Cara MENGHAPUS THEME Template/Tema WORDPRESS

Selain cara MENGUPLOAD atau MENGGANTI Template WORDPRESS, ada yang mencari bagaimana cara MENGHAPUS TEMPLATE atau THEME di WordPress karena hal ini cukup penting. Adanya banyak Themes akan membuat besar pula space atau disk space yang ditempati Content Management Service (CMS) WordPress. Hal ini belum lagi ditampah dengan plugin-plugin dan tambahan file lain dalam disk space.

 

Ini Cara menghapus Theme/Template-Tema WordPress

Cara Menghapus THEME-TEMPLATE Worpress www.SelametHariadi.com

  1. Lewat masuk melalui Wp-Admin
  2. Pilih blok menu “Appearance” lalu “Theme”
  3. Pilih Theme/Template WordPress yang akan dihapus dengan memilih “Theme Detail”
  4. Lalu pilih di bagian kanan bawah klik “Delete”
  5. Lakukan pada Theme lain yang ingin dihapus.

 

 

Ada juga cara untuk hapus Tema ini melalui Cpanel, dengan masuk ke disk space yakni di www; namun harus pula diperhatikan menghapus file yang mungkin ada di phpmyadmin. Semoga membantu, demikian Cara Menghapus Theme/Template WordPress.

Sony Styawan… Maafkan kami…

Sony Styawan lahir di Malang 27 Oktober 1997.

Guyuran air dari langit mengiringi obrolan kami dengan orang tuanya. Remuk redam rasa harus menyampaikan berita ini, tapi apalah daya memang harus segera tersampaikan.

Sony Styawan TKJ5 SMK INDUSTRI ALKAAFFAH MALANG

Sejak masuk di kelas TKJ5 diamanahi sebagai wali kelas mereka, saya coba melakukan elaborasi pada semua murid. Tak terkecuali Sony Styawan yang mendapat banyak keluhan hingga berbagai macam pandangan tentangnya.

Salah satu cara melakukan elaborasi pada anak ini adalah melakukan diskusi psikologi dengan salah seorang sahabat yang juga pembicara psikologi serta Mahasiswi psikologi di Jogja. Karena ternyata sahabat saya ini lebih mendalami Psikologi klinis akhirnya diberi rujukan pada sahabat lain yang mendalami psikologi pendidikan.

Analisa tulisan juga dicoba untuk dilakukan, yang akhirnya pada semua siswa di TKJ5. Hal ini hanya untuk melihat apakah ada perhatian khusus pada karakter seseorang layaknya mengalami disleksia. Berbagai cara penanggulangan tindakan kelas memang kadang saya konsultasikan pada sahabat yang lebih memahami bidang psikologi, karena apa yang mereka dalami mungkin bisa jadi cara membuat murid yang saya ajar lebih nyaman secara psikologis dan penanggulangan ikhwal psikologinya juga bisa dilakukan. Ada ide juga mendatangkan yang ahli psikologi atau yang membawanya ke lembaga psikologi.

Usaha lain juga dilakukan sahabat-sahabat mereka dengan berbagai macam cara tentunya. Entah itu bisa diterimanya atau tidak. Namun tujuan sahabatnya sekelas tentu baik agar kekompakan dan solidnya bisa dijaga dan dikembangkan jadi terbaik dari waktu-waktu sebelumnya.

Melihat foto kelas, owh… ternyata tanpa Sony. Ah… apakah ini sebuah tanda dari masa lalu…

 TKJ5 SMK INDUSTRI ALKAAFFAH KEPANJEN MALANG INDONESIA

 

Sony… Maafkan kami…
Maafkan jika usaha kami padamu masih kurang
Maafkan jika sikap kami menyakitimu
Maafkan jika belum mampu memahamimu

Sony… Maafkan kami…
Kami berharap engkau bisa berubah
Berubah TERBAIK dari waktu-waktu sebelumnya
Sebelumnya lemah menjadi The Best Your Self

Sony… Maafkan kami…
Hidup ini mungkin Keras Son…
Namun, kau harus lebih keras pada kehidupan ini
Agar kehidupan tak keras padamu

Dalam elaborasi kebijaksanaan
Temui berbagai macam hal kebaikan
Dengan berbagai cara yang kau usahakan
Semoga kita tetap Be Best Together dalam pertemanan

Mungkin hanya soal cara pandang
Kadang orang menganggap kita rendah
Padahal kita tak seperti yang mereka pandang
Kau sebenarnya tinggi namun ingin terlihat rendah

Bagaimanapun dirimu, jadilah yang punya manfaat
Bukan hidup hanya untuk mengejar martabat
Semoga Tuhan Menganugerahkan banyak bakat
Untuk menunjukkan bahwa sebenarnya kau hebat

Hidup Sekali, hiduplah yang berarti…
Mungkin banyak orang salah arti
Akan sikap dan apa yang ada dalam hati
Tetap berjuang Son… berikan mereka Bukti

Jadilah Sony Styawan sesuai impianmu
Dengan berbagai kemampuan dan ilmu
Ingatlah… kami tetap sahabatmu
Kita keluarga dalam ikatan ilmu

Maafkan atas segala kata yang kurang berkenan
Maafkan atas segala sikap yang buat kurang nyaman
Maafkan atas segala fikiran yang kurang beraturan
Maafkan atas segala cara mendidik yang kurang dari kesempurnaan

MERANCANG KEGIATAN Organisasi, Lembaga atau Komunitas

Merancang Kegiatan adalah HAL PENTING sebelum kegiatan dilakukan, misal untuk Pembelajaran dengan pendekatan Saintifik, Pemasaran, Etika Lingkungan, Outbound  dan lain sebagainya.

Organisasi, lembaga atau yang namanya komunitas suatu perkumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan, selalu mempunyai cara untuk mencapai tujuannya. Kegiatan adalahhal yang tak dapat dilepaskan darinya, yang mana kegiatan merupakan bentuk eksistensi dan perputaran waktu dalam perkembangan organisasi atau komunitas.

Dalam Merancang Kegiatan, Sahabat saya Ruslan Hermawan mempunyai 5 alur yang kiranya cukup baik jika kita ikuti. Kelima alur itu adalah: Isu, Tujuan & tindak lanjut yang jelas, Kepanitiaan, Narasumber dan pendanaan.

Isu

Yang pertama adalah pemilihan isu yang tepat. Isu yang tepat bisa diambil dari isu yang berkembang pada waktu kegiatan itu akan dilaksanakan, yang tentunya pilah-memilah isu disini haruslah sesuai dengan tujuan besar atau karakter organisasi penyelenggara.

Tujuan & tindak lanjut yang jelas

Tujuan penyelenggaraan kegiatan haruslah jelas, sehingga adanya target yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Tujuan yang dimaksud bisa untuk kepentingan organisasi atau komunitas sendiri ataupun untuk khalayak ramai. Selain Tujuan, ada pula tindak lanjut yang jelas dalam penyelnggaraan kegiatan, sehingga arahnya akan jelas.

Tindak lanjut suatu kegiatan sangatlah diperlukan agar kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya sekedar menghasilkan konklusi tanpa makna dan pengaruh yang jelas bagi peserta kegiatan tersebut, lebih-lebih suatu usulan yang akan ditindak lanjuti masyarakat luas atau pemerintah.

Kepanitiaan

Panitia adalah merupakan tim penyelenggara kegiatan. Dalam penentuaan kepanitiaan tentunya haruslah jelas dengan pemilihan yang mantap sehingga terpilihlah orang-orang dalam kepanitiaan yang sesuai dengan kapasitas kemampuannya (tentunya bisa dilihat dari pengalaman).

Nara sumber

Narasumber merupakan orang yang menjadi inti dalam hari berlangsungnya kegiatan, yang mana narasumber adalah orang yang menjadi kunci dalam pembahasan masalah dalam kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah digariskan panitia. Biasanya Narasumber bisa menjadi daya tarik khalayak ramai untuk mengikuti kegiatan. Karena besarnya kegiatan kadang bisa dilihat dari kapabilitas narasumbernya.

Dari penjelasan Ruslan Hermawan yang beliau dapat dari dosen kimia UIN Malang yang pernah menimba ilmu di Australia yakni pak Tri, mengatakan bahwa beda narasumber Indonesia dan Australia atau luar negeri adalah biasanya narasumber dari luar negeri dapat diminta sebagai narasumber secara gratis (Rp 0,-), berbeda dengan narasumber pada umumnya di Indonesia.

Pendanaan

Inilah hal yang tak dapat dihilangkan dalam setiap aktifitas yang membutuhkan banyak kebesaran. Pendaan yang jelas merupakan langkah awal melihat besarnya acara yang akan dihelat. Karena dengan melihat besarnya dana kadang berarti akan dihasilkan skala kegiatan yang mewah dan besar. Pendanaan dapat didapat dari peserta kegiatan, panitia, donator serta yang tak dapat dilupakan adalah sponsor kegiatan.

Merancang Kegiatan Organisasi www.SelametHariadi.com

Disarikan dari sharing Smart Effective Learning (SEL) dengan keynote sharing  Ruslan Hermawan.

Konsisten: Istiqamah dan Kaaffah

Air mengajari kita banyak hal dari yang selalu mengalir ke tempat yang rendah hingga ia mengalir menyusuri berpuluh-puluh kilometer dengan melintasi hutan dan berbagai hal lainnya.
Air juga adalah guru kehidupan, betapa kerasnya cadas saat tetesannya ke permukaan  akan berlobang juga. Konon gara-gara inilah ulama Besar Imam Al-Hafidz Ibn Hajar al-Asqalani kembali bergairah dalam menimba ilmu. Dengan modal keuletan air suatu saat kelak yang ia cari bakal dirainya juga.
Belakangan terbuktilah dari tangan beliau lahir karya buku-buku berharga seperti Bulugh al-Maram, dan lainnya.
Konsisten dalam Arah Tujuan (Istiqamah)
Air telah mengajarkan Ibnu Hajar dan kita tentang makna konsistensi. Orang konsisten kan memperjuangkan cita-citanya tak kenal lelah. Layaknya pula Thomas A. Edison yang menemukan prinsip lampu pijar.
Konsistensi yang sama juga diserukan di dalam al-Qur’an kepada semua yang beriman untuk menjaga keimanannya kepada Allah. Layaknya dalam Qur’an berikut “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, Kemudian mereka tetap istiqamah Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS. 48:13).  Istiqamah ialah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh.
Konsisten dalam dalam Cakupan (Kaaffah)
Konsisten tak hanya bicara soal arah dan tujuan, melainkan juga pada cakupan. Tentang keselarasan antara berbagi peran dan aspek dalam kehidupan berorganisasi dan pribadi.
Konsistensi dalam dimensi Kaffah menjadi penting. Kaffah menghendaki penyerahan secara total yangs eimbang antara jiwa dan raga. Bukanlah total namanya jika malamnya kita bertahajjud namun esoknya menggantungkan diri pada feng shui.
Keselarasan Kerja dan keluarga
Keselarasan dalam mengatur keleuarga dan kerja pada akhirnya akan mendukung keselarasan bagi organisasi. Mc Kenzie menyebut sebuah organisasi harus konsisten menerapkan 7S: Shared Value, Strategy, Structure, System, Style, Staff, dan Skill.
Di sini memberikan sumbangan nilai terbaik (Shared value) selayaknya jadi inti yang mewarnai aspek-aspek lainnya.

————————————————-

Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Halaman: 115-122 (Chapter/Bab 9)
Pembuat Resume: Hariadi IM6

Selamet Hariadi

Keamanan Jaringan: Pengertian & Kebijakan Jaringan di Organisasi

 

 

Nama:  Lina Maria

Guru Pengampu: Selamet Hariadi

Pertemuan: Hari, tgl

 

Abstrak:

Pertemuan kali ini membahas tentang Pengertian Keamanan Jaringan. Kebijakan Jaringan dibagi menjadi beberapa hal sesuai kebutuhan. ,,,

 

Keamanan Jaringan adalah bentuk Pencegahan atau Deteksi pada hal yang bersifat gangguan dan akses tak seharusnya pada Sistem Jaringan Komputer.

1. Kebijakan Penggunaan Jaringan:

  • Kebijakan organisasi

Kebijakan Organisasi, Instansi atau lembaga dalam ruang lingkup Keamanan Jaringan untuk akses pada sistem jaringan di tempat tersebut.

Contoh:

  • Tata kelola sistem komputer
  • Pengaturan kerapian pengkabelan
  • Pengaturan akses wi-fi
  • Manajemen data organisasi
  • Sinkronisasi antar sub-organ
  • Manajemen Sumber Daya
  • Maintenance & Checking berkala

 

  • Etika menggunakan jaringan komputer
  • Memahami Akses Pengguna
  • Memahami kualitas daya Organisasi
  • Pengaturan penempatan sub-organ

 

  • Kebijakan mengakses computer
  • Manajemen pengguna
  • Manajemen sistem komputer
  • Penetapan waktu akses

 

Kemungkinan Ancaman dan Serangan Terhadap Keamanan Jaringan:

  • Serangan fisik terhadap Keamanan Jaringan:
  • Terjadi gangguan pada Kabel
  • Kerusakan Harddisk
  • Konsleting
  • Data tak tersalur dengan baik
  • Koneksi tak terdeteksi
  • Akses bukan pengguna
  • Serangan logik terhadap Keamanan Jaringan
  • SQL Injection adalah Hacking pada sistem komputer dengan mendapat akses Basis Data pada Sistem.
  • DoS (Denial of Service) adalah Serangan pada Sistem dengan mengabiskan Resource pada Sistem.

o   Traffic Flooding adalah  Serangan pada Keamanan Jaringan dengan membanjiri Traffic atau lalu lintas jaringan.

o   Request Flooding adalah Serangan dengan membanjiri banyak Request pada Sistem yang dilayani Host sehingga Request banyak dari pengguna tak terdaftar dilayani oleh layanan tersebut.

  • Deface adalah adalah Serangan pada perubahan tampilan
  • Social Engineering adalah Serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna. Hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam socialmedia.
  • Malicious Code adalah Serangan dengan menggunakan kode berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse. Virus: Program merusak yang mereplikasi dirinya pada boot sector atau dokumen. Worm: Virus yang mereplikasi diri tidak merubah fle tapi ada di memory aktif.Trojan Horse: Program yang sepertinya bermanfaat padahal tidak karena uploaded hidden program dan scipt perintah yang membuat sistem rentan gangguan.
  • Packet Sniffer adalah Serangan Menangkap paket yang lewat dalam sebuah Jaringan.
  • Peralatan pemantau kemungkinan ancaman dan serangan terhadap Keamanan Jaringan

 

 

Sumber:

  1. Pertemuan Kelas hari, tanggal

 

Membentuk Mozaik Muamalat (The Celestial Management – Chapter 4)

Melihat Muamalat, apa yang berbeda dengan dengan institusi sejenisnya? Kita dapat mengenali dari artefak, simbolnya hingga budaya yang tak terlihat.

Mari kita elaborasi pada busana, penampilan kru Muamalat yang dibalut dengan busana Islami. Para wanitanya memakai Jilbab dan berbusana rapi. Sedang untuk pria memakai Baju koko lengkap dengan kopyah hitam (khususnya acara seremonial).

Nah, kenapa tak memakai jas dengan dasi? Apakah jas dipadu dengan dasi tak mencerminkan budaya Islami? Tentu tidak, namun ini hanya soal intrepetasi dan Pilihan. Bagi Muamalat Busana Jilbab dan Baju Koko lebih tepat dan cocok sebagai cerminan dari keinginan menyemai teladan dari diri sendiri, dari yang sepele, dari nilai Islami yang berkembang di masyarakat.

Tak dapat dipungkiri busana sangat mendukung citra pada penilaian awal terhadap kualitas jasa yang disajikan. Di lain hal dalam konteks bermasyarakat, busana Jilbab dan baju koko lengkap dengan peci sangat cocok dan identik dengan nilai-nilai Islami.

Mengenakan Jilbab bagi wanita akan menggambarkan selain Tampilan yang sederhana ini juga akan mengurangi kesan jor-joran antar kru wanita dalam berpakaian. Sedang untuk hari Jumat bukanlah hari yang pas untuk ide berbusana bebas karena di hari Jumat adalah hari penting bagi ummat Islam. Pernahkah anda melihat Pasukan pengaman Presiden mengenakan baju bebas saat upacara resmi? Tentu untuk busana bebas bisa dilakukan pada hari sabtu-ahad saat libur kerja.

Mungkin akan membuat surprise pelanggan saat kru Mualamalat menutup konter 10 menit menjelang ketika adzan dhuhur bergema dan mengajak para nasabah menunaikan kewajibab Sholat di Muasholla berjamaah.

Mungkin sebagian orang menganggap mengurangi servis, namun dengan hal ini akan adanya kebersamanaan dalam jama’ah da menguatkan Silaturrahim yang ditanam. Ini juga memperkuat positoning Mualamalat dengan institusi sejenis selain perwujudan differensiasi.

Buah dari Sholat berjamaah, adanya kewajibab juga pada kru Muamalat untuk menunaikan zakat. Dengan berbagai penjelasan memotong 2,5 persen dari penghasilan mereka setiap bulannya adalah untuk menyucikan harta dan membuatnya lebih berkah.

Kru Muamlaat juga dipagari dengan komitmen dari tindakan yang tidak terpuji, seperti menerima sogok hingga hadiah dari kliennya yang di banyak tempat dianggap sebagai kewajaran.

Kru Muamalat juga sepatutnya menghindari rokok, bukan hanya karena alasan agama namun juga kesehatan, keindahan dan kenyamanan. Oleh karenanya tempat direksi dan kru bekerja di lantai lima gdung Arthaloka ditetapkan sebagai lantai bebas asap rokok.

Ruang kerja pula tanpa sekat, karena alangkah tidak elok jika direksi Muamalat sebagai organisasi egaliter membatasi dirinya dengan dinding-dinding pembatas.

Muamalat bukanlah jenis organisasi yang memelihara kemewahan dan eksklusivitas yang ditunjukkan dengan bermain golf, ruang kerja pribadi yang wah hingga mobil operasi yang bergengsi. Mumalat juga bukan tempat melakukan tindakan sia-sia seperti membanting kartu domino dengan kepulan asap. Namun Muamalat adalah tempat menyemai teladan, fokus dalam bisnis dan tentu Ibadah.

 –

Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Halaman: 61-72 (Chapter/Bab 4)

Selamet Hariadi

Kekuatan Berbagi dan Memberi (The Celestial Management – Chapter 3)

“Jika kamu memasak makanan, perbanyaklah kuahnya, dan bagikanlah sebagiannya untuk tetanggamu” kata nabi dalam sebuah kesempatan.

Makanan adalah sebuah ilustrasi bagaimana tetangga kita selayaknya tak diganggu oleh bau lezatnya bahkan sekedar ikan asin yang kita bakar. Gangguan itu seberapa pun kecilnya mungkin membuat tetangga kita kurang nyaman.

Namun di sisi lain semangkup sup panas yang lezat kita begikan pada tetangga kita atau sesama bakal menghadirkan dan memperkuat jalinan persaudaraan. Lalu bagaimana jika yang kita bagikan pada tetangga kita adalah ilmu hingga modal usaha untuk mereka mengais rezeki? Tentu adanya kita akan menjadi kedamaian dan menambah ketentraman hidup bertetangga. Inilah salah satu kenikmatan dalam berbagi.

Apakah tujuan kita memberi agarsuatu ketika mereka membalas kebajikan kita? tentu tidak. Kalau begitu mengapa begiu gampangnya seseorang melepaskan harta mereka? Apa motifnya dan bukankah itu mengurangi harta mereka?

Penulis “Love is Letting Go of Fear” Gerald G. Jampolsky menyatakan “All that I give is Given to my self” (Apa yang saya berikan (kepada orang lain) sebetulnya manfaatnya kembali untuk diri saya sendiri. Ia melanjutkan “To Give is to receive” (Memberi berarti menerima).

Memberi mungkin bisa diibaratkan seperti prinsip Bumerang (Boomerang principle), yakni ibarat orang melepaskan bumerang maka alat itu akan meluncur dan akan kembali lagi pada pelemparnya.

David Cameron (CEO ImagesOfOne.com) meyakini keajaiban dibalik memberi. Beliau yang juga pangarang buku “Raising Humans and a Happy Pocket Full of Money” itu menulis “To have all, give all to all” (memberi itu menyebabkan memiliki).

Untuk bisa memiliki, maka berikanlah apa yang kita miliki. Seperti contohnya adalah ide atau ilmu pengetahuan dimana kita bagikan ilmu kepada orang lain maka akan tumbuh berkembang. Sebaliknya pengetahuan yang kita simpan saja untuk diri akan menjadi beku dan tidak berkembang sebagaimana diharapkan. Matematika Allah emmang berbeda, bahkan Rezeki juga datang dari arah yang tak kita sangka.

Berbagi dalam bentuk Alisansi

Muamalat juga melakukan berbagai dalam bentuk alisansi dengan berbagai alisansi bisnis seperti PT. Pos, BCA, pegadaian dan masih banyak yang lainnya. Kenapa Muamalat tak membuat gadai sendiri? Karena Muamalat yakin jika sesuatu diserahkan pada ahlinya hasilnya jauh lebih baik.

Dalam ikhwal Pegadaian, pihak pegadaian menyediakan investasi tempat sedang Muamalat menyediakan modal kerja dan bantuan skim syariahnya. Muamalat dan Pegadaian sama-sama mendapatkan hasil.

Pun demikian dengan PT. Pos yang mnyediakan gerai. Sedang dengan BCA dengan adanya kerja sama dengan ATM BCA akan memungkinkan Muamalat dapat diakses lebih luas lagi. Muamalat juga menggunakan kerjasa dengan pihak lain yang di luar core bisnis dari Muamalat. Sehingga dengan diserahkan pada ahlinya akan lebih efektif.

Dengan kenyataan berbagai ini tak hanya mendatangkan rezeki namun juga membuat bencana dapat dihindari. Dengan membagi jaringan ke banyak pihak, Muamalat tak ragu lagi mendapat semua jaringan yang dikehendaki. Semoga kerjasama dapat mendapatkan keberkahan dan kebaikan bagi pekembangan sistem bisnis yang Islami.

 –

Judul Buku: The Celestial Management

Penulis: A. Riawan Amin

Penerbit: Senayan Abadi Publishing

Halaman: 53-60 (Chapter/Bab 3)

Selamet Hariadi 

Muamalat Spirit, Energi Kebangkitan (The Celestial Management – Chapter 2)

Bila kini Spirit itu kian membara, sungguh tak laik dipadamkan. Kecuali, tangan-NYA yang menghendaki

Penobatan Muhammad SAW sebagai utusan Sang Maha pada senin 21 Ramadhan (10 Agustus 610 M) membuat perubahan mula Peradaban Ilahiyah kembali tertoreh. Perjuangannya tertulis sebagai sejarah nan indah hingga saat ini. Beliau menantang derasnya arus saat itu dimana arus Jahiliyah yang berkembang menjadi amanah untuk disejukkan dengan nilai-nilai Islami.

Dari negeri yang bercahaya Madinah, Islam menambah luas ke Persia Baru Sassanids di Timur laut dan Bizantium Romawi Timur di barat laut. Meski nampaknya kekuatannya tak sebanding dua negeri itu, namun gerak langkahnya tak mampu dibendung kekuatan mayoritas.

“…Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:249)

Kembali melihat sejarah, Mesir berhasil dibebaskan dari kangkangan Bizantium di tahun 642 M. Qadisiya dan Nehavend jadi saksi bisu lantaknya imperium Persia pada 637 M dan 642 M. Mesopotamia, Syria, Palestina dan Afrika Utara kini mengibarkan bendera kebebasan. Di tahun 711 M Spanyol berada dalam genggaman, lalu kemudian konstatinipel mengikuti di tahun 1453 M.

Bagaimana? betapa kerennya strategi bumi dan keputusan langit menghasilkan suatu kekuatan Spirit, energi yangmampu menggerakkan segala potensi diri untuk menghasilkan kinerja optimal.

Perguliran Waktu dan Mendobrak Kebekuan

“…kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)…” (Ali Imran:140)

Waktu terus bergulir lalu menghasilkan sejarah, perjuangan panjang senantiasa berganti menjadi pengiring kehidupan. Setelah masa keemasan berputar, seakan seperti roda berputar spirit mulai mengendur hingga kekuatan menjadi ketakutan.

Dunia yang mulai menjadi lekat melupakan Ukhrawi yang jadi tujuan. Spirit seolah tak ada diganti kamuflase eloknya kesuksesan kapitalisme dan sosialisme yang seakan menguasai dunia hingga seolah menjadi doktrin tersendiri.

Negeri dengan mayoritas Muslim sekalipun turut larut dalam gemerlap kapitalisme hingga sistem ribawi menjalar ke berbagai sektor seakan menjadi penyelamat dari keterpurukan bangsa. Sugesti bangsa besar dengan sistem seperti itu selayaknya diganti.

“  Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila…” (Al-Baqarah:275)

Beragam diskusi baik formal ataupun non-formal seakan menggambarkan ada sebagian manusia yang jengah dengan kondisi ini. Pada Rapat Kerja Nasional MUI (Majlis Ulama Indonesia) 17-20 Desember 1989 sudah diselipkan rekontruksi bangunan ekonomi ummat oleh Amin Aziz namun kurang mendapat perhatian.

Akhirnya pada Lokakarya MUI 18-20 Desember 1990 muncul untuk mengamanatkan pembentukan organisme syariah bebas bunga. Tantangan pun muncul dari Mensesneg Moerdiono dengan berbagai pertanyaan yang intinya perlukah hal itu dilakukan.

Masa awal pengenalan dikira MUI ingin membentuk Bank, namun sebenarnya MUI mengambil prakarsa untuk pembentukan sebuah Bank. Dengan spirit yang menyala dan pertolongan Allah semata pada 1 Mei 1992 menjadi sejarah bangsa Indonesia dengan berdirinya Bank nirlaba yakni Bank Muamalat.

Bank Muamalat Indonesia
Bank Muamalat Indonesia (dok. foto: muamalatbank)

Babad Alas, Spirit Mengalir

Memang bisa dikatakan Babad Alas, perjuangan pertama yakni membuka paradigma baru. Kapal Muamalat untuk meninggalkan dermaga ribawi awal dinahkodai Zainulbahar Noor. Spirit belajar dan bekerja merupakan hal yang dilakukan pada awal pengembangannya.

Kajian-kajian Islam yang kental jadi menu keseharian dalam kelompok-kelompok kecil, para kru dan direksi mengisi relung kalbu dengan ayat-ayatNya. Arthaloka seolah jadi rumah Arqam bin Abi Arqam jadi tempat penggemblengan para mujahid perintis perekonomian Islam di negeri ini.

Pada kepemimpinan periode berikutnya yakni hadir Nahkoda Zainul Arifin.Spirit yang terlihat dengan upaya konsolidasi yang kian matang dalam bingkai kehati0hatian menjalankan syariah Islam dalam bidang perbankan.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fushshilat:30)

Mendapat terjangan krisis moneter tahun 1997 kapal Muamalat memang dapat berlayar namun dengan bahan bakar yang terus menipis. Kondisi organisme Finansial perlu mendapat penangan dengan bijak dan tepat.

Pada Direksi angkatan ke-3 Muamalat kembali diuji. Jika fase pertama tentang pondasi yang kuat dan fase kedua tentang konsolidasi internal yang kuat. Dengan memanfaatkan potensi yang terpendam untuk melaju dengan cepat disinilah lahir kepeimpinan dari rahim sendiri organisme Muamalat sebagai laboratorium pembumian manajeman langit untuk emncapai kesuksesan. Beragam konkroversial dan tak populer menjadi warna di fase ini, dengan spirit pemberdayaan nyatalah lompatan besar itu terjadi. Keuntungan diraih dari laporan keuangan, penyebaran semakin pula luasnya.

“  Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar…” (Fushshilat:53)

Hadirnya Muamalat dengan perkembangannya ini membuat jadi inspirasi bagi kelahiran bank-bank Syariah baru.

“  Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah Berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.” (Yaasin:82)

Kejadian-Nya memang pasti terjadi, yang terpenting adalah bagaimana untuk sampai pda kejadian itu, disitulah adanya proses pengabdian dengan energi luar biasa jadi faktor pemicu dan pemercepat.

Imunitas dibutuhkan untuk menguatkan dari berbagai tantangan. Tantangan yang dihadapi senantiasa dihadapi dengan kesabaran.

Selain itu perlu adanya Loyalitas, loyalitas disini adalah pada karya yang dikerjakan di jalan Allah. Oleh karenanya Organisme Muamalat tak hanya jadi media untuk memperoleh sesuap nasi namun juga sarana pengejawantahan ritual ibadah.

Pengerahan seluruh potensi untuk memperoleh ikhwal Produktif pada hasilnya dengan kekuatan Allah. Spirit yang terus menyebar untuk menebarkan Kebaikan membersihkan dari ‘darah kotor’ ribawi.

Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Jumlah Halaman: 11 halaman, 41-52 (Chapter/Bab 2)

Resume By: Selamet Hariadi

Keajaiban di Tengah Krisis (The Celestial Management – Chapter 1)

Negeri ini Kaya Sumber Daya Alam, namun mengapa kekayaan ini masih belum dirasa sebagian masyarakat? Manusia-manusia Indonesia jika ada disebuah ajang Olimpiade hampir pada umumnya menjadi Pemenang, kenapa negeri ini masih tertinggal?

Perkembangan Indonesia memerlukan suatu sistem yang bisa membangun bukan menggerogoti, mensejahterakan bukan menghinakan. Adanya hal Korupsi mungkin adalah satu contoh utuk dibersihkan. Namun, ada hal lain yang bersifat keburukan lainnya yang perlu juga dibersihkan dari negeri yang menjunjung tinggi agama ini.

Mismanagement atau Misconduct?

Mungkin banyak orang yang beranggapan kegagalan negera yang menyeret ke jurang krisis adalah karena adanya Mismanagement dalam pemerintahan. Benarkah demikian?

Banyak juga yang mungkin menyalahkan rendahnya Sumber Daya Insani (SDI) Indonesia rendah bila dibanding negara lain. Apakah benar demikian?

Apakah kita masih ingat kasus kembar dempet kepala (kraniopagus) Laleh dan ladan Binjani di Rumah Sakit Singapura. Proses ini dibantu 28 dokter spesialis serta 100 paramedis guna melakukan upaya pemisahan dempet kepada ini. Dana yang keluar pun miliaran rupiah, namun ternyata gagal menyelawatkan jiwa mereka.

Jika kita melihat di sisi lain Operasi luar biasa di Jakarta 21 oktober 1987 Prof. dr. R.M Padmo Santjojo berhasil memisahkan dempet kepala Pristina Yuliana dan Pristina Yuliani. Prof. Padmo tak menggunakan alat canggih Jika dibanding dengan Singapura. Beliau malah mengeluarkan uang untuk biaya operasi yang dilakukannya senilai Rp 42 juta, coba bandingkan biaya miliaran dengan hanya puluhan juta ini.

Di sisi lain lagi kita mungkin sering mendengar berita anak-anak negeri berhasil menyandang gelar di berbagai kontes Olimpiade Internasional. Kita juga bisa melihat banyak manusia-manusia Indonesia yang karyanya dikagumi oleh negeri lain.

Nah, dari sini kita bisa mengambil pengamatan bahwa SDI negeri kita tak kalah jika dibanding negara lain. Lalu mengapa keterpurukan dialami negeri ini? Mungkin usaha Prof. Padmo bisa jadi sebuah cermin bagi kita. Negeri ini mungkin mengeluarkan dana anggaran yang tak tepat, misal jika dana talangan untuk Bank cukup besar dibanding kesehatan.

Akan mungkin jadi percuma jika kekayaan Sumber Daya kita dari kekayaan Alam hingga Manusia-nya kalau dikuasai pemerintahan yang ngawur. Jadi, sangat tak beralasan jika menyebut krisis terjadi karena Mismanagement, krisis juga bukan karena SDI kita yang tak kompeten namun karena SDI bukanlah orang yang militan mempersembahkan prestasi terbaik, melainkan orang-orang yang mngeruk keuntungan untuk pribadinya sedang kesulitan mungkin masih dirasa orang lain di negeri ini.

Banyak bank yang tiarap saat krisis dimulai agustus 1997, banyak kredit macet sehingga banyak bank bertumbangan akibat Negative Spread (selisih negatif antara bunga simpanan dengan bunga kredit). Di sisi lain Bank Mualamat yang menggunakan sistem Syariah cukup kuat pada masa itu. Namun pada masa redupnya semua industri, tahun 1998 Bank Mualamat mengalami kerugian Operasional  hingga Rp 105 Miliar dengan total modal yang disetor hanya Rp 138,4 miliar.

Perjuangan dan usaha yang dilakukan di semua lini dapat menjadikan laba. Perjuangan ini diikuti  sumbangan yang dilakukan kru Bank Mualamalat. Jika melihat bank konvensional lainnya banyak yang berguguran atau bertahan dengan dana rekap dari Pemerintah. Bank Muamalat bisa bertahan hingga bahkan mencetak laba.

Penyelamatan Muamalat tak hanya berhenti disitu, namun juga adanya gerakan melakukan Tahajjud bersama di kantor hampir setiap malam sabtu. Ada pula panjatan doa bersama “Allahumma Baarik Li Bank Mu’amalat… (Ya Allah, berkahilah Bank Muamalat…). Mungkin saja kompetensi atau kecakapan kerja yang dimiliki kru Muamalat di banding bank lain tak jauh berbeda atau di bawahnya. Namun dengan kegigihan bekerja dan berdoa bisa jadi aliran pertolongan Allah atas usaha yang mereka lakukan untuk menjadi lebih baik.

Bank Indonesia merupakan otoritas yang memainkan pedal dan rem dalam pekermbangan di Indonesia, namun laju yang disetel aman untuk menjaga stabilitas nasional. Ini bisa kita lihat bagaimana ekspansi Bank konvensional tak serta merta disetujui untuk menuju sistem Syariah.

Untuk menghemat anggaran daripada membuka cabang, pilihan tepat adalah membuka jaringan. Hal ini bisa dilihat dari Malaysia yang bila dielaborasi ternyata Maybank merupakan operator bank terbesar dalam hal jaringan Windows syariah dibanding bank Islam Malaysia berhad. Nah, oleh kerenanya sejalan dengan waktu Islamic Windows akhirnya daat lampu hijau pula dari Bank Indonesia.  Keajaiban di tengah krisis bisa jadi pelajaran bahwa peran perjuangan berbagai pihak dari kerja hingga doa bisa jadi sebuah pelajaran yang berharga untuk mengembang sistem yang baik dengan landasan tak meninggalkan komunikasi dengan Tuhan.

Judul Buku: The Celestial Management (Penulis: A. Riawan Amin)
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Jumlah Halaman: 26 (1 Chapter –  Bab 1)


Resume ditulis oleh Selamet Hariadi untuk Indonesia Membaca.

Berilmu, Perselisihan dan Kedengkian

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab** kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Qur’an Surat Ali Imran:19)

——————————————————————

**Ialah kitab- kitab yang diturunkan sebelum al-Quran.

Mungkin ini adalah sebuah teguran atau nasehat dari Allah. Kang Toha baru beberapa hari bergabung bersama komunitas Pencinta Al-Qur’an TIARA (Tiada Hari Tanpa Al-Qur’an). Komunitas yang awalnya tahu dari komunitas ODOJ (One Day One Juz) yang Kang Toha juga gabung disitu. Dari ODOJ ada info untuk gabung komunitas ODOA (One Day One Ayat) dan TIARA.

Komunitas TIARA adalah komunitas yang agendanya tilawah Qur’an 1 hari 1 halaman dan membaca artinya juga, akan lebih baik juga disertai tafsir Qur’an. Nah, Kang Toha serasa mendapat nasehat saat menemui ayat ke-19 dari Surat Ali Imran, yang artinya sebagaimana yang telah tertulis di atas. Ada hal menarik jika ditelaah dari arti ini, yakni sebenarnya orang yang telah diberi Kitab tidaklah berselisih, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu. Lho, kok dapat ilmu malah berselisih? Nah, jika dilanjut akan kita temui alasannya yakni karena kedengkian diantara mereka.

Dari kesimpulan disini sudah ada nasehat indah agar orang yang berilmu menghindari kedengkian agar tak berselisih. Kang Toha lalu mencari lebih dalam lewat software al-kalam yang merupakan Qur’an digital berisi Tafsir Ibnu katsir. Berikut penjelasannya:

Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Dan tiadalah berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian yang ada di antara mereka. Dan barangsiapa yang kafir kepada Ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat Hisab-Nya.

Innad d?na (sesungguhnya agama) yang diridai.

‘I?dall?hil isl?m (di sisi Allah hanyalah Islam), yakni Allah Menyatakan Kesaksian-Nya bahwasanya agama yang diridai di sisi-Nya hanyalah Islam. Para malaikat, nabi-nabi, dan kaum Mukminin juga menyatakan kesaksian yang sama. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan dua orang penduduk Syam yang meminta Nabi saw. agar menyatakan kesaksian yang paling agung yang ada dalam Kitabullah. Maka Allah Ta‘ala Menyebutkan kesaksian tersebut sehingga kedua orang itu pun memeluk Islam.

Wa makhtalafal ladz?na ?tul kit?ba (dan tiadalah berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab). Yakni tiadalah orang-orang yang diberi al-Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, berselisih tentang Islam dan Muhammad saw..

Ill? mim ba‘di m? j?-ahumul ‘ilmu (kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka), yakni keterangan yang termaktub dalam kitab mereka.

Baghyam bainahum (karena kedengkian yang ada di antara mereka), yakni lantaran perasaan hasud yang ada di antara mereka.

Wa may yakfur bi ?y?till?hi (dan barangsiapa yang kafir kepada Ayat-ayat Allah), yakni kepada Nabi Muhammad saw. dan al-Quran.

Fa innall?ha sar?‘ul his?b (maka sesungguhnya Allah sangat cepat Hisab-Nya), yakni teramat dahsyat Siksaan-Nya. Lalu Allah Ta‘ala Menjelaskan permusuhan mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) terhadap Nabi saw. berkenaan dengan agama Islam.

Ya Allah… Cerdaskanlah kami, jadikan kami berilmu dan bermanfaat, hindarkan-jauhkan hingga jangan terfikir oleh kami kedengkian dan hal dosa atau akan menyebabkan dosa lainnya…

ISRA’ MI’RAJ Nabi MUHAMMAD SAW dalam awal Surat Al-Isra’

Surat Al-Isra’ adalah Surat ke-17 dalam Al-Qur’an yang terdapat dalam permulaan Juz 15. Saya mengkaji ayat 1 di Surat ini bersama ust. Halimi Zuhdy yang akan bertepatan dengan gelaran peringatan Isra’ Mi’raj di bulan Rajab.

Surat Al-Is’ra dimulai dengan Pengangungan Allah, yakni “Subhana” namun tak disebutkan kata “Allah” setelah “Subhana” karena memang yang Maha Suci itu merupakan kepemilikan Allah yang menguasai segalanya.

Setelah itu dilanjut dengan “memperjalankan hamba-Nya”. Yakni yang dimaksud adalah Allah memperjalankan hambanya. Namun disini nama Nabi Muhammad SAW tidak ditulis, karena sudah jelas siapa lagi kalau bukan Nabi Muhammad yang diperjalankan Allah untuk Isra’ Mi’raj.

Masjidil Haram Kabah www.SelametHariadi.com
Masjidil Haram (photo by: Selamet Hariadi)

Surat Al-Isra’ turun disaat dimana Nabi Muhammad SAW sedang mengalami kesedihan, hingga dalam tahun tersebut disebut Tahun kesedihan. Mungkin karena inilah Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW untuk melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

Dari ini kita bisa mengambil hikmah saat mengalami kesedihan kita bisa melakukan perjalanan dari Masjid ke Masjid. Masjid disini bisa ditafsirkan tempat untuk melakukan elaborasi diri semakin dekat dengan Allah.

Perjalanan dari satu tempat ke tempat lain untuk memperkuat iman bisa jadi hal menguatkan diri agar terlepas dari kesedihan ataupun kegalauan.

 

Surau Unik di KLIA

KLIA atau dikenal juga KLIA Airport meski kepanjangannya sudah termasuk kata Airport yakni Kuala Lumpur International Airport (KLIA) adalah Bandara di Kuala Lumpur-Malaysia yang saya singgahi beberapa waktu yang lalu. Selain KLIA ada juga bandara LCCT, ada transportasi khusus bandara yang menghubungkan KLIA-LCCT ini.

Saya datang ke KLIA bersama beberapa orang yang lainnya, karena sesuatu hal kami tak bersama agen travel kami saat tiba di Kuala Lumpur. Nah, hampir sekitar 6 jam kami di bandara ini bingung entah mau kemana Hotel atau tempat transit kami.

Nah, selama di KLIA ini kami sempatkan berjalan-jalan namun tak semua tempat di KLIA disinggahi. Sebenarnya ada semacam hutan di dalam KLIA, namun saya tak sempatkan masuk ke dalam karena kami datang ke negeri jiran ini bersama jadi selayaknya tak terpisah sebelum ketemu siapa yang menjemput kami.

Sebenarnya kami akan berangkat dengan rekan lainnya, namun karena jam keberangkatan pesawat yang tak cukup untuk menunggu rekan kami yang dalam penerbangan dari Surabaya ke Jakarta dengan selisih waktu yang cukup sempit jika harus berpindah dari terminal domestik ke terminal internasional di bandara Soekarno Hatta, jadi tinggalah kami 5 orang (termasuk saya) yang berangkat duluan.

Ada sebagian dari rombongan saya yang datang duluan di Kuala Lumpur ini juga sempat berbincang atau mendengar orang Malaysia berbincang dengan bahasa yang mirip seperti Upin Ipin. Memang tak salah, karena logatnya memang hampir sama. Memang begitulah bahasa yang beragam di dunia ini, berbeda dengan beragam gaya bicaranya.

Menunggu cukup lama kami sempatkan pula untuk sholat, karena ikhwal bahasa pula saya belum begitu paham kalau bahasa untuk Musholla atau tempat sholat disini adalah Surau. Setelah berjalan-jalan akhirnya kami bisa temukan Surau untuk sholat.

Nah, yang membuat saya kagum Surau di KLIA ini arah Kiblatnya ditentukan oleh Majlis Mufti Negeri Selangor  yang mengurusinya. Jadi arah kiblatnya mungkin sudah dihitung sedemikian rupa oleh Majlis yang membidangi ini. Hal ini terlihat dari tulisan yang ada di Surau ini.

KLIA Airport Transit LCCT Express Map Kuala Lumpur Malaysia

Jika semua Surau, Musholla atau masjid seperti ini semua mungkin akan baik adanya. Penetapan yang dilakukan oleh Majlis tertentu yang memiliki kapabilitas untuk melakukan itu akan membantu ummat Islam dalam beribadah dengan keyakinan lurus dengan Ka’bah, karena sudah melalui perhitungan tim khusus yang melakukan itu.