Quantum Teaching (Mengorkestrasi Kesuksesan Siswa – Chapter 1)

Mengajar ada banyak cara, banyak metode yang berkembang sebenarnya adalah metode yang dikembangkan dari pengalaman atau kreatifitas pada kondisi yang terjadi dalam belajar-mengajar. Salah satuny adalah Quantum Teaching, bukan Quantum Ikhlas, Quantum Learning atau Quantum of Solace. Hehe…

Quantum Teaching: Mengorkestrasi Kesuksesan Siswa

Quantum Teaching dikembangkan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelerated (Lazanov), Multiple Intelegent (Gardner), Neuro-Linguistic Program (Grinder dan Bandler), Experiental Learning (Hahn), Socratic Inquiry, Cooperatif Learning (Johnson dan Johnson) dan Element of Effective Instruction (Hunter). Quantum Teaching dimulai di SuperCamp yang digawangi oleh Bobbi DePorter.

Asas Utama Quantum Teaching

Sandaran Quantum Teaching adalah konsep “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. Mengajar adalah hal yang harus diraih dan diberikan oleh siswa bukan Departemen Pendidikan. Belajar dari segala definisinya adalah kegiatan full-contact.

Dengan kata lain, belajar melibatkan semua aspek kepribadian manusia (pikiran, perasaan dan bahasa tubuh) di samping pengetahuan, sikap dan keyakinan sebelumnya serta persepsi masa mendatang. Dengan demikian karena belajar berurusan dengan orang secara keseluruhan, hak untuk memudahkan belajar tersebut harus diberikan oleh pelajar dan diraih oleh guru. Jadi masuki dulu dunia mereka.

Prinsip-prinsip Quantum Teaching

Quantum Teaching memiliki lima prinsip atau kebenaran tetap, yakni:

  1. Segalanya Berbicara

Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh Anda

  1. Segalanya Bertujuan

Semua yang terjadi dalam penggubahan Anda mencapai tujuan

  1. Pengalaman sebelum pemberian nama

Proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.

  1. Akui setiap Usaha

Siswa patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.

  1. Jika Layak Dipelajari, maka Layak Pula Dirayakan!

Perayaan ialah sarapan pelajar juara, perayaan memberi umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.

.

Judul Buku: Quantum Teaching
Penulis: Bobbi DePorter, Mark Reardon & Sarah Singer-Nourie
Penerbit: Kaifa Learning
Chapter: 1
Pembuat Resume: Hariadi IM1

Selamet Hariadi

Buku: Hypno Teaching, Memaksimalkan Hasil Proses Belajar-Mengajar dengan Hipnoterapi

Hipnotis oleh sebagian orang masih dipandang sebagai sesuatu yang kurang baik, padahal hipnotis adalah sesuatu yang bisa dibuktikan secara ilmiah, bahkan logis. Saat ini kita lihat cukup banyak penerapan hipnotis dalam kehidupan misalnya untuk kesehatan fisik, psikologis dan hal-hal yang menyangkut patologi sosial.

Hipnotis dan Sejarahnya

Di Negara-negara maju hipnotis cukup berkembang pesat dan dimanfaatkan secara positif. Untuk itulah disana hidupnotis sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi ikhwal psikis dan fisik. Perkembangan hipnotis dimulai dari Hipnotis tradisional yang sudah mulai 4000 tahun Sebelum Masehi, hipnotis konvesional hingga hipnotis modern.

Sebenarnya belum ada yang tahu pasti kapan hipnotis asal mulanya berkembang karena hipnotis ada sebelum sejarah tercatat. Hipnotis tradisional sebenarnya perkembangan hipnotis pada pelaksanaan ritual jaman dulu. Sedang Hipnotis Konvensional dimulai James Braid, seorang dokter dari Inggris pada abad ke-19. Ia membuktikan hipnotis bersifat psikologis, ia juga dikenal sebagai bapak hipnotis. Hipotis pada era Modern mulai diyakini bahwa fenomone hipnotis diakibatkan dari kekuatan sugesti.

Pengertian Hipnotis

Hipnotis tak sama dengan tidur, jika orang tidur tak menyadari apa yang ada disekitarnya maka jika hipnotis meski tubuh beristirahat (seperti tidur) namun ia masih bisa mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya.

Hypno Teaching

Hipnosis bisa dimanfaatkan untuk optimalisasi proses belajar-mengajar. Heriyanto Nurcahyo secara harfiah mengatakan Hypnoteaching berasal dari kata hypnosis dan teaching. Kemudian bisa diartikan seni berkomunikasi dengan jalan memberikansugesti agar para siswa menjadi lebih cerdas.

Pada Prinsipnya hypnoteaching akan mengubah persepsi para siswa terhadap guru yang mengajar, yakni guru menjadi pelindung mereka. Suasana belajar yang menyenangkan akan memudahkan penyerapan dan pemahaman pelajaran. Guru juga dapat memperhatikan siswa, karena perhatian siswa dapat dianggap sebagai bentuk perhatian.

Selain menekankan pada perubahan persepsi hypnoteaching juga fokus pada kekuatan vibrasi, metafora dan edifikasi. Persepsi memiliki kekuatan dalam mempengaruhi fikiran siswa, kekuatan vibrasi merupakan sesuatu yang terpancar berdasrkan atas kekuatan fikiran yang dibangun, misal memperhatikan kebaikan siswa. Sedang kekuatan metafora adalah keinginan yang luar biasa untuk mencapai tujuan dan dapat diungkapkan orang lain. Dalam hypnoteaching, guru dianggap sebagai motivator, fasilitator dan koselor oleh siswa-siswanya.

Pembelajaran dalam metode konvensional cenderung mengganggap guru ialah orang yang paling benar, sehingga setiap siswa harus menerima semua ilmu darinya. Sedang dalam Hypnoteaching, seorang guru juga dituntut demikian akan tetapi lebih menekankan seorang guru memotivasi siswanya supaya berperan aktif atau siap menyampaikan hal-hal yang menurutnya salah atau kurang sependapat.

Dalam buku ini secara garis besar memuat sejarah hingga perkembangan Hypno, untuk hypnoteaching sendiri dalam buku ini memang dibahas namun belum begitu mendetail sehingga memang perlu eksplorasi lebih dalam untuk penerapannya.

Hal yang mungkin bisa jadi perdebatan adalah adanya penerapan hypnoteaching yang membuat suyet nyenyak dan tertidur, karena tak semua pembelajaran bisa diterapkan hal ini. Namun untuk penjelasan tentang Pacing hingga Leading yang umumnya ada dalam ilmu hipnosis memang perlu diterapkan dalam penerapan Hypnoteaching.

_

Judul Buku: Hypno Teaching, Memaksimalkan Hasil Proses Belajar-Mengajar dengan Hipnoterapi
Penulis: Ibnu Hajar, M.Pd
Penerbit: Diva Press
Halaman: 148

Selamet Hariadi

Mengambil Pelajaran dari Kematian

Kemarin diiringi hujan aku dan bersama rekan lainnya ta’ziyah ikut berbela sungkawa atas meninggalnya salah satu anggota keluarga (nenek) dari siswi yang aku jadi wali kelasnya atau bagiku sahabat belajarku. Ini untuk kesekian kalinya aku mendapatkan berita meninggalnya keluarga sahabat belajarku. Raut kesusahan, lelah, dan hal duka lainnya terpancar dari mereka meski kadang coba ditutupi.

Kematian… lalu?

Meninggal dunia, wafat, mati atau apapun istilahnya menjadi hal akhir hidup kita di dunia yang menggambarkan bagaimana bahwa hidup kita di dunia sementara. Kalau kita mendapat kabar meninggal seseorang, bagaimana kita menyikapinya? Apakah kita dapat mengambil pelajaran dari kejadian itu?

Selayaknya kita mengambil pelajaran dari Kematian. Berita yang aku terima beberapa waktu lalu bahwa ada siswi yang ditinggalkan neneknya tentu wajar jika tangisannya tersedu-sedu, bahwa ada yang terpancar dari sikap diamnya yang membuatku melakukan berbagai cari untuk menghiburnya.

Kemarin saya mintakan barokah Fatihah saat di kelas yang aku bimbing belajarnya, pelajaran buatku dan buat mereka di kelas itu adalah menjadi pelajaran jika keluarga kita yang meninggal. Berapa banyak kita mengecewakan keluarga? Apakah kita sudah banyak memberi senyum dan kebanggannya pada keluarga kita? apakah ada uang dari orang tua yang malah digunakan untuk berpacaran tak jelas?

Hidup bagaimanapun memang adalah sebuah hal yang tak ketahui kapan akhirnya. Hal wajar jika kita dekat dengan orang, lalu orang itu meninggal dan kita merasa terpukul dan tergambar dalam diri kita raut yang sediah dan tangisan. Lalu apakah kita juga sudah siap meninggalkan kebaikan dalam hidup kita?

Pelajaran, ya apakah kematian orang lain membuat kita memahami apakah makna sebenarnya dari hidup. Ingat… Hidup kita ini untuk apa…?

SYARAT DAN CARA MENDIRIKAN/MEMBUAT CV

Saya hampir sering menjumpai pertanyaan bagaimana Syarat dan Cara Mendirikan/Membuat Badan Usaha CV? Pertanyaan itu sering muncul di banyak komunitas pelaku usaha, pun demikian yang saya ikuti seperti komunitas internet marketing, Tangan di Atas hingga di sosial media seperti twitter pun saya mendapat hal demikian. Itulah mengapa tulisan ini terwujud dari berbagai sumber. Usaha yang saya kelola juga kadang sering terkendala pada hal ini untuk tender-tender besar.

CV adalah nama kepanjangan dari Comanditaire Venootschap. CV merupakan bentuk usaha yang hampir sama dengan PT (Perseroan Terbatas), namun yang membedakan Badan Usaha CV modal awal-nya tidak ada minimum sedang untuk PT adalah 50 juta (akan berbeda jika ada perubahan peraturan).

Ada 2 cara Mendirikan/Membuat CV Usaha, yakni:

Continue reading SYARAT DAN CARA MENDIRIKAN/MEMBUAT CV

Buku: Jiwa-Jiwa Keikhlasan dan Perjuangan

Apabila ada orang yang telah kamu tolong, yang telah kamu beri jasa, yang telah kamu didik dan seterusnya. Kemudian orang itu tidak berterima kasih, tidak mengakui jasamu, malah bersikap kurang baik atau malah memihak orang lain yang memusuhimu… Ketahuilah, bahwa semua itu merupakan ujian bagimu sampai dimana keikhlasan, sampai dimana keimananmu untuk itu bersabarlah. Dan tingkatkanlah keikhlasanmu langsung kepada Allah.

Hal di atas merupakan salah satu pesan utama dalam buku ini. Awal buku ini dimulai dari pengantar penerbit yang menyampaikan alasan adanya buku ini yang merupakan kumpulan tulisan dari KH. Imam Zarkasyi. Alasannya penerbit menganggap bahwa manusia tidak akan dihidupkan di dunia kecuali untuk berjuang mengemban amanat sebagai khalifah fil-ardhi dan sebuah usaha tidak dikatan perjuangan tanpa didasari keikhlasan. Sehingga mutlak jiawa-jiwa keikhlasan dan perjuangan harus dimiliki oleh semua makhluk bernama manusia, terkhusus kita sebagai ummat Islam yang nota bene seorang santri.

Ilmu adalah barang yang tak tidak dapat dibeli, ia mahal. Dan ada juga yang lebih mahal dari pada ilmu yaitu Harga Diri atau kehormatan diri. Hal ini sangatlah penting dalam menjalani kehidupan. Hal lainnya mendidik berani adalah hal penting lainnya dalam mengisi mental manusia.

Dalam melakukan hal baik namun tak mendapat balasan yang diharapkan maka bersabarlah dan tingkatkanlah keikhlasan yakni ikhlash langsung kepada Allah. Pamrih semata-mata kepada Allah dengan berdoa boleh bahkan diperintahkan dan sudah merupakan ibadah. Sebenarnya tak perlu lagi ada keraguan tentang balasan yang baik ataupun yang buruk dari amal perbuatan seseorang. Itu jelas dalam Al-Qur’an “Maka alasan apa lagi yang menyebabkan engkau mendustakan adanya balasan?” kemudian di dalam Al-Qur’an diikuti dengan ayat “Bukankah Allah itu hakim yang seadil-adilnya?”. Semoga Allah menolong kita dan memberi petujuk kepada kita serta meridhoi alamal usaha kita…

Sholat itu nikmat dan ringan kalau sudah lama dibiasakan. Seapat mungkin supaya sepenuh waktu sholat itu penuh isi, paling tidak sebagian saja dulu dan seterusnya dilatih memenuhi isi itu sediki demi sedikit sampai penuh. Kita mungkin tak dapat mengukur kekuatan doa dengan apsti,s ebagaimana mengukur volume atau beratnya suatu benda. Tetapi kita dapat merasakan dan membuktikan pengaruh ghaib yang luar biasa dari doa tersebut.

Banyak pesan atau nasehat dalam buku ini mulai dari untuk diri, hidup kita bermasyarakat  hingga hubungan kita dengan keluarga yang jangan mengandalkan orang tua serta standar hidup. Hidup yang cukup bukan berarti harus mahal dan berlebihan. Buku ini dirasa cukup perlu dan penting di jaman sekarang dimana dibutuhkan ketinggian ikhlash dalam perjuang memperbaiki negeri.

———————–

Judul Buku: Jiwa-Jiwa Keikhlasan dan Perjuangan
Penulis: KH. Imam Zarkasyi
Penerbit: Darussalaam Pos
Halaman: 93

Cara MENGHAPUS THEME Template/Tema WORDPRESS

Selain cara MENGUPLOAD atau MENGGANTI Template WORDPRESS, ada yang mencari bagaimana cara MENGHAPUS TEMPLATE atau THEME di WordPress karena hal ini cukup penting. Adanya banyak Themes akan membuat besar pula space atau disk space yang ditempati Content Management Service (CMS) WordPress. Hal ini belum lagi ditampah dengan plugin-plugin dan tambahan file lain dalam disk space.

 

Ini Cara menghapus Theme/Template-Tema WordPress

Cara Menghapus THEME-TEMPLATE Worpress www.SelametHariadi.com

  1. Lewat masuk melalui Wp-Admin
  2. Pilih blok menu “Appearance” lalu “Theme”
  3. Pilih Theme/Template WordPress yang akan dihapus dengan memilih “Theme Detail”
  4. Lalu pilih di bagian kanan bawah klik “Delete”
  5. Lakukan pada Theme lain yang ingin dihapus.

 

 

Ada juga cara untuk hapus Tema ini melalui Cpanel, dengan masuk ke disk space yakni di www; namun harus pula diperhatikan menghapus file yang mungkin ada di phpmyadmin. Semoga membantu, demikian Cara Menghapus Theme/Template WordPress.

Sony Styawan… Maafkan kami…

Sony Styawan lahir di Malang 27 Oktober 1997.

Guyuran air dari langit mengiringi obrolan kami dengan orang tuanya. Remuk redam rasa harus menyampaikan berita ini, tapi apalah daya memang harus segera tersampaikan.

Sony Styawan TKJ5 SMK INDUSTRI ALKAAFFAH MALANG

Sejak masuk di kelas TKJ5 diamanahi sebagai wali kelas mereka, saya coba melakukan elaborasi pada semua murid. Tak terkecuali Sony Styawan yang mendapat banyak keluhan hingga berbagai macam pandangan tentangnya.

Salah satu cara melakukan elaborasi pada anak ini adalah melakukan diskusi psikologi dengan salah seorang sahabat yang juga pembicara psikologi serta Mahasiswi psikologi di Jogja. Karena ternyata sahabat saya ini lebih mendalami Psikologi klinis akhirnya diberi rujukan pada sahabat lain yang mendalami psikologi pendidikan.

Analisa tulisan juga dicoba untuk dilakukan, yang akhirnya pada semua siswa di TKJ5. Hal ini hanya untuk melihat apakah ada perhatian khusus pada karakter seseorang layaknya mengalami disleksia. Berbagai cara penanggulangan tindakan kelas memang kadang saya konsultasikan pada sahabat yang lebih memahami bidang psikologi, karena apa yang mereka dalami mungkin bisa jadi cara membuat murid yang saya ajar lebih nyaman secara psikologis dan penanggulangan ikhwal psikologinya juga bisa dilakukan. Ada ide juga mendatangkan yang ahli psikologi atau yang membawanya ke lembaga psikologi.

Usaha lain juga dilakukan sahabat-sahabat mereka dengan berbagai macam cara tentunya. Entah itu bisa diterimanya atau tidak. Namun tujuan sahabatnya sekelas tentu baik agar kekompakan dan solidnya bisa dijaga dan dikembangkan jadi terbaik dari waktu-waktu sebelumnya.

Melihat foto kelas, owh… ternyata tanpa Sony. Ah… apakah ini sebuah tanda dari masa lalu…

 TKJ5 SMK INDUSTRI ALKAAFFAH KEPANJEN MALANG INDONESIA

 

Sony… Maafkan kami…
Maafkan jika usaha kami padamu masih kurang
Maafkan jika sikap kami menyakitimu
Maafkan jika belum mampu memahamimu

Sony… Maafkan kami…
Kami berharap engkau bisa berubah
Berubah TERBAIK dari waktu-waktu sebelumnya
Sebelumnya lemah menjadi The Best Your Self

Sony… Maafkan kami…
Hidup ini mungkin Keras Son…
Namun, kau harus lebih keras pada kehidupan ini
Agar kehidupan tak keras padamu

Dalam elaborasi kebijaksanaan
Temui berbagai macam hal kebaikan
Dengan berbagai cara yang kau usahakan
Semoga kita tetap Be Best Together dalam pertemanan

Mungkin hanya soal cara pandang
Kadang orang menganggap kita rendah
Padahal kita tak seperti yang mereka pandang
Kau sebenarnya tinggi namun ingin terlihat rendah

Bagaimanapun dirimu, jadilah yang punya manfaat
Bukan hidup hanya untuk mengejar martabat
Semoga Tuhan Menganugerahkan banyak bakat
Untuk menunjukkan bahwa sebenarnya kau hebat

Hidup Sekali, hiduplah yang berarti…
Mungkin banyak orang salah arti
Akan sikap dan apa yang ada dalam hati
Tetap berjuang Son… berikan mereka Bukti

Jadilah Sony Styawan sesuai impianmu
Dengan berbagai kemampuan dan ilmu
Ingatlah… kami tetap sahabatmu
Kita keluarga dalam ikatan ilmu

Maafkan atas segala kata yang kurang berkenan
Maafkan atas segala sikap yang buat kurang nyaman
Maafkan atas segala fikiran yang kurang beraturan
Maafkan atas segala cara mendidik yang kurang dari kesempurnaan

MERANCANG KEGIATAN Organisasi, Lembaga atau Komunitas

Merancang Kegiatan adalah HAL PENTING sebelum kegiatan dilakukan, misal untuk Pembelajaran dengan pendekatan Saintifik, Pemasaran, Etika Lingkungan, Outbound  dan lain sebagainya.

Organisasi, lembaga atau yang namanya komunitas suatu perkumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan, selalu mempunyai cara untuk mencapai tujuannya. Kegiatan adalahhal yang tak dapat dilepaskan darinya, yang mana kegiatan merupakan bentuk eksistensi dan perputaran waktu dalam perkembangan organisasi atau komunitas.

Dalam Merancang Kegiatan, Sahabat saya Ruslan Hermawan mempunyai 5 alur yang kiranya cukup baik jika kita ikuti. Kelima alur itu adalah: Isu, Tujuan & tindak lanjut yang jelas, Kepanitiaan, Narasumber dan pendanaan.

Isu

Yang pertama adalah pemilihan isu yang tepat. Isu yang tepat bisa diambil dari isu yang berkembang pada waktu kegiatan itu akan dilaksanakan, yang tentunya pilah-memilah isu disini haruslah sesuai dengan tujuan besar atau karakter organisasi penyelenggara.

Tujuan & tindak lanjut yang jelas

Tujuan penyelenggaraan kegiatan haruslah jelas, sehingga adanya target yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Tujuan yang dimaksud bisa untuk kepentingan organisasi atau komunitas sendiri ataupun untuk khalayak ramai. Selain Tujuan, ada pula tindak lanjut yang jelas dalam penyelnggaraan kegiatan, sehingga arahnya akan jelas.

Tindak lanjut suatu kegiatan sangatlah diperlukan agar kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya sekedar menghasilkan konklusi tanpa makna dan pengaruh yang jelas bagi peserta kegiatan tersebut, lebih-lebih suatu usulan yang akan ditindak lanjuti masyarakat luas atau pemerintah.

Kepanitiaan

Panitia adalah merupakan tim penyelenggara kegiatan. Dalam penentuaan kepanitiaan tentunya haruslah jelas dengan pemilihan yang mantap sehingga terpilihlah orang-orang dalam kepanitiaan yang sesuai dengan kapasitas kemampuannya (tentunya bisa dilihat dari pengalaman).

Nara sumber

Narasumber merupakan orang yang menjadi inti dalam hari berlangsungnya kegiatan, yang mana narasumber adalah orang yang menjadi kunci dalam pembahasan masalah dalam kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah digariskan panitia. Biasanya Narasumber bisa menjadi daya tarik khalayak ramai untuk mengikuti kegiatan. Karena besarnya kegiatan kadang bisa dilihat dari kapabilitas narasumbernya.

Dari penjelasan Ruslan Hermawan yang beliau dapat dari dosen kimia UIN Malang yang pernah menimba ilmu di Australia yakni pak Tri, mengatakan bahwa beda narasumber Indonesia dan Australia atau luar negeri adalah biasanya narasumber dari luar negeri dapat diminta sebagai narasumber secara gratis (Rp 0,-), berbeda dengan narasumber pada umumnya di Indonesia.

Pendanaan

Inilah hal yang tak dapat dihilangkan dalam setiap aktifitas yang membutuhkan banyak kebesaran. Pendaan yang jelas merupakan langkah awal melihat besarnya acara yang akan dihelat. Karena dengan melihat besarnya dana kadang berarti akan dihasilkan skala kegiatan yang mewah dan besar. Pendanaan dapat didapat dari peserta kegiatan, panitia, donator serta yang tak dapat dilupakan adalah sponsor kegiatan.

Merancang Kegiatan Organisasi www.SelametHariadi.com

Disarikan dari sharing Smart Effective Learning (SEL) dengan keynote sharing  Ruslan Hermawan.

Konsisten: Istiqamah dan Kaaffah

Air mengajari kita banyak hal dari yang selalu mengalir ke tempat yang rendah hingga ia mengalir menyusuri berpuluh-puluh kilometer dengan melintasi hutan dan berbagai hal lainnya.
Air juga adalah guru kehidupan, betapa kerasnya cadas saat tetesannya ke permukaan  akan berlobang juga. Konon gara-gara inilah ulama Besar Imam Al-Hafidz Ibn Hajar al-Asqalani kembali bergairah dalam menimba ilmu. Dengan modal keuletan air suatu saat kelak yang ia cari bakal dirainya juga.
Belakangan terbuktilah dari tangan beliau lahir karya buku-buku berharga seperti Bulugh al-Maram, dan lainnya.
Konsisten dalam Arah Tujuan (Istiqamah)
Air telah mengajarkan Ibnu Hajar dan kita tentang makna konsistensi. Orang konsisten kan memperjuangkan cita-citanya tak kenal lelah. Layaknya pula Thomas A. Edison yang menemukan prinsip lampu pijar.
Konsistensi yang sama juga diserukan di dalam al-Qur’an kepada semua yang beriman untuk menjaga keimanannya kepada Allah. Layaknya dalam Qur’an berikut “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, Kemudian mereka tetap istiqamah Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS. 48:13).  Istiqamah ialah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh.
Konsisten dalam dalam Cakupan (Kaaffah)
Konsisten tak hanya bicara soal arah dan tujuan, melainkan juga pada cakupan. Tentang keselarasan antara berbagi peran dan aspek dalam kehidupan berorganisasi dan pribadi.
Konsistensi dalam dimensi Kaffah menjadi penting. Kaffah menghendaki penyerahan secara total yangs eimbang antara jiwa dan raga. Bukanlah total namanya jika malamnya kita bertahajjud namun esoknya menggantungkan diri pada feng shui.
Keselarasan Kerja dan keluarga
Keselarasan dalam mengatur keleuarga dan kerja pada akhirnya akan mendukung keselarasan bagi organisasi. Mc Kenzie menyebut sebuah organisasi harus konsisten menerapkan 7S: Shared Value, Strategy, Structure, System, Style, Staff, dan Skill.
Di sini memberikan sumbangan nilai terbaik (Shared value) selayaknya jadi inti yang mewarnai aspek-aspek lainnya.

————————————————-

Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Halaman: 115-122 (Chapter/Bab 9)
Pembuat Resume: Hariadi IM6

Selamet Hariadi

Keamanan Jaringan: Pengertian & Kebijakan Jaringan di Organisasi

 

 

Nama:  Lina Maria

Guru Pengampu: Selamet Hariadi

Pertemuan: Hari, tgl

 

Abstrak:

Pertemuan kali ini membahas tentang Pengertian Keamanan Jaringan. Kebijakan Jaringan dibagi menjadi beberapa hal sesuai kebutuhan. ,,,

 

Keamanan Jaringan adalah bentuk Pencegahan atau Deteksi pada hal yang bersifat gangguan dan akses tak seharusnya pada Sistem Jaringan Komputer.

1. Kebijakan Penggunaan Jaringan:

  • Kebijakan organisasi

Kebijakan Organisasi, Instansi atau lembaga dalam ruang lingkup Keamanan Jaringan untuk akses pada sistem jaringan di tempat tersebut.

Contoh:

  • Tata kelola sistem komputer
  • Pengaturan kerapian pengkabelan
  • Pengaturan akses wi-fi
  • Manajemen data organisasi
  • Sinkronisasi antar sub-organ
  • Manajemen Sumber Daya
  • Maintenance & Checking berkala

 

  • Etika menggunakan jaringan komputer
  • Memahami Akses Pengguna
  • Memahami kualitas daya Organisasi
  • Pengaturan penempatan sub-organ

 

  • Kebijakan mengakses computer
  • Manajemen pengguna
  • Manajemen sistem komputer
  • Penetapan waktu akses

 

Kemungkinan Ancaman dan Serangan Terhadap Keamanan Jaringan:

  • Serangan fisik terhadap Keamanan Jaringan:
  • Terjadi gangguan pada Kabel
  • Kerusakan Harddisk
  • Konsleting
  • Data tak tersalur dengan baik
  • Koneksi tak terdeteksi
  • Akses bukan pengguna
  • Serangan logik terhadap Keamanan Jaringan
  • SQL Injection adalah Hacking pada sistem komputer dengan mendapat akses Basis Data pada Sistem.
  • DoS (Denial of Service) adalah Serangan pada Sistem dengan mengabiskan Resource pada Sistem.

o   Traffic Flooding adalah  Serangan pada Keamanan Jaringan dengan membanjiri Traffic atau lalu lintas jaringan.

o   Request Flooding adalah Serangan dengan membanjiri banyak Request pada Sistem yang dilayani Host sehingga Request banyak dari pengguna tak terdaftar dilayani oleh layanan tersebut.

  • Deface adalah adalah Serangan pada perubahan tampilan
  • Social Engineering adalah Serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna. Hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam socialmedia.
  • Malicious Code adalah Serangan dengan menggunakan kode berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse. Virus: Program merusak yang mereplikasi dirinya pada boot sector atau dokumen. Worm: Virus yang mereplikasi diri tidak merubah fle tapi ada di memory aktif.Trojan Horse: Program yang sepertinya bermanfaat padahal tidak karena uploaded hidden program dan scipt perintah yang membuat sistem rentan gangguan.
  • Packet Sniffer adalah Serangan Menangkap paket yang lewat dalam sebuah Jaringan.
  • Peralatan pemantau kemungkinan ancaman dan serangan terhadap Keamanan Jaringan

 

 

Sumber:

  1. Pertemuan Kelas hari, tanggal

 

Membentuk Mozaik Muamalat (The Celestial Management – Chapter 4)

Melihat Muamalat, apa yang berbeda dengan dengan institusi sejenisnya? Kita dapat mengenali dari artefak, simbolnya hingga budaya yang tak terlihat.

Mari kita elaborasi pada busana, penampilan kru Muamalat yang dibalut dengan busana Islami. Para wanitanya memakai Jilbab dan berbusana rapi. Sedang untuk pria memakai Baju koko lengkap dengan kopyah hitam (khususnya acara seremonial).

Nah, kenapa tak memakai jas dengan dasi? Apakah jas dipadu dengan dasi tak mencerminkan budaya Islami? Tentu tidak, namun ini hanya soal intrepetasi dan Pilihan. Bagi Muamalat Busana Jilbab dan Baju Koko lebih tepat dan cocok sebagai cerminan dari keinginan menyemai teladan dari diri sendiri, dari yang sepele, dari nilai Islami yang berkembang di masyarakat.

Tak dapat dipungkiri busana sangat mendukung citra pada penilaian awal terhadap kualitas jasa yang disajikan. Di lain hal dalam konteks bermasyarakat, busana Jilbab dan baju koko lengkap dengan peci sangat cocok dan identik dengan nilai-nilai Islami.

Mengenakan Jilbab bagi wanita akan menggambarkan selain Tampilan yang sederhana ini juga akan mengurangi kesan jor-joran antar kru wanita dalam berpakaian. Sedang untuk hari Jumat bukanlah hari yang pas untuk ide berbusana bebas karena di hari Jumat adalah hari penting bagi ummat Islam. Pernahkah anda melihat Pasukan pengaman Presiden mengenakan baju bebas saat upacara resmi? Tentu untuk busana bebas bisa dilakukan pada hari sabtu-ahad saat libur kerja.

Mungkin akan membuat surprise pelanggan saat kru Mualamalat menutup konter 10 menit menjelang ketika adzan dhuhur bergema dan mengajak para nasabah menunaikan kewajibab Sholat di Muasholla berjamaah.

Mungkin sebagian orang menganggap mengurangi servis, namun dengan hal ini akan adanya kebersamanaan dalam jama’ah da menguatkan Silaturrahim yang ditanam. Ini juga memperkuat positoning Mualamalat dengan institusi sejenis selain perwujudan differensiasi.

Buah dari Sholat berjamaah, adanya kewajibab juga pada kru Muamalat untuk menunaikan zakat. Dengan berbagai penjelasan memotong 2,5 persen dari penghasilan mereka setiap bulannya adalah untuk menyucikan harta dan membuatnya lebih berkah.

Kru Muamlaat juga dipagari dengan komitmen dari tindakan yang tidak terpuji, seperti menerima sogok hingga hadiah dari kliennya yang di banyak tempat dianggap sebagai kewajaran.

Kru Muamalat juga sepatutnya menghindari rokok, bukan hanya karena alasan agama namun juga kesehatan, keindahan dan kenyamanan. Oleh karenanya tempat direksi dan kru bekerja di lantai lima gdung Arthaloka ditetapkan sebagai lantai bebas asap rokok.

Ruang kerja pula tanpa sekat, karena alangkah tidak elok jika direksi Muamalat sebagai organisasi egaliter membatasi dirinya dengan dinding-dinding pembatas.

Muamalat bukanlah jenis organisasi yang memelihara kemewahan dan eksklusivitas yang ditunjukkan dengan bermain golf, ruang kerja pribadi yang wah hingga mobil operasi yang bergengsi. Mumalat juga bukan tempat melakukan tindakan sia-sia seperti membanting kartu domino dengan kepulan asap. Namun Muamalat adalah tempat menyemai teladan, fokus dalam bisnis dan tentu Ibadah.

 –

Judul Buku: The Celestial Management
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi Publishing
Halaman: 61-72 (Chapter/Bab 4)

Selamet Hariadi

Kekuatan Berbagi dan Memberi (The Celestial Management – Chapter 3)

“Jika kamu memasak makanan, perbanyaklah kuahnya, dan bagikanlah sebagiannya untuk tetanggamu” kata nabi dalam sebuah kesempatan.

Makanan adalah sebuah ilustrasi bagaimana tetangga kita selayaknya tak diganggu oleh bau lezatnya bahkan sekedar ikan asin yang kita bakar. Gangguan itu seberapa pun kecilnya mungkin membuat tetangga kita kurang nyaman.

Namun di sisi lain semangkup sup panas yang lezat kita begikan pada tetangga kita atau sesama bakal menghadirkan dan memperkuat jalinan persaudaraan. Lalu bagaimana jika yang kita bagikan pada tetangga kita adalah ilmu hingga modal usaha untuk mereka mengais rezeki? Tentu adanya kita akan menjadi kedamaian dan menambah ketentraman hidup bertetangga. Inilah salah satu kenikmatan dalam berbagi.

Apakah tujuan kita memberi agarsuatu ketika mereka membalas kebajikan kita? tentu tidak. Kalau begitu mengapa begiu gampangnya seseorang melepaskan harta mereka? Apa motifnya dan bukankah itu mengurangi harta mereka?

Penulis “Love is Letting Go of Fear” Gerald G. Jampolsky menyatakan “All that I give is Given to my self” (Apa yang saya berikan (kepada orang lain) sebetulnya manfaatnya kembali untuk diri saya sendiri. Ia melanjutkan “To Give is to receive” (Memberi berarti menerima).

Memberi mungkin bisa diibaratkan seperti prinsip Bumerang (Boomerang principle), yakni ibarat orang melepaskan bumerang maka alat itu akan meluncur dan akan kembali lagi pada pelemparnya.

David Cameron (CEO ImagesOfOne.com) meyakini keajaiban dibalik memberi. Beliau yang juga pangarang buku “Raising Humans and a Happy Pocket Full of Money” itu menulis “To have all, give all to all” (memberi itu menyebabkan memiliki).

Untuk bisa memiliki, maka berikanlah apa yang kita miliki. Seperti contohnya adalah ide atau ilmu pengetahuan dimana kita bagikan ilmu kepada orang lain maka akan tumbuh berkembang. Sebaliknya pengetahuan yang kita simpan saja untuk diri akan menjadi beku dan tidak berkembang sebagaimana diharapkan. Matematika Allah emmang berbeda, bahkan Rezeki juga datang dari arah yang tak kita sangka.

Berbagi dalam bentuk Alisansi

Muamalat juga melakukan berbagai dalam bentuk alisansi dengan berbagai alisansi bisnis seperti PT. Pos, BCA, pegadaian dan masih banyak yang lainnya. Kenapa Muamalat tak membuat gadai sendiri? Karena Muamalat yakin jika sesuatu diserahkan pada ahlinya hasilnya jauh lebih baik.

Dalam ikhwal Pegadaian, pihak pegadaian menyediakan investasi tempat sedang Muamalat menyediakan modal kerja dan bantuan skim syariahnya. Muamalat dan Pegadaian sama-sama mendapatkan hasil.

Pun demikian dengan PT. Pos yang mnyediakan gerai. Sedang dengan BCA dengan adanya kerja sama dengan ATM BCA akan memungkinkan Muamalat dapat diakses lebih luas lagi. Muamalat juga menggunakan kerjasa dengan pihak lain yang di luar core bisnis dari Muamalat. Sehingga dengan diserahkan pada ahlinya akan lebih efektif.

Dengan kenyataan berbagai ini tak hanya mendatangkan rezeki namun juga membuat bencana dapat dihindari. Dengan membagi jaringan ke banyak pihak, Muamalat tak ragu lagi mendapat semua jaringan yang dikehendaki. Semoga kerjasama dapat mendapatkan keberkahan dan kebaikan bagi pekembangan sistem bisnis yang Islami.

 –

Judul Buku: The Celestial Management

Penulis: A. Riawan Amin

Penerbit: Senayan Abadi Publishing

Halaman: 53-60 (Chapter/Bab 3)

Selamet Hariadi