya egonya sendiri namun juga ego orang lain. Rian menikmati ego lawan bicaranya sehingga dalam menikmati ada rasa memahami penyampaian ego lawan bicaranya sehingga dalam membuat sebuah retorika secara radikal tak hanya sekedar mengakar namun juga dapat diterima.

 

Setiap orang selalu benar dalam sikapnya, mamahami dengan rasa merupakan cara yang baik untuk membimbing rasa kita melihat rasa dia”

Kubik Leadership, Tuhan Inilah Proposal Hidupku hingga Makelar Rezeki

Salam SuksesMulia…

Saat mengalami titik nadir adalah saat kita mendapat pengaruh akan HIDUP perlu PERJUANGAN LEBIH. Beberapa tahun yang lalu seperti biasa hampir setiap pekan saya dengan sahabat lainnya antar kampus berkumpul guna memperkuat keimanan dan SEMANGAT sebagai PEMUDA yang ingin jadi perubah ke Arah LEBIH BAIK.

Seperti Biasanya acara dimulai dengan semak membaca Al-Qur’an, lalu ada taushiah hingga pada sesi diskusi. Saat inilah seorang senior kami saat itu dan beliau yang sangat saya kagumi juga menjelaskan sebuah buku yakni buku “TUHAN INILAH PROPOSAL HIDUPKU…”, Penjelasan tentang buku ini sangat asyik dan membuat kami harus menjadikan HIDUP LEBIH BERARTI lagi.

Saat sesi sudah selesai, saya dan sahabat saya yang lain berniat meminjam buku tersebut. Karena kantong kami saat itu, dengan berbagai pertimbangan buku itu kami fotokopi dan setiap dari kami yang menginginkannya memiliki buku fotokopi tersebut.

Buku ini membimbing saya dan juga sahabat saya yang lain tentunya untuk memaksimalkan waktu. Namun seiring berjalannya waktu, saat saya membutuhkan buku tersebut ternyata buku itu hilang entah kemana mungkin juga bisa terselip. Akhirnya saya pun membeli buku “TUHAN INILAH PROPOSAL HIDUPKU…” ini yang asli dengan buku “MAKELAR REZEKI” yang merupakan buah karya seorang yang cukup inspiratif, yakni Pak Jamil Azzaini. Apakah sampai disitu? Belum cerita ini berlanjut karena saya belum menemukan passion dan apa yang akan saya capai dengan jelas. Akhirnya saat saya mengikuti seminat “MAKELAR REZEKI” saya menemukan inti sebenarnya, yakni sebuah pencapaian/prestasi yang terbaik yang dicapai dalam hidup kita ini.

Terima kasih pak Jamil atas buku Inspiratifnya, ohya saya mulai mengenal Pak Jamil Azzini sebenarnya mulai dari buku “KUBIK LEADERSHIP”, kalau tidak salah saat itu saya butuh buku tentang kepemimpinan maka saya dapatlah buku tersebut. Buku yang sangat bagus yang say abaca hanya dari meminjam di Perpustakaan, namun saat beberapa waktu kemudian saya menemui pula buku tersebut dengan cover barunya.

Saya Mengenal pak Jamil sebelum itu memang tak cukup respek, bahkan saat seseorang yang saya cintai bercerita banyak tentang Pak jamil yang didapatnya dari twitter. Kekagumannya kadang masih membuat saya iri dan akhirnya saya juga kagum akan pak Jamil mengenal interaksinya di twitter, facebook, klout dan berbagai hal hingga bertemu di seminar “MAKELAR REZEKI” lalu mendapat pelukan yang hangat dari Beliau. Setalah itu saya tetap kagum dengan beliau melalui banyak hal yang dilakukan, guyonan hingga inspirasi beliau di blog hingga social media.

Salam SuksesMulia!

Puncak CINTA adalah PERTEMUAN

Puncak CINTA adalah PERTEMUAN, begitulah saya pahami setelah mendapat pencerahan dari Ust. Halimi Zuhdy saat membahas tentang sebuah ayat di Qur’an. Kenapa bisa begitu? Saat saya melontarkan hal ini (Puncak CINTA adalah PERTEMUAN) di tweet twitter saya, ada cukup banyak pendapat. Ada yang berpendapat bahwa kerindu-anlah sebagai jawaban untuk pertemuan. Namun mari kita lihat lebih dalam makna kata “Puncak CINTA adalah PERTEMUAN”, maksud kata ini adalah Puncak CINTA Teragung kita pada ALLAH tentunya adalah denga bertemu ALLAH SWT; bahkan melebihi kenikmatan yang kita dapat di surga.

Hal ini bisa kita sandarkan dalam CINTA kita pada pasangan kita (Istri/Suami). CINTA yang membumbung tinggi akan mencapai puncak saat ada pertemuan. Pun demikian dengan CINTA kita pada ALLAH, dengan bertemu dengan ALLAH. Saat bertemu Rindu itu pasti ada, bahkan Rindu akan bertambah menjadi-jadi.
Ya begitulah, Puncak CINTA adalah PERTEMUAN, bukan hanya dalam bayangan saja.

Semoga Bermanfaat dan menjadikan kita LEBIH BAIK dengan bertambahnya waktu  ini…

cinta suci zahrana kepada ALLAH SelametHariadi.com

MANAJEMEN itu Perlu

Manajemen itu ternyata penting dan perlu. Tapi apa itu Pengertian Manajemen? Berikut kutipan dari Wikipedia:

“Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur.” Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.”

Sistem  Manajemen diperlukan dalam suksesnya Manajemen. Sistem ini adalah cara dalam lingkup Manajemen, ringkasnya apa yang ingin kita capai tentunya akan menggunakan Sistem  yang saling berkaitan. Oleh karenanya setiap orang perlu memiliki cara mengatur atau manajemen.

Dalam Agama juga ada manajemen, yakni bangaimana kegiatan ibadah juga diatur sedemikian rupa. Jadi memang manajemen itu perlu, terlebih untuk diri kita sendiri bahwa kita perlu mengatur diri kita agar lebih berdaya.

Semoga kita bisa me-manajemen diri kita dengan baik dan mendapat hasil LEBIH BAIK dengan bertambahnya waktu…

Bagaimana kita di MASA DEPAN?

MASA DEPAN adalah Teknologi Pesawat Mobil Komputer Pendidikan Manusia Kota Dunia Generasi kata Motivasi Selamethariadi.com

Bagaimana kita di Masa Depan? Sebuah pertanyaan yang akan mengundang banyak jawaban yang berbeda pada setiap insan, karena memang kita berbeda diciptakan ALLAH. Masa depan adalah masa kita masih belum mengetahuinya, meski ada sebagian yang bisa meramal namun itu belum bisa menjamin ramalan masa depan itu bisa dibenarkan apalagi kita adalah manusia yang beragama.

Teknologi, Pesawat, Mobil, Komputer, Pendidikan, Manusia, Kota, Dunia hingga Generasi di masa depan yang ditampilkan dalam bentuk film di televisi atau gambaran novel adalah sebuah hal khayal yang dilakukan manusia. Masa depan memang menjadi rahasia.

Bagaimana kita di Masa Depan? Banyak kata hingga Motivasi yang dijabarkan oleh para Motivator/Trainer dalam menyikapi masa depan. Masa depan memang tidak kita ketahui persis hingga detail kita di masa depan, jika kita tahu  seperti film Doraemon mungkin kita akan memperbaiki diri dari sekarang dan tak berleha-leha saja menjalani kehidupan.

Selayaknya Masa Depan disikapi dengan kesungguhan Tindakan kita di masa sekarang ini, karena hal itulah yang bisa ketahui dan lakukan. Mungkin kita bisa bermimpi akan masa depan kita yang cerah, namun itu hanyalah mimpi jika kita tak berjalan atau berlari ke arah mimpi yang indah. Setidaknya Tindakan dalam kebaikan dan kesungguhan adalah jalan yang kita kertahui untuk lakukan demi masa depan yang cerah.

Semoga Bermanfaat, Semoga kita semua Bertambah LEBIH BAIK dengan bertambahnya waktu.

Selamet Hariadi

Belajar Sukses dari keprihatinan

Apa yang dimaksud belajar? Secara umum menurut saya belajar adalah proses menambah pengetahuan diri untuk menjadi lebih baik. Oleh karenanya dalam belajar terkadang semakin kita mendalami pengetahuan maka kita akan merasa bodoh dan menyadari hanya ALLAH-lah yang Pemilik segalanya.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca dan melihat sahabat saya berjalan-jalan ke luar negeri, padahal baru beberapa tahun yang lalu masih bersama saya bergurau dan berdiskusi tentang banyak hal. Hal itu juga terjadi pada banyak sahabat saya yang lain bahkan mungkin sahabat anda juga, yang mengalami perubahan dari waktu yang lalu hingga sekarang kita mengetahui kabarnya.

success jiwaku931 selamethariadi.com
Ilustrasi Success (dok. jiwaku931)

Dalam hal beragama kita akan mendapatkan sebuah hal dimana setiap orang yang beriman dan berbuat baik akan mendapat balasan yakni seperti Surga. Namun kita ketahui bersama kalau Surga diperoleh dengan perjuangan menaati peraturan atau perintah ALLAH dan menjuhi larangan-NYA.

Nah, apa hubungannya cerita saya tentang belajar lalu kesuksesan sahabat saya hingga agama di atas tadi? Berangkat dari judul saya ingin menasehati kepada diri saya dan juga untuk sahabat semuanya bahwa kesuksesan itu diperoleh dari keprihatinan. Seperti dalam kita beragama, kita ingin Sukses mendapatkan Surga? Maka tentunya kita harus patih dan taat pada perintah ALLAH dan menjauhi larangan-NYA. Seperti cotohnya adalah puasa, puasa yang kita lakukan 13 jam hingga ada yang 17 jam atau lebih itu untuk apa? Ibadah puasa yang kita lakukan sebenarnya adalah untuk diri kita sendiri, yakni secara ilmu kesehatan untuk kesehatan kita.

Bila kita membaca pengalaman hidup orang-orang sukses ternyata mereka melewati hal keprihatinan ini. Jadi untuk hidup kita jika kita merasa hidup nyaman saja tanpa ada perjuangan perbaikan maka kita perlu mengecek hidup kita. Paling tidak dengan kita menjalankan Perintah agama, seperti dalam Islam yakni Sholat. Dengan kita meluangkan waktu untuk sholat adalah sarana untuk memperbaiki hidup kita. Pun demikian dengan puasa, puasa mengajarkan tentang makanan itu ternyata penting bagi kita serta mengajarkan tentang bagaimana rasanya menjadi orang yang kelaparan. Itulah pelajaran kita untuk mencapai sukses dari keprihatinan. Seiring bertambahnya waktu Semoga kita selalu dimampukan oleh ALLAH untuk menjadi LEBIH BAIK… aamiiin…

Semoga Bermanfaat, salam Be Best Together!

Pekerjaan/Perbaikan Jalan dan Hati

Info jalan beberapa hari ini atau mungkin beberapa bulan ini saya sering melihat Pekerjaan/Perbaikan Jalan. Kalau kita cermati beberapa tahun yang lalu saat akan terjadi arus mudik selalu ada perbaikan di jalan raya, ini memang aneh jika perbaikan jalan di beberapa tempat (seperti: Pantura, ciregol, setu bekasi, sariwangi, subang, kota Bandung, Cinere, Jalur Selatan, Kudus – Pati, Lintas Sumatera, Lintas Timur, Tangsel, Tol Jakarta Merak hingga di kampung).

perbaikan jalan raya pantura antarafoto.com selamethariadi.com
Perbaikan jalan (Foto: Antarafoto.com)

Setiap masyarakat yang hilir mudik memanfaatkan Jalan tentunya akan memperlambat perjalanan dengan beberapa sistem yang mengutamakan dulu perbaikan jalan jelang Lebaran ini. Karena Jalannya masih belum kering benar, jadinya kontruksi jalan raya baru ini perlu pengeringan yang baik agar awet digunakan pun juga dana yang dikeluarkan cukup banyak untuk hal itu.

Yang saya cermati adalah saat perbaikan/perkerjaan jalan aspal ini sebagian ternyata tidak mengambil cara menutup/menambal yang rusak saja, melainkan menutup semua baik yang rusak (berlubang atau bergelombang) dengan aspal yang baru. Sehingga bila dicermati maka aspal yang tidak rusak dan masih bisa digunakan juga ditutupi dengan aspal yang baru. Mungkin sebagian dari kita berfikir hal itu bisa menambah pemborosan uang Negara, namun coba kita lihat dari sisi lain pula bahwa dengan perbaikan jalan yang menambal jalan rusak dan yang masih baik ini untuk menghindari kerusakan jalan lagi. Dengan adanya tambahan aspal, maka jalan juga jadi lebih rata tidak bergelombang jika hanya menambal yang rusak saja (jadi jalannya naik turun, bisanya jalan yang sudah ditambah akan lebih tinggi dari sebelumnya).

Hal ini juga bisa kita lihat dari diri kita, hati kita yang kurang baik diperbaiki pun demikian dengan hati atau sikap kita yang baik terus dijadikan Lebih Baik lagi.

 

Semoga dapat bermanfaat, Salam Sukses Selalu!

 

 

Keterbukaan Diri

Keterbukaan Diri adalah suatu hal alasan kita berkomunikasi. Diskusi, debat, hingga curhat tak bisa diperhatikan selalu kita perlukan dalam komunikasi antar manusia/personal. Entah untuk meluapkan hal dalam diri atau untuk mencari inspirasi dari orang lain. Dalam hubungan ini, kita akan merasakan adanya keterbukaan diri, yang mana akan membimbing kita pada ranah kedekatan diri. Hingga pada hilirnya keakraban dan kenyamanan akan terasa dalam pergolakan kejiwaan kita dalam melakukan komunikasi-komunikasi antar person.

Memang keterbukaan diri seperti pintu rumah yang ada tahapan-tahapan tersendiri dalam memasukinya. Pada saat dibuka pun pintu akan banyak perspektif dalam menanggapinya, ada yang terbuka sedikit hingga beberapa persen lebih jauh. Keterbukaan pintu ini pun hampir selalu pasti melihat tamu yang akan masuk melalui pintu ini. Semakin terbuka pintu, maka akan semakin besar kepercayaan sang pembuka dan pemilik pintu rumah tersebut terhadap orang yang ada di depan pintu tersebut.

Berikut ini Beberapa tipe keterbukaan diri:

  1. Tipe keterbukaan satu arah. Dimana hanya ada gerakan satu arah dalam perlakuan keterbukaan diri. Tak adanya timbal balik yang seimbang hampir selalu menyebabkan ketimpangan reaksi.
  2. Tipe Keterbukaan dua arah. Keterbukaan yang ini memiliki simbiosis Mutualisme atau hal saling membutuhkan sehingga timbal balik reaksi juga memberikan kesejukan lawan komunikasi kita. Pada jenis ini juga masih dibagi menjadi lebih rinci pada keterbukaan dua arah lebih lanjut, yang mana arus keterbukaan kadang tak selalu berimbang.
  3. Tipe keterbukaan berkebutuhan. Jenis keterbukaan ini hampir sama pada tipe keterbukaan dua arah, namun pada perjalanan waktunya hanyalah pada ikhwal tertentu saja.

Tipe Keterbukaan Diri ini juga mempengaruhi Tipe Kepribadian. Keterbukaan diri bagaimanapun juga selalu dibutuhkan setiap manusia, karena setiap kita selalu membutuhkan pihak yang lain dalam perlakukan kehidupan yang lebih baik dan menyamankan. Namun juga diperlukan adanya saling timbale balik yang baik antar pemeran komunkasi dalam menciptakan keterbukaan diri. Keterbukaan diri selalu berhubungan pada pintu hati dan fikiran, memang jika tak ada timbal balik saling keterbukaan diri selayaknya kita tak melakukan keterbukaan diri juga pada parner komunikasi kita itu. Pun demikian, kita juga haruslah menuggu beberapa waktu untuk respon keterbukaan diri dari partner komunikasi kita, jika telah sering keterbukaan tak terbentuk, wajarlah jika kita juga menutup sedikit demi sedikit keterbukaan diri kita.

“jika kau tak boleh bertamu dirumah orang lain, mengapa kau buka pintu rumahmu untuk dia. Namun sebaiknya kau bukakan pintu untuk orang yang jika kita bertamu ke tempatnya juga dipersilahkan dengan baik” 

berSalaman Seusai Sholat = Memperkuat Network Hati ???

Tak Seperti biasanya seusai sholat dhuhur cuaca mendung dan kemudian turunlah hujan secara perlahan membasahi panasnya bumi yang mulai tua ini…

Kang Toha yang setelah sholat Dhuhur berniat mengistirahatkan Raganya sejenak di rumah seakan menahan langkahnya untuk itu. Senyum manis mengembang di bibirnya. “Alloh, ada apa ini… niat hamba yang tadi sepertinya Kau tahan. Semoga dengan tinggalnya hamba di Masjid saat ini mempunyai manfaat sesuai rangkaian kehidupan yang Kau bimbing untuk hamba” gumamnya dalam hati.

Kang Toha sambil terus berdzikir menghadap ke luar menyaksikan hujan yang menghilangkan dahaga bumi. Tak lama kemudian sahabatnya bernama Furqan menyapanya.. “Assalaamu’alaikum Kang, kelihatannya sumringah ni..”Sapa Furqan.

“Wa’alaikumussalaam… Allahu Robbul Izzati.. Alhamdulillah sumringah meski agak tertahan bathin karena gak sesuai rencana… hehe..” Jawab Kang Toha.

Lalu mereka mengobrol dengan menyambung bagai air yang mengalir di gurun begitu saja…

Selang beberapa menit, pembicaraan mereka tiba pada masalah psikologi dalam beragama.

“Kang, ente ini khan orang teknik tapi pengetahuan ente tentang psikologi dan tasawuf cukup mendalam… ni saya mau tanya aja bila menurut ente yang ilmu sosialnya agak baik, bagaimana memandang bersalaman seusai sholat? Wong salaman aja kok gak boleh kata temen-temen. Tapi ada Kyai juga Salaman seusai sholat Jama’ah.” Kata Furqan.

“Masalah itu ya… Saya pernah dapat riwayah kalau jaman Nabi & sahabat dulu, mereka bila bertemu bersalaman dan saling berpelukan. Dari segi kajian psikologi yang pernah dibahas, hal itu sebagai alat memperkuat keakraban antar Ummat Islam. Sehingga bila hati, fikir serta diri ini telah akrab suatu hal indah dalam “ukhuwah” akan sangat terasa sekali.. bukan begitu..??? “ Kata Kang Toha.

“hmm… ya Kang, saya pernah tahu ada riwayah seperti itu, serta saya dulu pernah dapat penjelasannya juga.. trus Kang?” Sambung Furqan.

“Bersalaman seusai sholat Jama’ah sebenarnya hampir seperti masalah Qunut, Raka’at Sholat Terawih.. dan lainnya yang menjdi masalah furu’ atau cabang memahami agama.

Memang benar kalau dalam seni berhubungan dengan orang lain, bersalaman adalah awal untuk mennyambung serta menghangatkan hati kita dengan hati orang lain. Kalau pas tidak seusai sholat sih belum ada yang banyak mendikte untuk menentang, tapi kalau pas bahasannya setelah sholat Bersalamannya, banyak tanggapan serta pemikiran tentang ini… ada yang keras menentang hingga ‘nedo nrimo’ atau bisa diartikan emang gue pikirin masalah itu..hehe… <sambil tertawa kecil>

Kalau dalam riwayah saja bersalaman saat ketemu sebagai hal yang dilakukan, alangkah indahnya jika kita melakuknnya setelah Sholat Jama’ah. Bila kita biasanya agak canggung bila bertemu dengan saudara kita sesama Muslim karena mungkin jabatan, wibawa, atau sikapnya yang tertutup.. maka bersalaman setelah sholat bila dipandang dari segi lain akan memperkuat jalinan hati kita dalam indahnya ukhuwah. Menjabat erat dengan menatap matanya sambil berucap “barokalloh”… waw betapa indahnya itu..

Mungkin segala rasa yang canggung itu akan sirna karena tradisi seperti itu… hak sesama Muslim yang pada saat bertemu dianjurkan bersalaman itu akan terpenuhi disini.. “ Terang Kang Toha

“ya.. ya.. Kang… bener juga ya…

Memahami agama ini secara konstruk kaku kadang memang kurang bisa bersatu dengan masyarakat dengan kultur seperti sekrang yang lebih tenggah rasa” Sambung Furqan

“Fur, Saya juga masih fakir ilmu, saya kadang belum terstruktur dalam beragama… jawaban saya bukannya maksud condong pada satu pendapat bersalaman setelah Sholat, tapi kita coba lihat dari segi manfa’at serta kajian psikologi karakter-nya” Tambah Kang Toha.

“oyi thok wis Kang… emang harus banyak pendapat yang kita pelajari, bukan hanya manut dari 1 pendapat. Kalo sudah tahu kenapa mereka melakukan, maka rasa benci atau dengki itu akan sirna.  Hmm… emang seharusnya kita mencontoh ummat Islam terdahulu dalam toleransinya dalam perbedaan yang ‘kuat dalam prinsip, elegan dalam prakteknya’, sama-sama belajar kalau gitu..” Jawab Furqan.

“Ya.. tu khan.. ente sudah pinter juga gitu… udah agak terang, kemarin habis beli novel “Sepertiga Malam” belum saya baca… saya pulang duluan ya… semoga pertemuan kali ini barokah dan ada manfa’atnya..” Kata Kang Toha.

“ya semoga Kang… saya masih disini… mau ngaji dulu, lalu ada agenda beli buku bulanan…” Jawab Furqan.

Mereka bersalaman dengan erat dan dengan tatapan yang menyejukkan…

“Barokalloh… Wassalaamu’alaikuum Warohmatullah…” Sambung Kang Toha

“Wa’alaikumusslaam Warohmah…” Jawab Furqan.

Detik hujan mulai menahan langkahnya untuk membuka jalan Kang Toha untuk Pulang… Furqan asyik dengan Syaamil Qur’an-nya…

Pahamilah jangan minta dipahami …

Pahamilah jangan minta dipahami …, entah darimana kata-kata itu… di sore ini seakan muncul kembali di fikiran seorang manusia yang masih lemah ini. Memang tadi telah muncul di sekelumit otak ini waktu menulis mengisi ‘apa yang kau fikirkan di salah satu situs’. Ya, seakan sambil mendengarkan instrumen yang sudah kurindukan dari dulu ini, fikiran tentang “Barseso” kembali muncul. Bayangan akan cerita saudara “Ali” muncul, lalu bagimana “Sholahuddin al-ayubi” seperti diceritakan salah satu penulis yang bukunya belum sempat kubaca habis.

Mengalirkan fikiran menjadi manusia yang positif bagi orang lain itu mungkin tak semudah membalikkan telapak tangan. Kadang terbersit, bagaimana seorang motivator atau trainer atau murabbi misalnya menyemangati diri mereka… apakah mereka sujud dikeheningan malam, mengeluhkan semua masalahnya pada sang istri, terdiam sejenak di tepian kota, melihat video atau suara-suara tentang motivasi.

Tulisan kali ini memang tanpa arah, karena ada tekanan mental entah dari mana datangnya untuk segera menulis apa saja… ketika mendengar suara ibu rasanya aku ingin segera mencari uang sebanyak-banyaknya untuk segera memuliakan orang tua. Ingin segera mendapat buayak harta yang ingin kuberi pada mereka. Aku rasa aku gagal jadi lebih baik hari ini, mungkin ayah akan kecewa, ibu akan menangis tentang sikapku kali ini…

Entah kenapa fikir ini selalu mengingatkan kalau sekarang kau adalah seorang pemimpin, pemimpin di salah satu komunitas non profit. Ya, sindiran dari * memang benar jadi * tapi gak dibayar, mungkin itu sekilasnya. Lalu apa yang harus dilakukan? Tak dapat menolak memang, tak dapat berpaling ketika batu di depan itu harus disingkirkan.

Mendesah lemas itu yang kadang dilalukan … tapi itu tak mengurangi apa yang ada dalam bebanmu sobat.. apa yang kau rasa tak dirasanya.. maka, cara paling baik adalah merasakannya.. maksudnya? Ya merasakan sendiri. Kadang teringat tentang teori fasilitator atau manusia yang baik adalah tak membagikan kotoran pada manusia yang lain, tapi membagikan makanan yang enak pada mereka.

Wah apa lagi yang ingin ditulis…

Semoga ustadzku dapat bangga mempunyai santri yang masih ingin berusaha merubah nasibnya dan keluarganya…

Satu kalimat penutup tulisan yang kurang masuk nominee baik ini adalah

“melihat daun yang jatuh di genteng orang lain akan lebih mudah, tapi melihat daun yang jatuh di  rumah sendiri kan lebih sulit…” Biarkan mereka menunjukkan narsisme mereka dengan cara mereka, aku… hmm… biarkan memperbaiki yang masih rapuh ini, tunggulah beberapa saat lagi akan kuruntuhkan ego mereka…