Jika kita tahu Tahapan Menulis Buku, cukup panjang. Namun secara garis besar ada 5 tahapan penting. Tahapan ini secara ringkas adalah Pre-Writing, Writing, Reading, Editing dan Publishing. Continue reading Mau jadi Penulis Buku, ikuti 5 Tahapan Menulis Buku ini!
Category: Inspirasi Be Best Together
Inspirasi Be Best Together
3 Destinasi Wisata Indonesia Pilihan di 2016
Adakah destinasi wisata Indonesia yang masuk dalam resolusi 2016 anda? Atau malah banyak pilihan destinasi di luar Indonesia? Indonesia merupakan Negara besar yang kaya akan pilihan destinasi wisata. Jika belum memasukkan pilihan destinasi Wisata Indonesia, layaklah dimasukkan pilihan Wisata Indonesia yang cukup banyak. Berikut ini merupakan 3 destinasi wisata Indonesia Pilihan yang layak dikunjungi di tahun 2016, namun demikian destinasi lainnya juga menarik untuk dikunjungi.
Karimun Jawa
Karimun Jawa merupakan sebuah pulau yang indah, termasuk pula pada gugusan pulau lain di sekitarnya. Seperti namanya yang ada kata “Jawa”, letaknya juga dekat dengan Pulau Jawa yakni di utara Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Jepara.
Merujuk dari Wikipedia, luas daratannya ±1.500 hektar dan perairan ±110.000 hektar, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak “kremun-kremun” maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun.
Letak Karimun Jawa di wilayah pantai utara memungkinkan ombak lautnya tak sebesar pantai selatan. Pilihan wisata-nya cukup banyak mulai dari Keindahan bawah lautnya, Keanekaragaman binatang laut hingga Keindahan Pantai dan lautnya. Wah… banyak keindahan di gugusan pulau Karimun Jawa inilah yang membuat tempat ini pilihan tepat destinasi wisata Indonesia di 2016.
Raja Ampat
Raja Ampat tentu tak asing lagi bagi mereka yang suka bepergian menikmati keindahan Indonesia. Tempat ini bsa jadi impian para penjelajah wisata Indonesia. Letaknya berada di Provinsi Papua Barat. Menurut sejarahnya, Raja Ampat atau ‘Empat Raja’ adalah nama yang diberikan untuk pulau-pulau indah tersebut. Sebuah nama yang berasal dari mitos lokal. Empat pulau utama yang dimaksud itu adalahWaigeo, Salawati, Batanta, Misool yang merupakan penghasil lukisan batu kuno.
Seperti Karimun Jawa, Raja Ampat merupakan gugusan kepulauan pula. Keindahan yang ditawarkan tentunya berbeda karena melihat corak budaya yang berbeda dikedua tempat ini. Raja Ampat letaknya di timur wilayah Indonesia memberikan kesan indah pada alam khas Papua.
Keindahan bawah laut, pantai hingga makanan khas-nya dengan ikan Kuning menjadikan hal yang sangat diidamkan bagi mereka penjelajah wisata Indonesia. Bila Anda punya agenda jalan-jalan menikmati keindahan Indonesia, layaklah Raja Ampat masuk daftar berikutnya di 2016.
Derawan
Derawan juga merupakan tempat yang cukup banyak variasi keindahannya. Menjelajah di tempat ini menjadi keasyikan tersendiri. Seperti Raja Ampat dan Karimun Jawa, Derawan merupakan gugusan kepulauan yang Indah. Gugusan pulaunya berjumlah 31 pulau.
Letak Kepulauan Derawan ialah di wilayah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Keindahan yang ada dii Kepulauan Derawan terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil yang sangat penting yaitu terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau (hutan mangrove). Selain itu banyak spesies yang dilindungi berada di Kepulauan Derawan seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda dan beberapa spesies lainnya.
Keindahan Derawan memang menjadi hal yang patut dieksplorasi lebih banyak. Kawasan Kalimantan atau Borneo memiliki keanekaragaman keindahan khas tersendiri. Pilihan wisata yang banyak menjadikan kita bisa mengenal keindahan Indonesia ini cukup banyak dan sangat diperlukan masyarakat Indonesia lebih mengetahuinya.
Itulah 3 Destinasi Wisata Pilihan Indonesia di 2016. Tak menutup kemungkinan destinasi lainnya menarik, namun 3 tempat di atas merupakan pilihan saya dengan melihat beberapa aspek yang menarik yakni lebih pada kepulauan dan keanekaragaman wisata yang ada di tempat-tempat tersebut. Apa Anda ada destinasi wisata lainnya? Mungkin bisa dilampirkan agar banyak orang lainnya tahu sebagai tempat layak dikunjungi di tahun 2016.
Sholawat/Shalawat Irfan
?????????? ????????
Menempuh Jalan Kema’rifatan
????? ??? ????? ??????? | ??????? ????? ?? ????????? |
Atas seorang yang berbudi Al-Qur’an | Penghormatan dan salam Alloh senantiasa tercurahkan |
???????? ????? ????? | ????? ???? ?????? |
Dengan maksud sebagai rahmat bagi seluruh alam | Yaitu Muhammad sang penyampai penjelasan |
? ???? ??? ????? | ? ??? ??? ????? |
Dan para sahabatnya yang terbaik | Beserta keluarga pemilik kebajikan |
??? ??????? ? ??????? | ?? ??? ??? ??????? |
Sebagai cahaya penghormatan dan keselamatan | Yaitu orang-orang yang menempuh jalan kema’rifatan |
?????? ??? ?????? | ???? ?? ??????? |
Selamatkan kami dari segala dosa | Wahai Tuhan Sang Penolak kerusakan |
???? ???? ?????? | ??? ?? ??? ????? |
Untuk mendapatkan kenikmatan yang paling utama | Wahai Tuhan kiranya Engkau sudi melimpahkan pertolongan kepada kami |
????? ????? ?????? | ???? ???? ?????? |
Dan limpahkanlah akhir yang baik | Wahai Tuhan selamatkan bangsa kami |
??????? ??? ??????? | ?? ????? ? ?? ???? |
Usia 27 tahun, apa yang harus dilakukan/dicapai?
20 April adalah waktu yang istimewa, konon katanya aku lahir di tanggal ini. Hal-hal spesial terjadi di tanggal ini, ucapan hingga hadiah. Pada tahun 2015 ini usiaku memasuki ke-27 tahun. Banyak hal yang sudah dicapai dan banyak hal pula yang perlu dicapai ke depannya.
Tanggal 19 April 2015 di waktu sore pulang dari agenda acara Gathering Nasional Online Marketer Group (OMG) Indonesia di Ubaya Training Center (UTC) Trawas-Mojokerto kondisi hujan, lalu aku yang naik sepeda motor bersama Endro menepi untuk berteduh karena jas hujan hilang. Cukup lama berteduh kami memutuskan untuk makan di dekat minimarket tempat kami berteduh.
Di sela-sela makan aku dapat telepon dari Khoirotul Imayah. Jarang memang dapat telepon dari sahabat belajarku karena mereka mungkin sibuk dengan belajar dan pekerjaan mereka. Obrolan kami juga pada tanggal 20 April. He… waktu dimana aku ulang tahun. Mungkin ini obrolan pertama tentang ulang tahun terdekat sebelum besok tanggal 20 April 2015.
Ternyata mereka yang di Jogjakarta (Khoirotul Imayah, Silfia Irdiana Rohma, Erwin Ardianto) memberikan hadiah yang istimewa bagiku, karena sepertinya baru kali ini ada kue ulang tahun bertuliskan namaku. Hehe… jadi teringat dulu hadiah ulang tahun bagiku seperti diajak ke alun-alun atau main di Gajayana Plaza adalah sesuatu yang bermakna, tahu kota Malang saja merupakan hal istimewa dulunya. He… mungkin juga istimewa bagi sebagian orang namun juga hal yang biasa bagi sebagian orang lainnya.
Terima Kasih Banyak semuanya… Kalian hebat, semoga kalian bisa sebaik-baiknya manusia yang Bermanfaat bagi manusia lainnya…
Berdekatan dengan tanggal 20 April 2015, adalah hal spesial pula yakni mendapat undangan untuk live Streaming pada acara KompasianaTV di KompasTV 24 April 2015. Ya, meski mungkin tak banyak pendapat yang disampaikan pada acara itu; paling tidak ada kesenangan hati melakukan hal itu. Kemarin tanggal 27 April 2015, sebuah obrolan dari salah seorang customer service Bank Mega-Kawi tentang ulang tahun juga membuat sesuatu yang menyenangkan. Ternyata banyak pula ucapan hingga doa via Handphone, email maupun di Social Media. Terima Kasih semuanya… Semoga doa-doa kebaikannya dikabulkan oleh Allah, kita semua juga bisa menjadi Manusia Terbaik daripada waktu-waktu kita sebelumnya…
Sampai usia ini banyak yang sudah dicapai, namun banyak pula yang perlu dicapai lagi. Dulu aku mempunyai mimpi yang banyak, saat ini sementara aku ingin yang lebih sederhana karena lebih pada kenyamanan hidup.
Usaha
Mempunyai Usaha yang dapat memabantu banyak orang dan kehidupan adalah impian yang saat ini ingin pencapaianya segera. Sebagian sahabatku yang dulu sama-sama berjuang, saat ini sudah mempunyai ciri khas usaha tersendiri mereka. Inilah yang ingin kucapai di usia 27 yakni mempunyai Usaha dengan tetap berpendapatan semakin meningkat. Dengan adanya Usaha, maka kebutuhan pada keluarga, ibadah hingga mensejahterakan yang lainnya mungkin dapat dilakukan. Sesungguhnya Usaha yang dilakukan adalah karena Allah, jadi apapun hal tentang itu karena Allah.
Menikah
Menikah adalah hal yang masuk dalam kebutuhan untuk segera dicapai. Melihat atau mendengar berita sahabat-sahabatku sudah menikah, kadang jadi perhatian diri untuk segera menikah pula. Memantaskan diri untuk Menikah adalah hal yang dilakukan. Ya, Menikah adalah kebutuhan.
Umroh Romadhon
Romadhon adalah bulan yang istimewa, impian Romadhon di Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi merupakan impian yang ingin dicapai tiap tahun. Umroh pula di bulan Romadhon merukan hal yang ingin dilakukan selain memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Haji
Haji tentu sesuatu yang seharusnya dicapai bagi setiap orang yang beragam Islam, pun begitu denganku. Usaha untuk pencapaian hal ini sejauh ini adalah dengan membuka tabungan haji. Besar harapan segera mendapat porsi haji dan bisa menunaikan ibadah haji.
Mobil
Mobil sebenarnya kebutuhan pula untuk memudahkan transportasi yang bisa mengangkut banyak orang. Pencapaian impian ini memang harus melihat diri, karena pendapatan selayaknya bisa menutupi kebutuhan operasional perawatan mobil tentunya.
Travelling
Travelling merupakan kebutuhan melihat keindahan ciptaan Allah di berbagai tempat. Raja Ampat, Karimun Jawa, Lombok, Sempu, Ijen, Manado, Palu, Danau Toba, Keindahan alam Banyuwangi, Panderman, Bandung, Jogja; merupakan sebagian tempat yang ingin kukunjungi untuk menikmati keindahan yang ada disana.
Itulah sebagian hal yang ingin kucapai di usia 27. Saya pernah bertanya kepada seseorang yang sudah melewati usia 27 tahun apa yang dilakukannya di usia tersebut namun belum mendapat jawaban yang jelas sampai tulisan ini ada.
Kalau Anda yang sudah melewati usia 27, akan melewati atau sedang di usia 27 apa yang HARUS DICAPAI atau DILAKUKAN ya??? Help me, please… 🙂
_selamet hariadi_
Quantum Teaching (Mengorkestrasi Kesuksesan Siswa – Chapter 1)
Mengajar ada banyak cara, banyak metode yang berkembang sebenarnya adalah metode yang dikembangkan dari pengalaman atau kreatifitas pada kondisi yang terjadi dalam belajar-mengajar. Salah satuny adalah Quantum Teaching, bukan Quantum Ikhlas, Quantum Learning atau Quantum of Solace. Hehe…
Quantum Teaching: Mengorkestrasi Kesuksesan Siswa
Quantum Teaching dikembangkan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelerated (Lazanov), Multiple Intelegent (Gardner), Neuro-Linguistic Program (Grinder dan Bandler), Experiental Learning (Hahn), Socratic Inquiry, Cooperatif Learning (Johnson dan Johnson) dan Element of Effective Instruction (Hunter). Quantum Teaching dimulai di SuperCamp yang digawangi oleh Bobbi DePorter.
Asas Utama Quantum Teaching
Sandaran Quantum Teaching adalah konsep “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. Mengajar adalah hal yang harus diraih dan diberikan oleh siswa bukan Departemen Pendidikan. Belajar dari segala definisinya adalah kegiatan full-contact.
Dengan kata lain, belajar melibatkan semua aspek kepribadian manusia (pikiran, perasaan dan bahasa tubuh) di samping pengetahuan, sikap dan keyakinan sebelumnya serta persepsi masa mendatang. Dengan demikian karena belajar berurusan dengan orang secara keseluruhan, hak untuk memudahkan belajar tersebut harus diberikan oleh pelajar dan diraih oleh guru. Jadi masuki dulu dunia mereka.
Prinsip-prinsip Quantum Teaching
Quantum Teaching memiliki lima prinsip atau kebenaran tetap, yakni:
- Segalanya Berbicara
Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh Anda
- Segalanya Bertujuan
Semua yang terjadi dalam penggubahan Anda mencapai tujuan
- Pengalaman sebelum pemberian nama
Proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.
- Akui setiap Usaha
Siswa patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.
- Jika Layak Dipelajari, maka Layak Pula Dirayakan!
Perayaan ialah sarapan pelajar juara, perayaan memberi umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.
.
Judul Buku: Quantum Teaching
Penulis: Bobbi DePorter, Mark Reardon & Sarah Singer-Nourie
Penerbit: Kaifa Learning
Chapter: 1
Pembuat Resume: Hariadi IM1
Mengambil Pelajaran dari Kematian
Kemarin diiringi hujan aku dan bersama rekan lainnya ta’ziyah ikut berbela sungkawa atas meninggalnya salah satu anggota keluarga (nenek) dari siswi yang aku jadi wali kelasnya atau bagiku sahabat belajarku. Ini untuk kesekian kalinya aku mendapatkan berita meninggalnya keluarga sahabat belajarku. Raut kesusahan, lelah, dan hal duka lainnya terpancar dari mereka meski kadang coba ditutupi.
Kematian… lalu?
Meninggal dunia, wafat, mati atau apapun istilahnya menjadi hal akhir hidup kita di dunia yang menggambarkan bagaimana bahwa hidup kita di dunia sementara. Kalau kita mendapat kabar meninggal seseorang, bagaimana kita menyikapinya? Apakah kita dapat mengambil pelajaran dari kejadian itu?
Selayaknya kita mengambil pelajaran dari Kematian. Berita yang aku terima beberapa waktu lalu bahwa ada siswi yang ditinggalkan neneknya tentu wajar jika tangisannya tersedu-sedu, bahwa ada yang terpancar dari sikap diamnya yang membuatku melakukan berbagai cari untuk menghiburnya.
Kemarin saya mintakan barokah Fatihah saat di kelas yang aku bimbing belajarnya, pelajaran buatku dan buat mereka di kelas itu adalah menjadi pelajaran jika keluarga kita yang meninggal. Berapa banyak kita mengecewakan keluarga? Apakah kita sudah banyak memberi senyum dan kebanggannya pada keluarga kita? apakah ada uang dari orang tua yang malah digunakan untuk berpacaran tak jelas?
Hidup bagaimanapun memang adalah sebuah hal yang tak ketahui kapan akhirnya. Hal wajar jika kita dekat dengan orang, lalu orang itu meninggal dan kita merasa terpukul dan tergambar dalam diri kita raut yang sediah dan tangisan. Lalu apakah kita juga sudah siap meninggalkan kebaikan dalam hidup kita?
Pelajaran, ya apakah kematian orang lain membuat kita memahami apakah makna sebenarnya dari hidup. Ingat… Hidup kita ini untuk apa…?
Buku: Jiwa-Jiwa Keikhlasan dan Perjuangan
Apabila ada orang yang telah kamu tolong, yang telah kamu beri jasa, yang telah kamu didik dan seterusnya. Kemudian orang itu tidak berterima kasih, tidak mengakui jasamu, malah bersikap kurang baik atau malah memihak orang lain yang memusuhimu… Ketahuilah, bahwa semua itu merupakan ujian bagimu sampai dimana keikhlasan, sampai dimana keimananmu untuk itu bersabarlah. Dan tingkatkanlah keikhlasanmu langsung kepada Allah.
Hal di atas merupakan salah satu pesan utama dalam buku ini. Awal buku ini dimulai dari pengantar penerbit yang menyampaikan alasan adanya buku ini yang merupakan kumpulan tulisan dari KH. Imam Zarkasyi. Alasannya penerbit menganggap bahwa manusia tidak akan dihidupkan di dunia kecuali untuk berjuang mengemban amanat sebagai khalifah fil-ardhi dan sebuah usaha tidak dikatan perjuangan tanpa didasari keikhlasan. Sehingga mutlak jiawa-jiwa keikhlasan dan perjuangan harus dimiliki oleh semua makhluk bernama manusia, terkhusus kita sebagai ummat Islam yang nota bene seorang santri.
Ilmu adalah barang yang tak tidak dapat dibeli, ia mahal. Dan ada juga yang lebih mahal dari pada ilmu yaitu Harga Diri atau kehormatan diri. Hal ini sangatlah penting dalam menjalani kehidupan. Hal lainnya mendidik berani adalah hal penting lainnya dalam mengisi mental manusia.
Dalam melakukan hal baik namun tak mendapat balasan yang diharapkan maka bersabarlah dan tingkatkanlah keikhlasan yakni ikhlash langsung kepada Allah. Pamrih semata-mata kepada Allah dengan berdoa boleh bahkan diperintahkan dan sudah merupakan ibadah. Sebenarnya tak perlu lagi ada keraguan tentang balasan yang baik ataupun yang buruk dari amal perbuatan seseorang. Itu jelas dalam Al-Qur’an “Maka alasan apa lagi yang menyebabkan engkau mendustakan adanya balasan?” kemudian di dalam Al-Qur’an diikuti dengan ayat “Bukankah Allah itu hakim yang seadil-adilnya?”. Semoga Allah menolong kita dan memberi petujuk kepada kita serta meridhoi alamal usaha kita…
Sholat itu nikmat dan ringan kalau sudah lama dibiasakan. Seapat mungkin supaya sepenuh waktu sholat itu penuh isi, paling tidak sebagian saja dulu dan seterusnya dilatih memenuhi isi itu sediki demi sedikit sampai penuh. Kita mungkin tak dapat mengukur kekuatan doa dengan apsti,s ebagaimana mengukur volume atau beratnya suatu benda. Tetapi kita dapat merasakan dan membuktikan pengaruh ghaib yang luar biasa dari doa tersebut.
Banyak pesan atau nasehat dalam buku ini mulai dari untuk diri, hidup kita bermasyarakat hingga hubungan kita dengan keluarga yang jangan mengandalkan orang tua serta standar hidup. Hidup yang cukup bukan berarti harus mahal dan berlebihan. Buku ini dirasa cukup perlu dan penting di jaman sekarang dimana dibutuhkan ketinggian ikhlash dalam perjuang memperbaiki negeri.
———————–
Judul Buku: Jiwa-Jiwa Keikhlasan dan Perjuangan
Penulis: KH. Imam Zarkasyi
Penerbit: Darussalaam Pos
Halaman: 93
MERANCANG KEGIATAN Organisasi, Lembaga atau Komunitas
Merancang Kegiatan adalah HAL PENTING sebelum kegiatan dilakukan, misal untuk Pembelajaran dengan pendekatan Saintifik, Pemasaran, Etika Lingkungan, Outbound dan lain sebagainya.
Organisasi, lembaga atau yang namanya komunitas suatu perkumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan, selalu mempunyai cara untuk mencapai tujuannya. Kegiatan adalahhal yang tak dapat dilepaskan darinya, yang mana kegiatan merupakan bentuk eksistensi dan perputaran waktu dalam perkembangan organisasi atau komunitas.
Dalam Merancang Kegiatan, Sahabat saya Ruslan Hermawan mempunyai 5 alur yang kiranya cukup baik jika kita ikuti. Kelima alur itu adalah: Isu, Tujuan & tindak lanjut yang jelas, Kepanitiaan, Narasumber dan pendanaan.
Isu
Yang pertama adalah pemilihan isu yang tepat. Isu yang tepat bisa diambil dari isu yang berkembang pada waktu kegiatan itu akan dilaksanakan, yang tentunya pilah-memilah isu disini haruslah sesuai dengan tujuan besar atau karakter organisasi penyelenggara.
Tujuan & tindak lanjut yang jelas
Tujuan penyelenggaraan kegiatan haruslah jelas, sehingga adanya target yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Tujuan yang dimaksud bisa untuk kepentingan organisasi atau komunitas sendiri ataupun untuk khalayak ramai. Selain Tujuan, ada pula tindak lanjut yang jelas dalam penyelnggaraan kegiatan, sehingga arahnya akan jelas.
Tindak lanjut suatu kegiatan sangatlah diperlukan agar kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya sekedar menghasilkan konklusi tanpa makna dan pengaruh yang jelas bagi peserta kegiatan tersebut, lebih-lebih suatu usulan yang akan ditindak lanjuti masyarakat luas atau pemerintah.
Kepanitiaan
Panitia adalah merupakan tim penyelenggara kegiatan. Dalam penentuaan kepanitiaan tentunya haruslah jelas dengan pemilihan yang mantap sehingga terpilihlah orang-orang dalam kepanitiaan yang sesuai dengan kapasitas kemampuannya (tentunya bisa dilihat dari pengalaman).
Nara sumber
Narasumber merupakan orang yang menjadi inti dalam hari berlangsungnya kegiatan, yang mana narasumber adalah orang yang menjadi kunci dalam pembahasan masalah dalam kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah digariskan panitia. Biasanya Narasumber bisa menjadi daya tarik khalayak ramai untuk mengikuti kegiatan. Karena besarnya kegiatan kadang bisa dilihat dari kapabilitas narasumbernya.
Dari penjelasan Ruslan Hermawan yang beliau dapat dari dosen kimia UIN Malang yang pernah menimba ilmu di Australia yakni pak Tri, mengatakan bahwa beda narasumber Indonesia dan Australia atau luar negeri adalah biasanya narasumber dari luar negeri dapat diminta sebagai narasumber secara gratis (Rp 0,-), berbeda dengan narasumber pada umumnya di Indonesia.
Pendanaan
Inilah hal yang tak dapat dihilangkan dalam setiap aktifitas yang membutuhkan banyak kebesaran. Pendaan yang jelas merupakan langkah awal melihat besarnya acara yang akan dihelat. Karena dengan melihat besarnya dana kadang berarti akan dihasilkan skala kegiatan yang mewah dan besar. Pendanaan dapat didapat dari peserta kegiatan, panitia, donator serta yang tak dapat dilupakan adalah sponsor kegiatan.
Disarikan dari sharing Smart Effective Learning (SEL) dengan keynote sharing Ruslan Hermawan.
Konsisten: Istiqamah dan Kaaffah
Air mengajari kita banyak hal dari yang selalu mengalir ke tempat yang rendah hingga ia mengalir menyusuri berpuluh-puluh kilometer dengan melintasi hutan dan berbagai hal lainnya.
Air juga adalah guru kehidupan, betapa kerasnya cadas saat tetesannya ke permukaan akan berlobang juga. Konon gara-gara inilah ulama Besar Imam Al-Hafidz Ibn Hajar al-Asqalani kembali bergairah dalam menimba ilmu. Dengan modal keuletan air suatu saat kelak yang ia cari bakal dirainya juga.
Belakangan terbuktilah dari tangan beliau lahir karya buku-buku berharga seperti Bulugh al-Maram, dan lainnya.
Konsisten dalam Arah Tujuan (Istiqamah)
Air telah mengajarkan Ibnu Hajar dan kita tentang makna konsistensi. Orang konsisten kan memperjuangkan cita-citanya tak kenal lelah. Layaknya pula Thomas A. Edison yang menemukan prinsip lampu pijar.
Konsistensi yang sama juga diserukan di dalam al-Qur’an kepada semua yang beriman untuk menjaga keimanannya kepada Allah. Layaknya dalam Qur’an berikut “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, Kemudian mereka tetap istiqamah Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS. 48:13). Istiqamah ialah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh.
Konsisten dalam dalam Cakupan (Kaaffah)
Konsisten tak hanya bicara soal arah dan tujuan, melainkan juga pada cakupan. Tentang keselarasan antara berbagi peran dan aspek dalam kehidupan berorganisasi dan pribadi.
Konsistensi dalam dimensi Kaffah menjadi penting. Kaffah menghendaki penyerahan secara total yangs eimbang antara jiwa dan raga. Bukanlah total namanya jika malamnya kita bertahajjud namun esoknya menggantungkan diri pada feng shui.
Keselarasan Kerja dan keluarga
Keselarasan dalam mengatur keleuarga dan kerja pada akhirnya akan mendukung keselarasan bagi organisasi. Mc Kenzie menyebut sebuah organisasi harus konsisten menerapkan 7S: Shared Value, Strategy, Structure, System, Style, Staff, dan Skill.
Di sini memberikan sumbangan nilai terbaik (Shared value) selayaknya jadi inti yang mewarnai aspek-aspek lainnya.
————————————————-
Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Halaman: 115-122 (Chapter/Bab 9)
Pembuat Resume: Hariadi IM6
Membentuk Mozaik Muamalat (The Celestial Management – Chapter 4)
Melihat Muamalat, apa yang berbeda dengan dengan institusi sejenisnya? Kita dapat mengenali dari artefak, simbolnya hingga budaya yang tak terlihat.
Mari kita elaborasi pada busana, penampilan kru Muamalat yang dibalut dengan busana Islami. Para wanitanya memakai Jilbab dan berbusana rapi. Sedang untuk pria memakai Baju koko lengkap dengan kopyah hitam (khususnya acara seremonial).
Nah, kenapa tak memakai jas dengan dasi? Apakah jas dipadu dengan dasi tak mencerminkan budaya Islami? Tentu tidak, namun ini hanya soal intrepetasi dan Pilihan. Bagi Muamalat Busana Jilbab dan Baju Koko lebih tepat dan cocok sebagai cerminan dari keinginan menyemai teladan dari diri sendiri, dari yang sepele, dari nilai Islami yang berkembang di masyarakat.
Tak dapat dipungkiri busana sangat mendukung citra pada penilaian awal terhadap kualitas jasa yang disajikan. Di lain hal dalam konteks bermasyarakat, busana Jilbab dan baju koko lengkap dengan peci sangat cocok dan identik dengan nilai-nilai Islami.
Mengenakan Jilbab bagi wanita akan menggambarkan selain Tampilan yang sederhana ini juga akan mengurangi kesan jor-joran antar kru wanita dalam berpakaian. Sedang untuk hari Jumat bukanlah hari yang pas untuk ide berbusana bebas karena di hari Jumat adalah hari penting bagi ummat Islam. Pernahkah anda melihat Pasukan pengaman Presiden mengenakan baju bebas saat upacara resmi? Tentu untuk busana bebas bisa dilakukan pada hari sabtu-ahad saat libur kerja.
Mungkin akan membuat surprise pelanggan saat kru Mualamalat menutup konter 10 menit menjelang ketika adzan dhuhur bergema dan mengajak para nasabah menunaikan kewajibab Sholat di Muasholla berjamaah.
Mungkin sebagian orang menganggap mengurangi servis, namun dengan hal ini akan adanya kebersamanaan dalam jama’ah da menguatkan Silaturrahim yang ditanam. Ini juga memperkuat positoning Mualamalat dengan institusi sejenis selain perwujudan differensiasi.
Buah dari Sholat berjamaah, adanya kewajibab juga pada kru Muamalat untuk menunaikan zakat. Dengan berbagai penjelasan memotong 2,5 persen dari penghasilan mereka setiap bulannya adalah untuk menyucikan harta dan membuatnya lebih berkah.
Kru Muamlaat juga dipagari dengan komitmen dari tindakan yang tidak terpuji, seperti menerima sogok hingga hadiah dari kliennya yang di banyak tempat dianggap sebagai kewajaran.
Kru Muamalat juga sepatutnya menghindari rokok, bukan hanya karena alasan agama namun juga kesehatan, keindahan dan kenyamanan. Oleh karenanya tempat direksi dan kru bekerja di lantai lima gdung Arthaloka ditetapkan sebagai lantai bebas asap rokok.
Ruang kerja pula tanpa sekat, karena alangkah tidak elok jika direksi Muamalat sebagai organisasi egaliter membatasi dirinya dengan dinding-dinding pembatas.
Muamalat bukanlah jenis organisasi yang memelihara kemewahan dan eksklusivitas yang ditunjukkan dengan bermain golf, ruang kerja pribadi yang wah hingga mobil operasi yang bergengsi. Mumalat juga bukan tempat melakukan tindakan sia-sia seperti membanting kartu domino dengan kepulan asap. Namun Muamalat adalah tempat menyemai teladan, fokus dalam bisnis dan tentu Ibadah.
–
Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Halaman: 61-72 (Chapter/Bab 4)
–
Kekuatan Berbagi dan Memberi (The Celestial Management – Chapter 3)
“Jika kamu memasak makanan, perbanyaklah kuahnya, dan bagikanlah sebagiannya untuk tetanggamu” kata nabi dalam sebuah kesempatan.
Makanan adalah sebuah ilustrasi bagaimana tetangga kita selayaknya tak diganggu oleh bau lezatnya bahkan sekedar ikan asin yang kita bakar. Gangguan itu seberapa pun kecilnya mungkin membuat tetangga kita kurang nyaman.
Namun di sisi lain semangkup sup panas yang lezat kita begikan pada tetangga kita atau sesama bakal menghadirkan dan memperkuat jalinan persaudaraan. Lalu bagaimana jika yang kita bagikan pada tetangga kita adalah ilmu hingga modal usaha untuk mereka mengais rezeki? Tentu adanya kita akan menjadi kedamaian dan menambah ketentraman hidup bertetangga. Inilah salah satu kenikmatan dalam berbagi.
Apakah tujuan kita memberi agarsuatu ketika mereka membalas kebajikan kita? tentu tidak. Kalau begitu mengapa begiu gampangnya seseorang melepaskan harta mereka? Apa motifnya dan bukankah itu mengurangi harta mereka?
Penulis “Love is Letting Go of Fear” Gerald G. Jampolsky menyatakan “All that I give is Given to my self” (Apa yang saya berikan (kepada orang lain) sebetulnya manfaatnya kembali untuk diri saya sendiri. Ia melanjutkan “To Give is to receive” (Memberi berarti menerima).
Memberi mungkin bisa diibaratkan seperti prinsip Bumerang (Boomerang principle), yakni ibarat orang melepaskan bumerang maka alat itu akan meluncur dan akan kembali lagi pada pelemparnya.
David Cameron (CEO ImagesOfOne.com) meyakini keajaiban dibalik memberi. Beliau yang juga pangarang buku “Raising Humans and a Happy Pocket Full of Money” itu menulis “To have all, give all to all” (memberi itu menyebabkan memiliki).
Untuk bisa memiliki, maka berikanlah apa yang kita miliki. Seperti contohnya adalah ide atau ilmu pengetahuan dimana kita bagikan ilmu kepada orang lain maka akan tumbuh berkembang. Sebaliknya pengetahuan yang kita simpan saja untuk diri akan menjadi beku dan tidak berkembang sebagaimana diharapkan. Matematika Allah emmang berbeda, bahkan Rezeki juga datang dari arah yang tak kita sangka.
Berbagi dalam bentuk Alisansi
Muamalat juga melakukan berbagai dalam bentuk alisansi dengan berbagai alisansi bisnis seperti PT. Pos, BCA, pegadaian dan masih banyak yang lainnya. Kenapa Muamalat tak membuat gadai sendiri? Karena Muamalat yakin jika sesuatu diserahkan pada ahlinya hasilnya jauh lebih baik.
Dalam ikhwal Pegadaian, pihak pegadaian menyediakan investasi tempat sedang Muamalat menyediakan modal kerja dan bantuan skim syariahnya. Muamalat dan Pegadaian sama-sama mendapatkan hasil.
Pun demikian dengan PT. Pos yang mnyediakan gerai. Sedang dengan BCA dengan adanya kerja sama dengan ATM BCA akan memungkinkan Muamalat dapat diakses lebih luas lagi. Muamalat juga menggunakan kerjasa dengan pihak lain yang di luar core bisnis dari Muamalat. Sehingga dengan diserahkan pada ahlinya akan lebih efektif.
Dengan kenyataan berbagai ini tak hanya mendatangkan rezeki namun juga membuat bencana dapat dihindari. Dengan membagi jaringan ke banyak pihak, Muamalat tak ragu lagi mendapat semua jaringan yang dikehendaki. Semoga kerjasama dapat mendapatkan keberkahan dan kebaikan bagi pekembangan sistem bisnis yang Islami.
–
Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Halaman: 53-60 (Chapter/Bab 3)
–
Muamalat Spirit, Energi Kebangkitan (The Celestial Management – Chapter 2)
Bila kini Spirit itu kian membara, sungguh tak laik dipadamkan. Kecuali, tangan-NYA yang menghendaki
Penobatan Muhammad SAW sebagai utusan Sang Maha pada senin 21 Ramadhan (10 Agustus 610 M) membuat perubahan mula Peradaban Ilahiyah kembali tertoreh. Perjuangannya tertulis sebagai sejarah nan indah hingga saat ini. Beliau menantang derasnya arus saat itu dimana arus Jahiliyah yang berkembang menjadi amanah untuk disejukkan dengan nilai-nilai Islami.
Dari negeri yang bercahaya Madinah, Islam menambah luas ke Persia Baru Sassanids di Timur laut dan Bizantium Romawi Timur di barat laut. Meski nampaknya kekuatannya tak sebanding dua negeri itu, namun gerak langkahnya tak mampu dibendung kekuatan mayoritas.
“…Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:249)
Kembali melihat sejarah, Mesir berhasil dibebaskan dari kangkangan Bizantium di tahun 642 M. Qadisiya dan Nehavend jadi saksi bisu lantaknya imperium Persia pada 637 M dan 642 M. Mesopotamia, Syria, Palestina dan Afrika Utara kini mengibarkan bendera kebebasan. Di tahun 711 M Spanyol berada dalam genggaman, lalu kemudian konstatinipel mengikuti di tahun 1453 M.
Bagaimana? betapa kerennya strategi bumi dan keputusan langit menghasilkan suatu kekuatan Spirit, energi yangmampu menggerakkan segala potensi diri untuk menghasilkan kinerja optimal.
Perguliran Waktu dan Mendobrak Kebekuan
“…kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)…” (Ali Imran:140)
Waktu terus bergulir lalu menghasilkan sejarah, perjuangan panjang senantiasa berganti menjadi pengiring kehidupan. Setelah masa keemasan berputar, seakan seperti roda berputar spirit mulai mengendur hingga kekuatan menjadi ketakutan.
Dunia yang mulai menjadi lekat melupakan Ukhrawi yang jadi tujuan. Spirit seolah tak ada diganti kamuflase eloknya kesuksesan kapitalisme dan sosialisme yang seakan menguasai dunia hingga seolah menjadi doktrin tersendiri.
Negeri dengan mayoritas Muslim sekalipun turut larut dalam gemerlap kapitalisme hingga sistem ribawi menjalar ke berbagai sektor seakan menjadi penyelamat dari keterpurukan bangsa. Sugesti bangsa besar dengan sistem seperti itu selayaknya diganti.
“ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila…” (Al-Baqarah:275)
Beragam diskusi baik formal ataupun non-formal seakan menggambarkan ada sebagian manusia yang jengah dengan kondisi ini. Pada Rapat Kerja Nasional MUI (Majlis Ulama Indonesia) 17-20 Desember 1989 sudah diselipkan rekontruksi bangunan ekonomi ummat oleh Amin Aziz namun kurang mendapat perhatian.
Akhirnya pada Lokakarya MUI 18-20 Desember 1990 muncul untuk mengamanatkan pembentukan organisme syariah bebas bunga. Tantangan pun muncul dari Mensesneg Moerdiono dengan berbagai pertanyaan yang intinya perlukah hal itu dilakukan.
Masa awal pengenalan dikira MUI ingin membentuk Bank, namun sebenarnya MUI mengambil prakarsa untuk pembentukan sebuah Bank. Dengan spirit yang menyala dan pertolongan Allah semata pada 1 Mei 1992 menjadi sejarah bangsa Indonesia dengan berdirinya Bank nirlaba yakni Bank Muamalat.

Babad Alas, Spirit Mengalir
Memang bisa dikatakan Babad Alas, perjuangan pertama yakni membuka paradigma baru. Kapal Muamalat untuk meninggalkan dermaga ribawi awal dinahkodai Zainulbahar Noor. Spirit belajar dan bekerja merupakan hal yang dilakukan pada awal pengembangannya.
Kajian-kajian Islam yang kental jadi menu keseharian dalam kelompok-kelompok kecil, para kru dan direksi mengisi relung kalbu dengan ayat-ayatNya. Arthaloka seolah jadi rumah Arqam bin Abi Arqam jadi tempat penggemblengan para mujahid perintis perekonomian Islam di negeri ini.
Pada kepemimpinan periode berikutnya yakni hadir Nahkoda Zainul Arifin.Spirit yang terlihat dengan upaya konsolidasi yang kian matang dalam bingkai kehati0hatian menjalankan syariah Islam dalam bidang perbankan.
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fushshilat:30)
Mendapat terjangan krisis moneter tahun 1997 kapal Muamalat memang dapat berlayar namun dengan bahan bakar yang terus menipis. Kondisi organisme Finansial perlu mendapat penangan dengan bijak dan tepat.
Pada Direksi angkatan ke-3 Muamalat kembali diuji. Jika fase pertama tentang pondasi yang kuat dan fase kedua tentang konsolidasi internal yang kuat. Dengan memanfaatkan potensi yang terpendam untuk melaju dengan cepat disinilah lahir kepeimpinan dari rahim sendiri organisme Muamalat sebagai laboratorium pembumian manajeman langit untuk emncapai kesuksesan. Beragam konkroversial dan tak populer menjadi warna di fase ini, dengan spirit pemberdayaan nyatalah lompatan besar itu terjadi. Keuntungan diraih dari laporan keuangan, penyebaran semakin pula luasnya.
“ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar…” (Fushshilat:53)
Hadirnya Muamalat dengan perkembangannya ini membuat jadi inspirasi bagi kelahiran bank-bank Syariah baru.
“ Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah Berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.” (Yaasin:82)
Kejadian-Nya memang pasti terjadi, yang terpenting adalah bagaimana untuk sampai pda kejadian itu, disitulah adanya proses pengabdian dengan energi luar biasa jadi faktor pemicu dan pemercepat.
Imunitas dibutuhkan untuk menguatkan dari berbagai tantangan. Tantangan yang dihadapi senantiasa dihadapi dengan kesabaran.
Selain itu perlu adanya Loyalitas, loyalitas disini adalah pada karya yang dikerjakan di jalan Allah. Oleh karenanya Organisme Muamalat tak hanya jadi media untuk memperoleh sesuap nasi namun juga sarana pengejawantahan ritual ibadah.
Pengerahan seluruh potensi untuk memperoleh ikhwal Produktif pada hasilnya dengan kekuatan Allah. Spirit yang terus menyebar untuk menebarkan Kebaikan membersihkan dari ‘darah kotor’ ribawi.
–
Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Jumlah Halaman: 11 halaman, 41-52 (Chapter/Bab 2)
–
Resume By: Selamet Hariadi